Advertisement

iklan

Profil Penulis : Buge Satrio

Buge Satrio Lelono memiliki latar belakang pendidikan IT dan mengenal forex sejak tahun 2003 ketika platform Metatrader masih versi 3. Setelah berlatih di akun demo selama beberapa tahun dan mencoba berbagai teknik trading, Buge menekuni forex secara full-time sejak awal 2014. Kini aktif trading mengandalkan pengamatan Price Action, Ichimoku Kinko-hyo, Trading Plan, dan pengendalian risiko tak lebih dari 1 persen.
Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Meskipun cenderung bearish, Indeks Dolar masih berkonsolidasi di antara 61.8 persen dan 78.6 persen Fibo Retracement. Dua level itu menjadi fokus jangka pendek jelang rilis data ketenagakerjaan AS.
Bias intraday sementara ini masih negatif apabila bergerak di bawah Kijun-sen H4. Namun, waspadai respons buyers saat EUR/USD mengancam breakout minor support trendline.
Meski menguat di akhir pekan, bias time frame Daily sementara ini masih negatif di bawah DMA-30. Kewaspadaan pasar juga tercermin dari osilator dan rerata pergerakan harian yang cenderung mixed.
Bias Daily GBP/USD bertendensi bullish setelah terbentuknya candle pattern Outside Bar dan pergerakan harga di atas DMA-30. Bias Intraday masih positif selama bergerak di atas area 1.2446/20.
Meski menguat di akhir pekan, bias time frame Daily sementara ini masih negatif, menempatkan level 97.82 sebagai fokus untuk mengantisipasi rilis data PMI pada pekan berikutnya.
Berkonsolidasi di antara 1.2640 - 1.2460, bias Daily GBP/USD masih bertendensi bullish. Sementara itu, outlook intraday rentan terhadap aksi jual yang berisiko menekan harga.
Zona resistance krusial jangka pendek/menengah berada di bawah ancaman. Momentum bullish untuk perdagangan intraday pada hari ini masih terjaga apabila EUR/USD diperdagangkan di atas area 1.1167/1.1146
Di sepanjang pekan, Indeks Dolar ditutup dengan penguatan 1.27 persen. Namun secara umum, harga masih belum keluar dari area konsolidasi.
Meski tergelincir setelah rilis data NFP, Indeks Dolar sejauh ini masih berkonsolidasi dalam rentang yang terbatas pada grafik Daily.
Area support 1.0780/50 masih bertahan jelang rilis data NFP AS, yang diperkirakan bisa menjadi katalis penting untuk mempengaruhi sentimen pasar.
Melemah selama enam hari beruntun, Indeks Dolar berisiko melanjutkan penurunan menuju level 161.8 persen Fibo Retracement
Risk appetite masih menjadi sentimen yang membebani Greenback setelah rilis data GDP kuartal pertama AS dan Zona Euro
Euro berisiko memperpanjang rebound terhadap Dolar AS dan mengancam breakout DMA-30 selama bergerak di atas level 1.0793/1.0805.
Tak mampu memicu breakout dari resistance terdekat pada akhir pekan lalu dan turun makin rendah di sesi New York hari ini, Indeks Dolar cenderung bearish jika bergerak di bawah DMA-30.
Risk aversion sedikit reda menjelang akhir pekan, setelah Trump mengumumkan rencana pelonggaran aturan pembatasan untuk menghidupkan kembali kegiatan ekonomi AS yang lumpuh akibat COVID-19.
Euro melemah terhadap Dolar AS di sesi Eropa hari ini. Namun, bias intraday masih berisiko bullish selama bergerak di atas 1.0915.
Bergerak di bawah DMA-30, Indeks Dolar berisiko melanjutkan bearish hingga menjelang data Retail Sales AS yang akan dirilis hari ini.
Bergerak di atas kurva DMA-30, bias jangka pendek memang bertendensi bullish. Namun, breakout 1.2485 masih dibutuhkan sebagai konfirmatornya.
Euro berpotensi memperpanjang rebound terhadap Greenback setelah terbentuknya candle pattern Bullish Engulfing pada grafik Daily.
DXY kehilangan tenaga untuk bergerak lebih tinggi. Upswing EUR/USD dan GBP/USD adalah kemungkinan yang tidak dapat diabaikan.
Menjelang rilis data NFP, bias short-term Indeks Dolar masih positif, meski klaim pengangguran dan laporan ADP AS menunjukkan dampak buruk lockdown akibat wabah corona.
Sentimen terhadap aset berisiko mendapat angin segar setelah rencana stimulus AS bergulir. EUR/USD berpeluang naik lebih tinggi apabila mampu bertahan di atas Kijun-sen Daily.
Klaim pengangguran AS akan menjadi fokus pasar pada hari ini, menyusul lockdown sejumlah kota besar di negeri tersebut akibat wabah virus corona.
Lonjakan Indeks Dolar menjadi cermin kepanikan investor dan pemilik modal yang mengguncang pasar. EUR/USD dan GBP/USD berisiko turun lebih rendah dalam jangka menengah.
Dolar AS terus melaju terhadap sejumlah mata uang rival-rivalnya. Momentum bullish masih terjaga selama harga bergerak di atas level 100.00

Kesulitan Akses Seputarforex?
Silahkan buka melalui https://bit.ly/seputarforex

Alternatifnya, lakukan solusi ini jika Anda mengakses lewat:
PC   |   Smartphone