Advertisement

iklan

Profil Penulis : a muttaqiena

Alumnus Fakultas Ekonomi, mengenal dunia trading sejak tahun 2011. Seorang News-junkie yang menyukai analisa fundamental untuk trading forex dan investasi saham. Kini menulis topik seputar Currency, Stocks, Commodity, dan Personal Finance dalam bentuk berita maupun artikel sembari trading di sela jam kerja.

iklan

iklan

Kemerosotan nilai tukar yen Jepang bertepatan dengan kenaikan harga energi global, sehingga menumbuhkan kekhawatiran tentang nasib rumah tangga dan peritel Jepang.
Data inflasi Inggris meleset dari prakiraan pasar, tetapi GBP/USD masih tertopang oleh ekspektasi kenaikan suku bunga BoE.
Dolar AS makin depresi karena pelaku pasar melirik beberapa mata uang lain yang bank sentralnya mewacanakan kenaikan suku bunga lebih awal daripada The Fed.
Inflasi New Zealand mencapai rekor kuartalan tertinggi sejak 1980, sehingga mendukung proyeksi kenaikan suku bunga RBNZ lagi dalam waktu dekat.
Meski tiada sinyal rate hike dalam data inflasi AS dan notulen FOMC pekan lalu, pelaku pasar bertaruh The Fed akan menaikkan suku bunga pada awal tahun depan.
Publikasi notulen rapat FOMC menstabilkan kurs dolar AS, tetapi gagal menjadi katalis bullish yang signifikan. Pasalnya, notulen tak mengindikasikan rate hike lebih awal.
GBP/USD terus beredar dalam kisaran 1.3600-an yang telah dihuni selama sepekan terakhir, sedangkan EUR/GBP flat pada kisaran 0.8480-an.
Komentar hawkish pejabat top bank sentral Inggris memicu penguatan pound sterling terhadap mata uang-mata uang mayor lain.
EUR/USD semakin depresi di bawah level 1.1550, sedangkan USD/JPY berjaya pada kisaran tertinggi sejak Februari 2020.
Pernyataan Presiden Rusia Vladimir Putin mengakibatkan harga gas tumbang. Sebaliknya, pasar mata uang justru mendapat angin segar.
Kinerja greenback terhadap mata uang-mata uang mayor cenderung beragam, tapi indeks dolar AS bertahan dalam rentang tertinggi sejak November 2020.
Kenaikan inflasi Zona Euro kali ini kemungkinan justru menimbulkan masalah bagi bank sentral Eropa (ECB).
Perbaikan data GDP Inggris kuartal II/2021 telah mengurangi kecemasan. Kenaikan yield obligasi pemerintah Inggris juga membuka peluang apresiasi pound sterling.
Greenback menghadapi risiko government shutdown pada hari Kamis ini, sekaligus ancaman gagal bayar utang AS pada 18 Oktober mendatang.
GBP/USD menyentuh rekor terendah sejak Januari. EUR/GBP berkonsolidasi pada rentang tertinggi sejak Juli, sementara GBP/JPY jatuh ke kisaran 150.20-an.
Publikasi data penjualan ritel Australia tadi pagi gagal menyediakan katalis bullish maupun bearish yang cukup kuat bagi AUD/USD.
Selain karena minim katalis, euro juga masih terlarut dalam kekecewaan terhadap hasil pemilu Jerman yang membuka peluang instabilitas politik jangka pendek.
Kenaikan yield obligasi pemerintah Amerika Serikat dan Eropa telah menarik perhatian para investor, sementara yen jepang melemah menjelang pemilihan Perdana Menteri.
Dolar AS dan pasar FX lebih terpengaruh oleh fluktuasi sentimen risiko global ketimbang keputusan The Fed yang sudah lama diantisipasi.
Aset safe haven seperti dolar AS dan emas relatif stabil lantaran banyak faktor, khususnya masalah utang Evergrande dan penantian hasil rapat FOMC.
Sejumlah analis mensinyalir pound sterling akan terus tertekan menjelang rapat kebijakan bank sentral Inggris (BoE) pada hari Kamis.
Indeks dolar AS mengunjungi rekor tertinggi sebulan pada kisaran 93.45, sebelum surut kembali ke kisaran 93.00.
Data penjualan ritel Inggris terlalu mengecewakan hingga sejumlah analis memprediksi BoE bakal gagal menaikkan suku bunga pada awal tahun depan.
Sejumlah bank sentral utama akan menggelar rapat kebijakan reguler pada pekan depan, sedangkan tiga negara besar akan mengadakan pemilu sepanjang sisa bulan ini.
Data GDP New Zealand terbaru menunjukkan pertumbuhan yang lebih pesat daripada ekspektasi sebelumnya. Tapi NZD/USD hanya melonjak sejenak.
Kesulitan Akses Seputarforex?
Buka melalui
https://bit.ly/seputarforex

Atau akses dengan cara:
PC   |   Smartphone

AWAS
Grup Telegram Palsu Mengatasnamakan Seputarforex!

Baca Selengkapnya Di Sini