Penjualan Ritel AS Tumbuh Moderat, Dolar Menguat

Meski di bawah ekspektasi, kenaikan Retail Sales AS mencatatkan pertumbuhan moderat yang didorong oleh kenaikan harga bahan bakar. Dolar AS pun menguat merespon hal ini.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Retail Sales AS naik di bulan April, dengan mencatatkan pertumbuhan moderat yang didorong oleh kenaikan harga bahan bakar. Meski di bawah ekspektasi, kenaikan penjualan retail AS kali ini mencerminkan belanja konsumen yang kembali berakselerasi, setelah melambat pada kuartal pertama.

 

Penjualan Ritel AS Tumbuh Moderat

 

 

Departemen Perdagangan AS pada hari Selasa (15/Mei) merilis data Retail Sales bulan April yang meningkat 0.3 persen, menyusul kenaikan 0.8 persen pada periode Maret. Laporan penjualan ritel malam ini berada di bawah forecast ekonom sebelumnya yang memprediksi kenaikan 0.4 persen. Dalam basis tahunan, Retail Sales AS telah meningkat sebesar 4.7 persen sejak tahun lalu hingga bulan April.

Core Retail Sales yang tidak memperhitungkan bahan bakar, kendaraan, dan makanan tercatat naik 0.3 persen bulan lalu, berada di bawah ekspektasi ekonom untuk kenaikan 0.5 persen. Sebelumnya, data ini meningkat 0.4 persen di bulan Maret. Penjualan Ritel Inti berkaitan dengan belanja konsumen dalam perhitungan produk domestik bruto AS.

Kenaikan moderat penjualan ritel AS ini secara langsung ikut mempengaruhi data belanja konsumen kuartal kedua. Di awal tahun, tren belanja konsumen memang terangkum suram dengan mencatatkan laju paling lambat dalam waktu hampir lima tahun terakhir.

Selain itu, bullish Dolar terhadap major currencies semakin terdorong oleh kabar pertumbuhan Retail Sales. Pada pukul 20:21 WIB malam ini, penguatan Dolar kian dominan seperti yang terlihat pada pair EUR/USD, GBP/USD, USD/JPY. Indeks Dolar (DXY) berada di level 93.24 atau menguat 0.7 persen dalam time frame harian.

 

Disokong Kenaikan Harga Bahan Bakar

Harga bahan bakar yang terus meningkat dalam beberapa waktu terakhir dan bila terus belanjut, (menurut ekonom) dapat mengurangi dampak positif pajak penghasilan terhadap belanja konsumen. Berdasarkan data Energy Information Administration AS, harga bensin naik 17 sen menjadi $2.757 per galon pada bulan April, menjadi harga tertinggi sejak Juli 2015 lalu.

Penjualan kendaraan naik 0.1 persen di bulan April, setelah naik 2.1 persen di bulan Maret. Pendapatan di stasiun bahan bakar meningkat 0.8 persen, seiring dengan kenaikan harga bensin bulan lalu. Sementara itu, penjualan di toko furniture naik 0.8 persen, setelah melonjak 1.4 persen pada bulan Maret. Penjualan pakaian melonjak 1.4 persen bulan April, yang merupakan peningkatan terbesar sejak Maret 2017.

283685

Pandawa punya minat besar terhadap dunia kepenulisan dan sejak tahun 2010 aktif mengikuti perkembangan ekonomi dunia. Penulis juga seorang Trader Forex yang berpengalaman lebih dari 5 tahun dan hingga kini terus belajar untuk menjadi lebih baik.