Advertisement

iklan

Profil Penulis : AxiTrader

AxiTrader merupakan broker yang beroperasi di bawah perusahaan AxiCorp Financial Services Pty Ltd (AxiCorp). Broker ini berupaya menyajikan layanan trading kredibel dengan fitur VPS gratis di semua akun.
Xm

iklan

Advertisement

iklan

Pelemahan Dolar menjadi tema utama minggu ini. Namun, Pound dan Yen diyakini masih belum mampu memanfaatkan kondisi tersebut untuk mendulang penguatan.
Dolar AS, Pound, dan Yen Jepang cenderung melemah, sementara Euro dan Dolar Australia menunjukkan indikasi yang berbeda. Simak ulasan selengkapnya di bawah ini.
Gejolak politik yang mulai terlihat kembali di AS dan kondisi teknikal saat ini, mensinyalkan bahwa EUR/USD berpotensi menguat. Sampai berapa target kenaikannya?
Peluang trading dari GBP/USD masih cenderung buy karena baik secara fundamental maupun teknikal, harga masih berpotensi menguat.
Dua pekan terakhir di bulan Desember akrab dikenal sebagai periode perencanaan untuk Q1 tahun berikutnya. Karena itu, analisa mingguan kali ini mencoba menelaah trend akhir tahun 2019 sebagai patokan analisa di tahun depan,
Kemenangan telak Partai Konservatif yang semakin mendekati kenyataan membuat Pound menguat tajam versus Dolar AS. Bagaimanakah proyeksi selanjutnya?
FOMC kemungkinan tak memberikan pengaruh berarti pada pergerakan emas, karena isu kesepakatan dagang lebih memicu pasar untuk beraksi dengan logam mulia.
Rilis data ekonomi minggu ini kemungkinan akan dikesampingkan oleh para pelaku pasar yang lebih menyoroti pertemuan FOMC dan outlook pemilu Inggris.
Setup GBP/JPY terpantau memunculkan peluang yang menarik, baik dari segi fundamental maupun teknikal. Berikut analisa harian selengkapnya untuk pair tersebut.
Setup trading yang menarik terlihat di pair EUR/JPY. Outlook fundamental dan teknikal untuk pasangan mata uang ini menunjukkan indikasi yang bisa ditarik benang merahnya.
Naiknya minat risiko akibat sinyal positif kesepakatan dagang dan pelemahan data ekonomi AS mendorong kenaikan EUR/USD hingga menembus area resistance penting.
Indikasi EUR/USD dan USD/JPY sama-sama menunjukkan outlook pelemahan bagi Dolar AS. Level-level mana saja yang bisa menjadi target?
Selain sentimen dagang yang masih diselimuti ketidakpastian, serangkaian rilis data ekonomi AS pada pekan ini diperkirakan bisa menentukan arah pergerakan pasar.
Setelah terjebak dalam range perdagangan yang sempit, nilai tukar Euro terhadap Dolar AS kemungkinan baru akan terpicu oleh rilis data ekonomi AS.
Secara umum, emas masih dalam batas konsolidasi meski ketidakpastian dagang sempat muncul pasca Trump meneken perundang-undangan AS terkait Hong Kong.
Dengan progres pembicaraan dagang yang semakin mendekati terwujudnya kesepakatan fase satu, akankah penandatanganan perjanjian bisa dilangsungkan sebelum deadline tarif impor 15 Desember?
Secara keseluruhan, mata uang mayor diharapkan menguat kecuali ada kejutan dari sentimen dagang AS-China yang menghantam minat risiko pasar.
Dolar AS memang di atas angin, tapi analis AxiTrader belum terlalu yakin jika prospek kenaikan lebih lanjut sudah benar-benar terkunci.
Negosiasi dagang masih mendominasi sentimen pasar, dengan selera risiko pasar yang tampak membaik setelah Liu He mengungkapkan optimismenya.
Manuver pemerintah AS terkait polemik Hong Kong berpotensi meningkatkan tensi hubungan dengan China. Apakah ini akan mengancam kesepakatan dagang yang tengah diupayakan?
Gejolak dagang AS-China dan rilis notulen FOMC diperkirakan menjadi katalis dominan di sepanjang pekan ini. Simak ulasan selengkapnya di bawah ini.
Risiko ketidakpastian belum sepenuhnya sirna meski dua pejabat AS telah mengumumkan pernyataan positif terkait persetujuan dagang AS-China.
Pasar dibuat kecewa oleh rilis data ekonomi yang meleset dari ekspektasi. Munculnya keraguan baru soal kesepakatan dagang juga menambah turunnya minat risiko.
Alih-alih mensinyalkan pembatalan tarif impor terhadap barang-barang China, Trump justru mengumumkan hal-hal yang kembali menegaskan ide proteksionisme darinya.
Pertengahan pekan ini, Ketua Fed Jerome Powell dijadwalkan berbicara di hadapan senat mengenai kebijakan moneter. Namun, pasar tampaknya lebih memperhatikan perkembangan isu dagang ketimbang event tersebut.