iklan

Profil Penulis : Buge Satrio

Buge Satrio Lelono memiliki latar belakang pendidikan IT dan mengenal forex sejak tahun 2003 ketika platform Metatrader masih versi 3. Setelah berlatih di akun demo selama beberapa tahun dan mencoba berbagai teknik trading, Buge menekuni forex secara full-time sejak awal 2014. Kini aktif trading mengandalkan pengamatan Price Action, Ichimoku Kinko-hyo, Trading Plan, dan pengendalian risiko tak lebih dari 1 persen.

iklan

iklan

Fase koreksi tidak dapat diabaikan setelah Pin Bar Weekly terbentuk. Pola ini berisiko memicu penurunan lebih lanjut menuju support terdekat di 1.3835.
Ditopang naik imbal hasil obligasi, Indeks Dolar berhasil memperpanjang rebound sekaligus mengubah outlook jangka pendek.
GBP/USD butuh akselerasi di atas 1.4236 sebagai momentum tambahan untuk mengejar 1.4300 hingga 1.4376.
Sejalan dengan bias time frame Daily, outlook intraday masih menjaga prospek bullish menjelang rilis data inflasi Zona Euro dan testimoni Powell.
Tampil perkasa dalam beberapa pekan terakhir, Sterling masih berisiko menjangkau zona resistance 1.4232/1.4376.
Berada di persimpangan setelah sideways dengan rentang yang terbatas, harap awasi pergerakan EUR/USD terhadap 1.2138 atau 1.2115.
Indeks Dolar gagal bertahan di atas level 91.00 dan kehilangan momentum bullish. Skenario chart pattern Bearish Flag tidak dapat diabaikan.
Euro mencetak rebound yang cukup signifikan setelah rilis data NFP. Outside Bar Daily dan Bullish Flag layak diwaspadai.
Bias jangka pendek masih negatif sejauh ini dan mengancam breakout di bawah level psikologis 1.2000.
Meski PMI manufaktur AS meleset dari ekspektasi, DXY masih mempertahankan penguatan di sesi New York hari ini.
Berupaya bangkit menjelang penutupan perdagangan di akhir pekan, bias jangka pendek Euro masih negatif dalam skala Daily.
Berada di persimpangan, bias jangka pendek Euro masih negatif meski ada upaya untuk mengejar breakout DMA-30
DXY berhasil melanjutkan rebound dan membukukan penguatan 0.75 persen ke posisi 90.77 dalam lima hari perdagangan terakhir.
Dolar AS mampu memperpanjang rebound pada pekan perdana perdagangan 2021 meski data NFP merosot ke level terendah sejak April 2020.
Melemah tipis 0.09 persen dalam sepekan terakhir, bias Daily EUR/USD masih positif dan belum menunjukkan konfirmasi koreksi.
Penurunan Indeks Dolar di bawah level 88.25 dibutuhkan untuk menegaskan downswing jangka menengah hingga panjang. Kegagalan skenario itu justru akan memperbesar risiko rebound berdasarkan chart pattern Falling Wedge.
Indeks Dolar melanjutkan pelemahan di sepanjang pekan seiring naiknya EUR/USD. Sementara itu, laju Pound Inggris terhambat oleh isu Brexit.
Meski di bawah tekanan, DXY mampu mengikis pelemahan di akhir pekan. Sementara itu, EUR/USD kehilangan tenaga dalam upayanya menutup harga di atas 1.1916.
Berhasil pulih di sepanjang pekan lalu, kenaikan Indeks Dolar tergerus jelang penutupan di akhir minggu. EUR/USD pun bangkit setelah sempat turun mengancam DMA-30.
Euro turun tajam terhadap Dolar AS kemarin setelah melemah dari area resistance 1.1916. Namun, outlook Daily dan H1 masih positif sejauh ini.
Bias Daily Euro terhadap Dolar AS bertendensi bullish setelah naik menembus DMA-30 dan mencetak reli lebih dari 200 pips.
Turun 1.92 persen dalam 5 hari perdagangan, Indeks Dolar kini mengancam support penting jangka menengah. Bagaimana outlook berikutnya?
Setelah EUR/USD melorot di sepanjang pekan, level 1.1611 menjadi fokus dalam beberapa hari ke depan,
Meski Euro kehilangan tenaga setelah gagal mempertahankan posisi di atas 1.1871, bias Daily masih positif jika bergerak di atas DMA-30.
Outlook Daily Dolar cenderung negatif setelah DXY turun di bawah kurva DMA-30 dan berakhir melemah 0.98 persen di sepanjang pekan.

Kesulitan Akses Seputarforex?
Silahkan buka melalui https://bit.ly/seputarforex


Alternatifnya, lakukan solusi ini jika Anda mengakses lewat:
PC   |   Smartphone