Advertisement

iklan

Profil Penulis : Buge Satrio

Buge Satrio Lelono memiliki latar belakang pendidikan IT dan mengenal forex sejak tahun 2003 ketika platform Metatrader masih versi 3. Setelah berlatih di akun demo selama beberapa tahun dan mencoba berbagai teknik trading, Buge menekuni forex secara full-time sejak awal 2014. Kini aktif trading mengandalkan pengamatan Price Action, Ichimoku Kinko-hyo, Trading Plan, dan pengendalian risiko tak lebih dari 1 persen.

iklan

iklan

Setelah naik lebih 1 persen dalam sepekan dan membentuk pola Piercing Line, fase konsolidasi Indeks Dolar didukung indikator RSI Daily.
Dengan posisi harga emas yang melemah setelah mencapai level tertinggi, skenario koreksi tak dapat diabaikan hingga menjelang pengumuman The Fed.
Bias jangka pendek dan menengah Indeks Dolar untuk saat ini masih negatif. FOMC adalah katalis penting yang menjadi fokus pasar berikutnya.
Sempat melemah, EUR/USD berbalik menguat setelah rilis data PMI Zona Euro dan AS. Outlook dalam jangka pendek sejauh ini masih bertendensi bullish.
Meningkatnya kekhawatiran akan perlambatan ekonomi AS masih membebani Dolar. Level kunci 100.00 bahkan mulai berisiko tersentuh.
Berkonsolidasi dalam lintasan Ascending Triangle, awasi level 1.0868 dan 1.0782. Selain itu, perhatikan pola candle yang terbentuk di sekitar level-level tersebut.
Sideways empat hari beruntun, struktur teknikal jangka pendek hingga menengah Indeks Dolar tetap negatif.
Upswing menuju level 2000 adalah skenario jangka menengah yang tak bisa diabaikan setelah harga emas melonjak lebih dari 1 persen pada akhir pekan lalu.
Greenback ditutup anjlok 0.98 persen usai rilis data inflasi AS. Dengan level keseimbangan di 101.99 yang mulai terancam, Indeks Dolar berisiko turun di bawah level kunci 100.
Masih berisiko upswing, prospek bullish pasangan mata uang EUR/USD juga didukung oleh pola candlestick Three Outside Up.
Bias jangka pendek dan menengah Indeks Dolar masih negatif. Akibatnya, level terendah 6 bulan sedang terancam.
Di sepanjang 2022, Dolar AS masih mengakumulasi penguatan 8.18% yang ditopang oleh pengetatan moneter The Fed.
Dalam jangka pendek, Euro masih berpeluang bullish selama bergerak di atas 1.0515. Untuk jangka panjang, level 1.0199 adalah acuan naik ke level keseimbangan 1.0945.
Emas masih berisiko upswing selama diperdagangkan di atas area 1722.42. Sinyal indikator RSI dan price action juga mendukung skenario bullish ini.
Bias dalam jangka pendek masih positif, tapi sebaiknya waspadai Three Outside Down yang berisiko memicu fase koreksi pada EUR/USD.
Menyambut pengumuman FOMC, Euro tetap menjaga momentum upswing jangka pendek selama bergerak di atas 1.0595.
Tak ada perubahan berarti dalam sepekan terakhir. Greenback masih berisiko bearish dalam jangka pendek.
Sejauh ini, belum ada indikasi Dolar AS akan memulai fase konsolidasi dari pelemahan beberapa pekan sebelumnya.
Data tenaga kerja AS tak mampu menopang rebound Dolar. Akibatnya, penurunan menuju level keseimbangan adalah skenario jangka menengah yang tak dapat diabaikan.
Meskipun bias Daily masih positif, Euro kehilangan tenaga dan Pin Bar terbentuk. Antisipasi pasar terhadap rilis data GDP dan NFP AS berisiko menekan Euro.
Dolar berhasil menguat hingga penutupan perdagangan akhir pekan, tapi bias jangka pendek masih negatif. Butuh breakout di atas 107.57 untuk mengubah outlook.
Bias Indeks Dolar masih negatif dan berisiko breakout. Sebaliknya, Daily EUR/USD bertendensi bullish di atas 1.0333.
Indeks Dolar berhasil memperpanjang rebound, namun outlook dalam jangka pendek masih dibayangi risiko bearish.
Menutup candle Weekly di atas 23.6% retracement, Euro dan Pound berpotensi melanjutkan upswing menuju level keseimbangan jangka menengah hingga panjang.
Euro melemah tajam menjelang rilis data inflasi AS yang jadi fokus pasar pekan ini. Namun, outlook daily masih bertendensi bullish.