Advertisement

iklan

Profil Penulis : Buge Satrio

Buge Satrio Lelono memiliki latar belakang pendidikan IT dan mengenal forex sejak tahun 2003 ketika platform Metatrader masih versi 3. Setelah berlatih di akun demo selama beberapa tahun dan mencoba berbagai teknik trading, Buge menekuni forex secara full-time sejak awal 2014. Kini aktif trading mengandalkan pengamatan Price Action, Ichimoku Kinko-hyo, Trading Plan, dan pengendalian risiko tak lebih dari 1 persen.
Advertisement

iklan

FirewoodFX

iklan

Morning Star terkonfirmasi setelah GBP/USD parkir di atas kurva DMA-30 pada penutupan perdagangan kemarin. Strategi buy dips layak diperhitungkan untuk hari ini.
Indeks Dolar memperpanjang meskipun rilis sejumlah data AS bervariasi. Bias EUR/USD berbalik menjadi negatif, sementara GBP/USD tetap bertendensi bearish.
Time frame H4 masih menjaga risiko bullish jika support 97.00 bertahan. Sementara itu, breakout di atas level 98.00 berpotensi mematahkan Descending Channel pada grafik Daily.
Minor support trendline masih sanggup bertahan setelah Sterling merosot pasca data inflasi Inggris. Risiko untuk bergerak lebih tinggi adalah kemungkinan yang tak dapat diabaikan apabila Kijun-sen H4 mampu ditembus.
Gagal mengejar breakout resistance terdekatnya, Indeks Dolar kemudian terkoreksi setelah rilis data CPI AS. Bias Daily sementara ini masih tetap negatif.
Bias intraday EUR/USD bertendensi bullish, setelah ditutup lebih tinggi di atas DMA-30 pada perdagangan kemarin. Sementara itu, GBP/USD malah rentan bearish.
Indeks Dolar menguat 0.47 persen selama sepekan, tapi keseluruhan masih bergerak dalam lintasan Descending Channel. Di sisi lain, EUR/USD terjebak Outside Bar di akhir pekan, sementara GBP/USD terjebak Inside Bar.
Euro dan Sterling sama-sama ditutup melemah terhadap Dolar AS pada perdagangan kemarin. Namun, dua mata uang ini masih bergerak di atas kurva DMA-30.
Level 1.1180 menjadi fokus yang barangkali terpaksa harus diawasi untuk sementara ini. Price action atau aksi harga di atas level ini dibutuhkan untuk membangun kembali momentum bullish jangka pendek.
Reli Poundsterling terhambat pada perdagangan perdana 2020 setelah rilis data PMI manufaktur Inggris. Terbentuknya Inside Bar Daily menjadi indikasi reaksi sellers yang bisa berlanjut hari ini.
Outlook jangka pendek EUR/USD masih tetap positif selama bergerak di atas DMA-30. Namun, harga berisiko terkoreksi apabila bergerak di bawah 1.1212/25 pada perdagangan hari ini.
Menyusut 1 persen lebih di bulan Desember 2019, Indeks Dolar berpotensi melemah lagi setelah keluar dari lintasan Rising Wedge dalam skala Weekly.
Secara teknikal, penurunan ke kisaran 1.3012/1.2975 pada skala Daily adalah kondisi ideal untuk mencari posisi buy yang baru.
Outlook Daily memang masih positif, tapi Sterling berisiko melanjutkan koreksinya dalam perdagangan intraday setelah kemarin turun menembus Kijun-sen H4.
Setelah terbentuknya Three Outside Up pada grafik Monthly, level 1.3370 secara teknikal akan menjadi penting atau bertindak sebagai key resistance dalam jangka panjang.
Terbentuknya Outside Bar Daily setelah EUR/USD kehilangan tenaga untuk menutup di bawah 1.0984, membuka kemungkinan untuk memperpanjang bouncing meskipun bias Daily masih negatif.
Gagal melaju di atas DMA-30 pada perdagangan kemarin, EUR/USD kemudian bergeser ke bawah Kijun-sen H4. Bias intraday sementara ini bertendensi bearish.
Setelah berkonsolidasi dalam lintasan Triangle pada grafik H1, breakout terhadap chart pattern itu tidak serta merta mengubah outlook intraday yang sejauh ini masih tetap positif.
DMA-30 sementara ini masih membatasi upswing Euro terhadap Greenback. Namun, bias intraday bertendensi bullish selama diperdagangkan di atas level Kijun-sen H4
Outlook jangka pendek masih negatif jika di bawah DMA-30. Namun, terbentuknya Outside Bar Daily membuka risiko untuk memperpanjang rebound.
Breakout Inside Bar tidak disambut dengan aksi jual yang signifikan kemarin. Sementara itu, pasar tengah bersiap menanti rilis data inflasi AS dan testimoni Powell.
Bias jangka pendek menjadi negatif setelah Euro melemah terhadap Dolar AS di sepanjang pekan lalu. Namun, waspadai kondisi oversold yang bisa meningkatkan risiko rebound.
Outlook jangka pendek sejauh ini masih positif menjaga prospek bullish, selama EUR/USD bergerak di atas DMA-30 (Daily Moving Average periode 30). Namun, risiko Double Top tidak dapat diabaikan.
EUR/USD masih berada dalam lintasan Falling Wedge di time frame Weekly. Namun, Three White Soldiers yang terbentuk dalam 3 pekan terakhir mengancam breakout untuk membuka fase bullish.
Outlook Daily positif selama harga bergerak di atas DMA-30 dan sangat bullish di atas 1.2582, yang sekarang menjadi support penting dalam jangka pendek.