Profil Penulis : Buge Satrio

Buge Satrio Lelono memiliki latar belakang pendidikan IT dan mengenal forex sejak tahun 2003 ketika platform Metatrader masih versi 3. Setelah berlatih di akun demo selama beberapa tahun dan mencoba berbagai teknik trading, Buge menekuni forex secara full-time sejak awal 2014. Kini aktif trading mengandalkan pengamatan Price Action, Ichimoku Kinko-hyo, Trading Plan, dan pengendalian risiko tak lebih dari 1 persen.
Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Setelah berkonsolidasi dalam lintasan Triangle pada grafik H1, breakout terhadap chart pattern itu tidak serta merta mengubah outlook intraday yang sejauh ini masih tetap positif.
DMA-30 sementara ini masih membatasi upswing Euro terhadap Greenback. Namun, bias intraday bertendensi bullish selama diperdagangkan di atas level Kijun-sen H4
Outlook jangka pendek masih negatif jika di bawah DMA-30. Namun, terbentuknya Outside Bar Daily membuka risiko untuk memperpanjang rebound.
Breakout Inside Bar tidak disambut dengan aksi jual yang signifikan kemarin. Sementara itu, pasar tengah bersiap menanti rilis data inflasi AS dan testimoni Powell.
Bias jangka pendek menjadi negatif setelah Euro melemah terhadap Dolar AS di sepanjang pekan lalu. Namun, waspadai kondisi oversold yang bisa meningkatkan risiko rebound.
Outlook jangka pendek sejauh ini masih positif menjaga prospek bullish, selama EUR/USD bergerak di atas DMA-30 (Daily Moving Average periode 30). Namun, risiko Double Top tidak dapat diabaikan.
EUR/USD masih berada dalam lintasan Falling Wedge di time frame Weekly. Namun, Three White Soldiers yang terbentuk dalam 3 pekan terakhir mengancam breakout untuk membuka fase bullish.
Outlook Daily positif selama harga bergerak di atas DMA-30 dan sangat bullish di atas 1.2582, yang sekarang menjadi support penting dalam jangka pendek.
Bullish Engulfing yang terbentuk pada chart Daily adalah pola yang nyaris sempurna, mencerminkan kuatnya respon buyers setelah Poundsterling ditopang kabar positif terkait Brexit.
Pasangan mata uang ini bertendensi bullish setelah terbentuknya Three Inside Up pada time frame Daily, serta aksi harga yang masih bergerak stabil di atas level Kijun-sen H4.
Outlook Daily cenderung negatif setelah penutupan candlestick di bawah DMA-30. Sementara, pembukaan harga atau Open Daily di bawah Kijun-sen H4 juga ikut mendukung tendensi bearish.
Outlook Daily masih negatif selama harga di bawah DMA-30 dengan candlestick Inside Bar. Namun, outlook intraday juga punya potensi bullish jika Kijun H4 membatasi downside.
Terbentuknya Piercing Pattern pada time frame Daily menunjukkan respon buyers, sehingga EUR/USD masih mampu menghindari ancaman breakout support kritis jangka menengah pada perdagangan kemarin.
Bias teknikal masih negatif selama harga bergerak di bawah DMA-30. Sementara, skenario recovery dalam perdagangan inraday membutuhkan breakout di atas 1.0963 (Kijun-sen H4).
Bias intraday sangat bearish pada hari ini, tapi waspadai risiko bouncing menjelang rilis data GDP AS dan pidato Draghi.
Outlook jangka pendek masih tetap positif, menjaga prospek bullish selama GBP/USD berada di atas DMA-30. Namun, skenario korektif tidak dapat diabaikan.
Pada time frame Daily, terbentuknya Double Bottom adalah konfirmasi yang memperbesar potensi untuk mengejar breakout DMA-30 dan resistance 1.1163.
Sebaiknya menyingkir dulu dari perdagangan Intraday terhadap pasangan mata uang EUR/USD, untuk menunggu putusan kebijakan ECB yang diperkirakan bisa menjadi katalis utama.
Posisi Euro terhadap Greenback sedang berada di persimpangan. Kondisi ini juga bisa menjadi peluang untuk menguji ketahanan area 1.0950-1.0850 dalam portofolio jangka menengah hingga panjang.
Euro melemah terbatas versus Dolar AS kemarin. Bias intraday masih negatif, tapi waspadai respon buyers apabila harga naik menembus Kijun-sen H4.
Poundsterling masih berlanjut menguat terhadap Greenback. Bias intraday masih tetap bullish selama harga bergerak di atas area 1.2178/1.1295
Isu Brexit lagi-lagi menjadi faktor utama yang memicu fluktuasi Poundsterling. Secara teknikal, grafik Weekly dan Monthly menyuguhkan hal yang cukup menarik untuk disimak.
Penutupan candle H1 di bawah Kijun-sen H4 berisiko menempatkan Sterling di posisi yang rentan bearish dalam perdagangan intraday hari ini.
Sterling berbalik menguat versus Greenback. Penutupan candlestick H1 di atas 1.2175 dapat berisiko memicu bullish susulan pada hari ini.
Double Top terbentuk setelah Sterling kehilangan tenaga untuk berakselerasi lebih tinggi, tapi buyers masih merespon saat harga turun ke level Kijun-sen H4.