iklan

Profil Penulis : a muttaqiena

Alumnus Fakultas Ekonomi, mengenal dunia trading sejak tahun 2011. Seorang News-junkie yang menyukai analisa fundamental untuk trading forex dan investasi saham. Kini menulis topik seputar Currency, Stocks, Commodity, dan Personal Finance dalam bentuk berita maupun artikel sembari trading di sela jam kerja.

iklan

iklan

Aksi profit-taking menghalangi reli GBP/USD, tetapi penurunan tingkat pengangguran Inggris mendukung prospek bullish ke atas ambang 1.40.
Dolar AS melemah terhadap beragam mata uang mayor di tengah kemerosotan yield obligasi AS dan melambungnya ekuitas global.
Euro berpeluang menguat lagi jika Greenback terus melempem, tetapi data inflasi Zona Euro terbaru gagal menjadi katalis untuk reli euro lebih lanjut.
Pelaku pasar kian kecewa terhadap sikap dovish Federal Reserve, sehingga yield obligasi dan kurs dolar AS kembali melemah.
Sejumlah faktor mendorong Dolar New Zealand meroket ke atas 0.7100 terhadap dolar AS pada perdagangan sesi Eropa hari ini.
Regulator obat-obatan Eropa dan Inggris akhirnya menemukan indikasi keterkaitan vaksin AstraZeneca dan pembekuan darah, sehingga mengubah panduan kebijakan.
EUR/USD menguat pekan ini, tetapi sejumlah analis menilai pelemahan euro belum akan berakhir dalam waktu dekat.
Rilis notulen FOMC dini hari tadi tidak menawarkan opini baru sama sekali, sehingga reli yield obligasi AS dan USD semakin kehilangan momentum.
GBP/USD melemah, tetapi prakiraan IMF terbaru memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Inggris lebih unggul daripada AS dan Zona Euro untuk tahun 2021 dan 2022.
Pengumuman kebijakan bank sentral Australia (RBA) mendorong dolar Australia melemah terhadap dolar AS. Tapi analis menilai AUD/USD sudah kelewat undervalued.
Data Nonfarm Payroll yang impresif pada akhir pekan lalu mendorong reli Wall Street pekan ini, sehingga meredam penguatan yield obligasi AS dan USD.
Pasar cenderung sepi menjelang rilis data NFP nanti malam lantaran libur Paskah di berbagai belahan dunia, sehingga dolar AS melemah tipis di level tinggi.
Data statistik Kanada menunjukkan pertumbuhan ekonomi yang cukup impresif pada bulan Januari, tetapi USD/CAD masih menunggu hasil rapat OPEC Plus.
Pelaku pasar tetap optimis Amerika Serikat akan tumbuh lebih cepat dibanding negara-negara maju lain, sehingga dolar AS terus menguat.
Riset Nomura dan Bank of America Global Research mengungkap siklus musiman di mana pound cenderung menguat setiap bulan April, khususnya dalam pair GBP/USD.
Reli dolar AS selanjutnya kemungkinan akan terkoreksi sejenak jika komoditas melonjak dan yield obligasi AS tidak mencetak rekor tinggi baru lagi.
Rebutan vaksin COVID-19 antara Inggris dan Uni Eropa telah menekan GBP/USD dan EUR/USD, karena memperburuk outlook pemulihan ekonomi kawasan.
Dua faktor utama memukul NZD/USD hari ini, yakni perombakan aturan pasar perumahan New Zealand serta meningkatnya ketegangan politik China.
Pasar terombang-ambing oleh kekhawatiran tentang konflik AS-China menjelang pidato pimpinan bank sentral dan Menteri Keuangan AS nanti malam.
Euro masih terbebani oleh buruknya outlook ekonomi lantaran program vaksinasi yang tersendat-sendat. Tetapi, EUR/USD diuntungkan sementara oleh krisis Turki.
Bank sentral Jepang mengumuman pemangkasan program pembelian saham dan meningkatkan rentang target yield obligasi JGB. Nikkei tumbang, tapi USD/JPY tak menanggapinya.
Dolar New Zealand rontok versus USD dan AUD lantaran rilis data GDP New Zealand yang lebih buruk dari ekspektasi.
Upaya normalisasi aktivitas ekonomi di benua Eropa menghadapi hambatan baru terkait suspensi distribusi vaksin COVID-19 besutan AstraZeneca-Oxford University.
Dolar AS ambruk versus dolar Kanada pada perdagangan akhir pekan lalu, meskipun kenaikan yield obligasi AS mendorong reli USD versus beragam mata uang lain.
Yield obligasi US Treasury 10Y mencetak rekor tertinggi baru sejak Januari 2020, sehingga menjaga stabilitas dolar AS versus yen dan euro.

Kesulitan Akses Seputarforex?
Silahkan buka melalui https://bit.ly/seputarforex


Alternatifnya, lakukan solusi ini jika Anda mengakses lewat:
PC   |   Smartphone