Penjualan Ritel Inggris Turun Drastis, GBP/USD Ikut Tertekan

Penjualan Ritel Inggris bulanan turun drastis ke level terendah sejak bulan Maret 2018. GBP/USD pun melemah pasca rilis data tersebut.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Seputarforex.com - Dalam basis bulanan (MoM), Penjualan Ritel Inggris turun ke minus 0.8 persen di bulan September 2018. Data tersebut lebih rendah daripada ekspektasi penurunan ke minus 0.4 persen, dan angka periode sebelumnya yang 0.4 persen. Penyebab utama turunnya Penjualan Ritel Inggris ini adalah penjualan makanan yang jatuh hingga 1.5 persen, level penurunan terbesar sejak bulan Oktober 2015.

penjualan-ritel

 

GBP/USD Turun

Sebelum laporan tersebut dipublikasikan, GBP/USD sempat naik ke 1.3115, dari sebelumnya di 1.3089. Namun saat berita ini ditulis, GBP/USD terkoreksi turun tipis 0.08 persen dan diperdagangkan di 1.3110:

gu

 

 

Update Pada 09:01/19 Oktober 2018

Laporan direvisi karena ada kekeliruan pada pelaporan sebelumnya. Poundsterling menurun setelah rilis data Penjualan Ritel, bukan meningkat. Redaksi memohon maaf atas kesalahpahaman yang timbul dari kurangnya akurasi pelaporan awal.

285799

Sudah aktif berkecimpung di dunia jurnalistik online dan content writer sejak tahun 2011. Mengenal dunia forex dan ekonomi untuk kemudian aktif sebagai jurnalis berita di Seputarforex.com sejak tahun 2013. Hingga kini masih aktif pula menulis di berbagai website di luar bidang forex serta sebagai penerjemah lepas.


24 Sep 2019

Vyck
Sangat tidak masuk akal dengan kejadian ini, ini sudah termasuk penipuan. Data high impact yang harusnya sangat berpengaruh dan hasil yang keluar negatif, tapi GBP malah naik. Ini menjadikan pengalaman saya di dunia trading forex adalah penipuan yang seenaknya bisa di permainkan sama halnya judi bola yang bisa di lakukan pengaturan skor. Semoga apa yang saya tulis ini bisa menjadi warning bagi trader lain untuk berhentilah sebelum dana anda di curi sampai habis.
Seputarforex
Dampak rilis berita High Impact memang tidak dapat diukur secara instan hanya dari 1 variabel saja, karena realitanya, penggerak suatu pasangan mata uang ada berbagai macam, bukan hanya 1 rilis data saja. Apabila belum memahami analisa fundamental, sebaiknya pelajari dulu agar dapat mengenali bias pasar secara lebih menyeluruh. Bisa belajar di artikel ini: Trading Forex Menggunakan Berita Fundamental
Vyck
Kalau anda merasa sudah sangat paham dengan analisa fundamental anda dan jago, coba buktikan analisa anda yang akurat, selama ini banyak yang salah dari analisa anda juga kan. Tidak ada yang dewa di sini boss Data ketika di rilis 99% langsung bergerak saat itu juga. kalau tidak para trader sudah kaya/sukses semua, menunggu data di rilis barulah mengambil posisi, enak donk kalau seperti itu.
Cathy
Satu hal yang Anda luput: bahkan ketika tak ada rilis data sekalipun, tetap ada pergerakan harga. Kenapa bisa demikian? Karena penggerak harga bukan hanya satu data saja, dan pengaruh kumulatif berbagai macam data dari banyak wilayah itu bukan hanya berlaku sedetik atau semenit setelah rilis data saja. Memang tak ada yang dewa di sini. Untuk bisa memprediksi masa depan 100 persen juga tidak mungkin. Kita toh bukan tuhan. Tapi, prekonsepsi Anda mengenai analisa fundamental itu keliru. News-trading bukan analisa fundamental. Kalau Anda menganggap trading itu cukup memprediksi angka suatu data ekonomi akan dirilis berapa, open posisi, kalau keluar cocok maka untung, kalau keluar nggak cocok maka rugi; maka ya, pantas saja rugi terus. Nggak ada orang yang sukses dengan cara trading macam begitu. Belajar dulu bos.
Beni
Berita ini dipublikasikan tidak sampai 1 jam setelah data Penjualan Ritel UK dirilis, jd pergerakan harganya belum akurat. Selain itu, itu artinya ada variable lain yg menentukan suatu pergerakan harga, meski rilis datanya termasuk high impact. Nggak sama dengan judi, Bro! Yuk belajar lagi kita.