Advertisement

iklan

Profil Penulis : Buge Satrio

Buge Satrio Lelono memiliki latar belakang pendidikan IT dan mengenal forex sejak tahun 2003 ketika platform Metatrader masih versi 3. Setelah berlatih di akun demo selama beberapa tahun dan mencoba berbagai teknik trading, Buge menekuni forex secara full-time sejak awal 2014. Kini aktif trading mengandalkan pengamatan Price Action, Ichimoku Kinko-hyo, Trading Plan, dan pengendalian risiko tak lebih dari 1 persen.
Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Konten Oleh Buge Satrio

Greenback memperpanjang rebound dari zona support, menjelang data Retail Sales AS yang akan dirilis di sesi New York hari ini.


Poundsterling pullback setelah menemukan minat jual dari kisaran 1.2576. Namun, potensi bullish intraday masih terjaga selama harga di atas level keseimbangan Kijun-sen H4.


Daripada data inflasi AS, pernyataan dovish dari testimoni Powell tampaknya lebih diperhitungkan pasar dan berisiko menghambat bullish Dolar dalam jangka pendek.


Greenback mampu mengikis pelemahannya kemarin, menyusul rilis data CPI AS dan testimoni Powell. Sementara ini, Indeks Dolar masih bertahan di area netral.


Price Action GBP/USD menarik dicermati karena buyers merespon di sisi bawah Gramophone Chart Paterrn, yang kemudian disusul potensi terbentuknya Three Inside Up.


Indeks Dolar melemah cukup tajam menyusul Statement dovish Powell. Indeks kini berada di area netral dan membutuhkan breakout di bawah support untuk membuka fase bearish.


Meski mendominasi pasar pada perdagangan kemarin, secara teknikal, Indeks Dolar belum dapat mengkonfirmasi fase bullish karena dibayangi extreme overbought.


Setelah didukung data NFP, Greenback masih mempertahankan reli dengan penguatan terbatas karena minimnya sentimen pendorong dan sepinya data AS.


Rilis data NFP masih belum dapat mendongkrak Indeks Dolar ke area bullish, setelah indikator teknikal berada di wilayah overbought yang ekstrem.


Poundsterling bergerak melemah versus Dolar AS dalam beberapa hari terakhir. Kendati begitu, ada dua alasan teknikal untuk mewaspadai rebound Sterling.