Advertisement

iklan

Profil Penulis : Buge Satrio

Buge Satrio Lelono memiliki latar belakang pendidikan IT dan mengenal forex sejak tahun 2003 ketika platform Metatrader masih versi 3. Setelah berlatih di akun demo selama beberapa tahun dan mencoba berbagai teknik trading, Buge menekuni forex secara full-time sejak awal 2014. Kini aktif trading mengandalkan pengamatan Price Action, Ichimoku Kinko-hyo, Trading Plan, dan pengendalian risiko tak lebih dari 1 persen.

iklan

iklan

Setelah bergerak dalam range sideways, level 1.3565 menjadi fokus untuk mewaspadai aksi beli menjelang data inflasi Inggris pada hari ini.
Level 1.1441 (Kijun-sen H4) jadi fokus untuk perdagangan intraday hari ini. Waspadai rilis data inflasi konsumen AS yang merupakan katalis penting dalam waktu dekat.
Walaupun masih didukung sentimen kenaikan suku bunga The Fed dan bergerak di atas MA-30, waspadai divergensi indikator RSI dalam jangka menengah/panjang,
Walaupun masih bearish dalam jangka menengah, Morning Star di time frame Daily adalah candle pattern yang harus diwaspadai.
Meskipun berbias bullish dari segi fundamental, pola Evening Star dapat berisiko mengkonfirmasi fase koreksi Dolar dalam jangka pendek.
EUR/USD masih menjaga risiko bearish jangka pendek/menengah selama bergerak di bawah 1.1334. Sementara itu, GBP/USD sedang berada di persimpangan.
Dolar kembali memasuki range November 2021, sehingga kehati-hatian barangkali dibutuhkan hingga menjelang rilis notulen rapat The Fed pekan ini.
Euro masih terlihat sideways di lintasan Ascending Triangle sejauh ini. Sementara itu, Pound berisiko melanjutkan upswing menuju resistance Daily terdekat.
Indeks Dolar sejauh ini bertahan di atas MA-30, didukung indikator RSI yang berada di teritori positif pasca rilis notulen FOMC.
Euro dan Pound berguguran usai rilis data CPI AS. Strategi day trading saat ini adalah mencari posisi sell saat harga bergerak naik.
Pasca NFP pekan lalu, Pin Bar pada Indeks Dolar juga diiringi terbentuknya candle pattern yang sama pada pair EUR/USD dan GBP/USD.
Setelah terbentuknya Pin Bar, skenario koreksi Dolar menuju DMA-30 tidak dapat diabaikan dalam beberapa hari ke depan.
Dolar tinggal beberapa langkah untuk naik menembus zona resistance 94.50-95.00. Akan tetapi, awasi kecenderungan Rising Wedge yang umumnya memperbesar risiko pullback.
Indeks Dolar masih mungkin melanjutkan reli menembus level tertinggi bulan Oktober yang sekarang ini menjadi level resistance krusial jangka menengah/panjang.
EUR/USD melonjak 0.65 persen dalam kenaikan terbesar sejak September lalu. Sedangkan, GBP/USD kembali mengkonfirmasi bias positif dalam jangka pendek hingga menengah.
Putusan ECB dan data GDP AS diperkirakan berdampak tinggi mempengaruhi sentimen pasar. Euro bergerak terbatas, sementara Pound tertekan di bawah Tenkan-sen.
Outside Bar EUR/USD terbentuk setelah gagal menembus resistance 1.1668 dalam 4 hari terakhir. Sementara itu, GBP/USD cenderung berkonsolidasi.
Bias mid-term GBP/USD positif setelah mampu mempertahankan posisi di atas 1.3777. Sementara, Gold membutuhkan konfirmasi penutupan Daily di atas 1787.13 untuk memicu momentum upside.
Bias jangka pendek/menengah EUR/USD negatif meski proyeksi upswing masih valid. Sementara itu, GBP/USD berisiko overbought walaupun masih di atas Kijun-sen.
Indeks Dolar menunjukkan tendensi memasuki fase koreksi setelah gagal breakout dari level tertinggi satu bulan.
Euro masih berisiko melanjutkan penurunan dalam jangka pendek/menengah terhadap Greenback setelah price action Weekly dan Daily.
Zona support jangka menengah di bawah ancaman. Level 1.1786 jadi fokus untuk mewaspadai aksi jual susulan.
Harga emas dalam jangka pendek/menengah masih berisiko melanjutkan pelemahan selama bergerak di bawah 1809.37
Dolar AS berisiko melanjutkan downswing dalam jangka menengah setelah terbentuknya Three Inside Down pada time frame Weekly.
Sejalan dengan osilator RSI yang kini berada di area negatif, kurva DMA-30 kembali terancam. Begitu pun support trendline yang terbentuk sejak awal Juni.