iklan

Profil Penulis : a muttaqiena

Alumnus Fakultas Ekonomi, mengenal dunia trading sejak tahun 2011. Seorang News-junkie yang menyukai analisa fundamental untuk trading forex dan investasi saham. Kini menulis topik seputar Currency, Stocks, Commodity, dan Personal Finance dalam bentuk berita maupun artikel sembari trading di sela jam kerja.

iklan

iklan

Eurostat melaporkan bahwa pertumbuhan inflasi konsumen Zona Euro mencapai 2.2 persen (Year-on-Year) pada periode Juli 2021, terutama berkat kenaikan harga bahan bakar.
Dolar New Zealand biasanya cenderung melemah terhadap mata uang-mata uang mayor lain pada bulan Agustus, khususnya pound sterling dan dolar AS.
Indeks dolar AS (DXY) terperosok ke rekor terendah sebulan pada kisaran 91.82 dalam perdagangan hari Jumat ini.
Comdoll dan Sterling meraup cuan terbesar versus dolar AS. EUR/USD menguat ke level 1.1874, sedangkan USD/JPY sempat jatuh sampai 109.67.
Ekspektasi konsensus saat ini mensinyalir FOMC takkan mengubah kebijakan secara signifikan. Namun, ada dua kata yang dapat berdampak besar terhadap dolar AS.
Kemerosotan saham-saham teknologi China mengguncang sentimen pasar global yang sudah rapuh di tengah pandemi COVID-19.
Menjelang rapat dewan kebijakan  Federal Reserve (FOMC) pekan ini, pelaku pasar cenderung berhati-hati di tengah kenaikan kasus baru COVID-19 secara global.
Pound sterling melemah sekitar 0.2 persen ke kisaran 1.3740-an terhadap dolar AS pada pertengahan sesi Eropa, meskipun data penjualan ritel Inggris unggul.
Pengumuman hasil rapat bank sentral Eropa (ECB) kemarin gagal menjadi katalis bullish maupun bearish yang cukup signifikan bagi euro versus dolar AS dan sebagian besar mata uang mayor lain.
Perbaikan sentimen investor telah menekan dolar AS selama dua hari ini, tetapi tema risk-on/risk-off (RORO) masih mendominasi pasar.
Dampak lockdown Australia berpotensi memaksa RBA membatalkan tapering dan mempertahankan stimulus moneter dalam jumlah besar.
USD/JPY terpantau menguat tipis hari ini, tetapi gejolak risk-on/risk-off (RORO) berpotensi memperkuat yen Jepang versus dolar AS.
Kurs dolar AS tertopang oleh kekhawatiran pasar terhadap penyebaran virus SARS-COV-2, sementara investor menyimpan ekspektasi bearish pada rapat ECB besok.
Dolar AS menguat terhadap yen Jepang setelah bank sentral Jepang (BoJ) menyampaikan hasil rapat kebijakannya hari ini.
Keputusan pemerintah Inggris gagal mengenyahkan kekhawatiran pasar, karena banyak faktor lain yang masih membebani pound sterling saat ini.
Kecemasan pasar tentang eskalasi wabah covid-19 termasuk salah satu faktor yang menyokong ketangguhan kurs dolar AS saat ini.
Di luar dugaan semua orang, bank sentral New Zealand (RBNZ) mengumumkan akan mengakhiri program pembelian obligasi pada 23 Juli 2021.
Data inflasi AS menghebohkan pasar. EUR/USD beredar dekat level terendah tiga bulan, sedangkan USD/JPY diperdagangkan dalam rentang tertinggi sepekan.
Hasil survei sentimen bisnis Australia memburuk akibat lockdown COVID-19, khususnya di negara bagian New South Wales yang beribukota di Sydney.
Pandemi COVID-19 kembali menimbulkan kekhawatiran investor, sehingga mata uang safe haven seperti dolar AS dan yen Jepang berkinerja lebih tangguh.
Bauran beragam faktor menekan nilai tukar GBP/USD akhir pekan ini, setelah rilis data-data ekonomi Inggris menunjukkan kinerja yang mengecewakan.
Selain kabar baru dari The Fed, pasar juga memperhitungkan penyebaran virus SARS-COV-2 varian Delta yang memicu pengetatan lockdown di berbagai negara.
EUR/USD beranjak dari rekor terendah tiga bulannya setelah ECB mengumumkan perubahan target inflasi Zona Euro. Namun, penguatan euro kemungkinan masih rawan.
Dalam rapat kebijakan kemarin, bank sentral Australia memangkas laju pembelian obligasi dari 5 miliar menjadi 4 miliar dolar Australia per minggu.
Selagi dolar AS tertekan, pound sterling mendapatkan dorongan tambahan dari revisi hasil survei Purchasing Managers' Index (PMI) Inggris.

Kesulitan Akses Seputarforex?
Silahkan buka melalui https://bit.ly/seputarforex


Alternatifnya, lakukan solusi ini jika Anda mengakses lewat:
PC   |   Smartphone