Advertisement

iklan

Profil Penulis : Buge Satrio

Buge Satrio Lelono memiliki latar belakang pendidikan IT dan mengenal forex sejak tahun 2003 ketika platform Metatrader masih versi 3. Setelah berlatih di akun demo selama beberapa tahun dan mencoba berbagai teknik trading, Buge menekuni forex secara full-time sejak awal 2014. Kini aktif trading mengandalkan pengamatan Price Action, Ichimoku Kinko-hyo, Trading Plan, dan pengendalian risiko tak lebih dari 1 persen.

iklan

iklan

Meski suram, outlook emas sementara ini belum benar-benar negatif dalam skala long term. Hal ini karena harga masih bertahan di atas 50%-61.8% retracement.
Perspektif long-term EUR/USD kian suram, tapi waspadai juga oversold ekstrem pada indikator RSI Monthly.
Level 0.9945/54 menjadi fokus hingga pengumuman kebijakan dan konferensi pers The Fed dini hari besok. Sejauh ini, Euro terpantau bergerak melemah.
Dolar AS masih tak jauh dari level tertinggi 20 tahun menjelang pengumuman kebijakan The Fed dan bank sentral lainnya. Dalam jangka panjang, DXY pun masih cenderung bullish.
Pasar saat ini cenderung menanti putusan kebijakan The Fed yang akan diumumkan pekan depan. Pergerakan Dolar secara umum masih bullish selama harga di atas 109.34.
Di tengah ekspektasi berlanjutnya kenaikan suku bunga ECB, data inflasi AS menjadi fokus penting pada hari ini.
Aksi harga yang membentuk Three White Soldiers dan Three Black Crows belakangan ini muncul lebih sering ketimbang tahun sebelumnya.
Indeks Dolar cenderung membutuhkan jeda setelah terkoreksi dari rekor tertinggi baru pada perdagangan kemarin. Skenario ini terkonfirmasi apabila terjadi penutupan di bawah 109.33.
Bias jangka pendek hingga menengah masih negatif. Sebaiknya pantau aksi harga di level 0.9995 menjelang laporan tenaga kerja AS malam nanti.
Bias Daily USD masih tetap positif sejauh ini. Namun, waspadai skenario penurunan apabila konfirmasi Double Top terpenuhi.
Euro berupaya rebound kemarin. Tetapi, outlook Daily dan intraday masih negatif dengan konfirmasi bearish lebih lanjut di area 0.9926/0.9900.
Level 1.0000 kembali berisiko tertembus seiring dengan menguatnya Indeks Dolar AS pekan lalu. Bias pergerakan harian EUR/USD saat ini cenderung negatif.
Bias Daily cenderung bullish tapi masih membutuhkan konfirmasi aksi harga di atas kurva MA-50.
Outlook jangka pendek hingga jangka panjang Dolar AS menjadi cukup menarik untuk disimak menyusul rilis data inflasi AS periode Juli.
Sejauh ini, Euro masih bergerak dengan range terbatas terhadap Dolar AS. Investor cenderung "wait and see" menjelang rilis data inflasi AS.
Rentang minor support/resistance sejauh ini belum berubah. Ada kemungkinan range tersebut tetap utuh hingga menjelang publikasi data inflasi AS.
Pergerakan harga kemungkinan akan terbatas pada hari ini karena pelaku pasar cenderung berhati-hati menjelang data tenaga kerja AS yang akan dirilis besok.
Bias jangka pendek/menengah masih negatif, tapi ada peluang untuk melanjutkan konsolidasi yang lebih tinggi selama harga bergerak di atas 1.0129/1.0096.
Fase konsolidasi adalah skenario jangka pendek/menengah yang tidak dapat diabaikan menyusul price action (Daily/H4) dan divergensi RSI (H4).
Putusan kebijakan ECB menjadi fokus pasar pekan ini. Gejolak harga kemungkinan akan terjadi saat pengumuman dan konferensi pers yang berlangsung petang nanti.
Potensi untuk melanjutkan rebound menuju resistance Monthly 1.0340 makin terbuka setelah terbentuknya pola candle Three White Soldiers.
Potensi untuk memperpanjang pemulihan masih cukup terbuka, tapi waspadai pula skenario recovery yang bersifat sementara mengingat outlook Daily masih negatif.
Ekonom memperkirakan inflasi tahunan AS meningkat jadi 8.8 persen. Breakout tegas di bawah 1.0000 dapat memicu aksi jual susulan.
Merosot 2.31 persen di sepanjang pekan lalu, level psikologis 1.0000 jadi tambah mendekat. Bagaimana skenario trading EUR/USD dalam kondisi bearish ini?
Merosot tajam pada perdagangan kemarin, Euro terbebani melonjaknya harga gas. Sedangkan USD ditopang oleh naiknya yield obligasi AS.