iklan

Profil Penulis : EXCO

Adalah broker yang berbasis di St. Vincent and the Grenadines dan terdaftar dengan nomor registrasi 25143 IBC 2018. Layanan trading yang ditawarkan meliputi leverage hingga 1:500, spread mulai 0.5 pips, deposit mulai 10 USD, dan kebebasan trading dengan beragam instrumen seperti forex, komoditas, saham, indeks, dan mata uang kripto.

iklan

iklan

Euro menguat meski sempat bearish di sesi kemarin. Sinyal kenaikan juga ditunjukkan oleh Pound yang kian mendekati 1.395.
Setelah terkonsolidasi, baik Pound maupun Euro menunjukkan potensi bullish di sesi hari ini. Outlook tersebut bisa bertahan jika kekuatan buyer terpantau solid.
Sempat melemah di akhir pekan, Pound dan Euro berhasil rebound di awal bulan. Bagaimana kondisi kedua pair tersebut selengkapnya?
Setelah dipenuhi sentimen bullish pada sesi kemarin, hari ini Pound dan Euro belum menunjukkan kenaikan lanjutan secara signifikan.
Trend penguatan untuk Pound dan Euro masih berlanjut hingga sesi hari ini. Euro membidik R1 sementara Pound mengincar 1.39.
Setelah sesi pasar yang penuh volatilias kemarin, hari ini Euro tertahan di bawah Pivot. Sementara itu, Pound relatif stabil di atas EMA 77.
Usai mengalami peningkatan pada sesi sebelumnya, baik Euro maupun Pound sama-sama terkoreksi. EUR/USD berisiko menyentuh S1, sementara GBP/USD berpeluang jatuh ke 1.375.
Setelah kondisi mixed akhir pekan lalu, hari ini EUR/USD dan GBP/USD terlihat sama-sama menguat. Bagaimana analisa selengkapnya?
Euro berkonsolidasi di level rendah setelah sempat melesat kemarin. Di sisi lain, reli Pound terancam pudar jika harga bergerak di bawah EMA.
Kondisi Pound kembali mengalami peningkatan dan kini mengincar 1.38. Sementara itu, Euro terlihat mixed setelah mempenetrasi EMA 200.
Setelah sama-sama melemah pada perdagangan kemarin, kondisi Pound dan Euro masih bearish versus Dolar AS.
Setelah melemah pada akhir pekan kemarin, kondisi Pound kembali memburuk hari ini. Sementara itu, Euro masih kekurangan tenaga melawan Dolar AS.
Pound dan Euro sama-sama merosot jauh kemarin. Meski Euro masih terlihat melemah, penurunan Pound sudah terhenti. Bagaimana skenario pergerakan selanjutnya?
Sempat terlihat menjanjikan, Pound kembali masuk dalam tekanan bearish hari ini. Sementara itu, Euro lebih minim pergerakan versus Dolar AS.
EUR/USD belum membentuk pemulihan signifikan pasca kemerosotan kemarin. Sementara itu, GBP/USD masih berisiko turun di bawah EMA 77.
Kondisi pasar EUR/USD dan GBP/USD sama-sama bearish. Penembusan garis EMA bisa menjadi konfirmator penurunan lebih lanjut yang perlu diwaspadai.
Setelah sama-sama menguat pada sesi perdagangan Jumat kemarin, hari ini Pound dan Euro terlihat melemah.
Pertahanan EUR/USD akhirnya jebol setelah bertahan di atas EMA 200. Sementara itu, Pound butuh keajaiban untuk bisa mencetak pemulihan.
Sempat turun, Euro hari ini naik mendekati Pivot Point. Sayangnya, Pound justru merosot dan berpotensi menargetkan 1.375 jika bias bearish bertahan.
EUR/USD berpotensi ambles di bawah 1.18 jika momentum bearish terus berlanjut. Sementara itu, GBP/USD berupaya pulih menguji EMA 77.
Kenaikan EUR/USD terancam pudar jika harga turun menembus EMA 200. Sementara itu, reli GBP/USD perlu mengkonfirmasi breakout di atas 1.39.
Pemulihan Euro dan Pound mulai terbentuk. Terhadap Dolar AS, Euro sempat menguat di atas 1.186 dan Pound berupaya mencapai 1.385.
EUR/USD masih lemah menjelan rilis data ketenagakerjaan AS malam ini. Nasib GBP/USD pun tak jauh berbeda, karena pair tersebut berpotensi breakout dari 1.37.
Baik EUR/USD maupun GBP/USD sebenarnya masih sama-sama melemah. Namun, kedua pair tersebut menunjukkan geliat koreksi yang berbeda.
Penguatan Dolar AS membuat Euro dan Pound dirundung sentimen bearish. EUR/USD berisiko menggapai S1, sementara GBP/USD mengancam support 1.38.

Kesulitan Akses Seputarforex?
Silahkan buka melalui https://bit.ly/seputarforex


Alternatifnya, lakukan solusi ini jika Anda mengakses lewat:
PC   |   Smartphone