iklan

Profil Penulis : Buge Satrio

Buge Satrio Lelono memiliki latar belakang pendidikan IT dan mengenal forex sejak tahun 2003 ketika platform Metatrader masih versi 3. Setelah berlatih di akun demo selama beberapa tahun dan mencoba berbagai teknik trading, Buge menekuni forex secara full-time sejak awal 2014. Kini aktif trading mengandalkan pengamatan Price Action, Ichimoku Kinko-hyo, Trading Plan, dan pengendalian risiko tak lebih dari 1 persen.

iklan

iklan

Meski di bawah tekanan, DXY mampu mengikis pelemahan di akhir pekan. Sementara itu, EUR/USD kehilangan tenaga dalam upayanya menutup harga di atas 1.1916.
Berhasil pulih di sepanjang pekan lalu, kenaikan Indeks Dolar tergerus jelang penutupan di akhir minggu. EUR/USD pun bangkit setelah sempat turun mengancam DMA-30.
Euro turun tajam terhadap Dolar AS kemarin setelah melemah dari area resistance 1.1916. Namun, outlook Daily dan H1 masih positif sejauh ini.
Bias Daily Euro terhadap Dolar AS bertendensi bullish setelah naik menembus DMA-30 dan mencetak reli lebih dari 200 pips.
Turun 1.92 persen dalam 5 hari perdagangan, Indeks Dolar kini mengancam support penting jangka menengah. Bagaimana outlook berikutnya?
Setelah EUR/USD melorot di sepanjang pekan, level 1.1611 menjadi fokus dalam beberapa hari ke depan,
Meski Euro kehilangan tenaga setelah gagal mempertahankan posisi di atas 1.1871, bias Daily masih positif jika bergerak di atas DMA-30.
Outlook Daily Dolar cenderung negatif setelah DXY turun di bawah kurva DMA-30 dan berakhir melemah 0.98 persen di sepanjang pekan.
Waspadai aksi harga terhadap level 1.2115 (50% Monthly Fibo Retracement) untuk menandai perubahan siklus jangka panjang. Sementara itu, pergerakan harga skala Weekly sejauh ini masih terjebak Inside Bar.
Dolar AS berakhir melemah tipis versus beberapa mata uang utama lainnya pada perdagangan Jumat. Namun, bias Daily masih berisiko bullish.
Meningkatnya risk appetite menyebabkan Greenback tertekan hingga penutupan perdagangan akhir pekan. Risiko bearish menjadi terbuka setelah turun di bawah DMA-30.
Outlook Daily EUR/USD sementara ini masih negatif di bawah DMA-30. Namun, grafik H4 dan H1 cenderung bullish.
Melemah selama empat hari beruntun, sejauh ini Indeks Dolar masih bertahan di atas kurva DMA-30.
Bias Daily sementara ini masih negatif jika di bawah DMA-30. Namun, Three Inside Up terbentuk kemarin dan mencerminkan upaya buyers untuk menguasai perdagangan.
Laju Greenback tertahan di awal pekan. Namun, outlook Daily sejauh ini masih positif menjaga prospek bullish.
Indeks Dolar berhasil menguat menjelang weekend, tapi masih tercatat melemah cukup tajam di sepanjang pekan.
Euro naik menembus level Kijun-sen Daily setelah pengumuman ECB, tapi kemudian merosot sehingga membentuk spike upper shadow.
Dolar AS masih berpeluang memperpanjang penguatannya hingga menjelang publikasi kebijakan moneter ECB yang menjadi fokus utama pasar pekan ini.
Euro masih menjaga risiko bullish terhadap Dolar AS selama diperdagangkan di atas 1.1915. Level psikologis 1.2000 menjadi target selanjutnya.
Kinerja Dolar AS makin lesu setelah pidato Powell. Breakout terhadap Low pekan sebelumnya dapat berisiko memicu penurunan yang lebih dalam.
Berhasil ditutup menguat pada perdagangan Jumat, Indeks Dolar masih membutuhkan penembusan di atas level 94.00 untuk mengkonfirmasi koreksi jangka pendek.
Outlook Daily Dolar AS masih negatif selama harga bergerak di bawah DMA-30. Namun, waspadai pula divergensi pada indikator RSI.
Menjelang laporan FOMC dan ECB, dominasi buyers untuk menyentuh level 1.2000 adalah kemungkinan yang tidak dapat diabaikan jika EUR/USD bergerak di atas 1.1931.
Bias Daily dan H1 sama-sama positif sejauh ini. Namun, akselerasi di atas 1.1850/63 dibutuhkan untuk menargetkan resistance terdekat di 1.1915 (High 6 Agustus).
Didukung prospek stimulus fiskal dan naiknya yield obligasi AS, upside Indeks Dolar sejauh ini masih dengan range terbatas.

Kesulitan Akses Seputarforex?
Silahkan buka melalui https://bit.ly/seputarforex


Alternatifnya, lakukan solusi ini jika Anda mengakses lewat:
PC   |   Smartphone