Advertisement

iklan

Profil Penulis : EXCO

Adalah broker yang berbasis di St. Vincent and the Grenadines dan terdaftar dengan nomor registrasi 25143 IBC 2018. Layanan trading yang ditawarkan meliputi leverage hingga 1:500, spread mulai 0.5 pips, deposit mulai 10 USD, dan kebebasan trading dengan beragam instrumen seperti forex, komoditas, saham, indeks, dan mata uang kripto. Profil Selengkapnya

iklan

iklan

Kembali lanjutkan downtrend, Euro kini terancam merosot ke S1. Pound juga masih bergumul dengan tekanan bearish di bawah EMA 77.
Setelah sukses meneruskan pemulihan ke R2, Euro kini menunjukkan tanda-tanda koreksi. Kondisi serupa juga terlihat pada Pound yang terancam lengser ke 1.31.
Euro meneruskan pemulihann dan berjuang mengamankan R1. Tak jauh berbeda, Pound bangkit menuju 1.319 meski gelombang koreksinya belum signifikan.
Euro mulai pulih setelah menghadapi masa-masa sulit. Di sisi lain, Pound masih dirundung ketidakpastian sehingga koreksinya tidak terlalu signifikan.
Pound masih belum lepas dari ancaman bearish, begitu pula dengan Euro yang masih berusaha mempertahankan posisinya di S1.
Sentimen bearish masih mendominasi EUR/USD dan GBP/USD, sehingga skenario teknikal untuk kedua pair tersebut cenderung menargetkan support selanjutnya.
Euro agaknya masih belum lepas dari ancaman bearish akibat penguatan Dolar AS. Sementara itu, Pound tengah mempertahankan posisi dan berjuang untuk pulih.
Setelah pergerakan yang menarik di awal pekan, hari ini Euro dan Pound sama-sama berkutat dengan kebimbangan. Bagaimana skenario trading keduanya?
Ketidakpastian dalam geopolitik global membuat Euro dan Pound ambruk di tengah penguatan Dolar. Bagaimana skenario jangka pendeknya?
Sama-sama bertendensi bearish, Euro sudah terpeleset di bawah S2 hari ini, sementara Pound didominasi aksi jual dan berisiko menyentuh level terendah 1 Februari.
Tarik ulur sentimen pasar untuk saat ini lebih menguntungkan pihak buyer, sehingga Euro dan Pound berprospek bullish versus Dolar AS.
Ketika EUR/USD mulai membangun penguatan yang menargetkan EMA 200, GBP/USD justru terpeleset dan berisiko turun lebih dalam.
Setelah merosot di bawah EMA 200, Euro kini berjuang melakukan pemulihan. Sementara itu, Pound masih solid melanjutkan relinya versus Dolar AS.
Euro sempat anjlok dan mendekati S2 saat waktu Asia. Sementara itu, penguatan Pound belum berlanjut meski masih bertahan di atas EMA 77.
Euro melanjutkan pendakian dan kini mengincar R2. Sementara itu, kenaikan Pound masih tertahan tak jauh di sekitar EMA 77.
Euro tengah bangkit bersama Pound yang tengah naik menargetkan 1.358. Bagaimana skenario trading kedua mata uang tersebut dalam jangka pendek?
Setelah anjlok di akhir pekan, Euro kembali terperosok. Pound juga masih terjebak dalam sentimen bearish hingga sesi Eropa awal pekan ini.
Euro kembali terhantam bias bearish dan berisiko tergelincir lebih jauh. Sementara itu, Pound masih dipenuhi ketidakpastian dalam volatilitas yang cukup tinggi.
Euro mengakhiri kebimbangan dan mulai bangkit versus Dolar AS. Tak jauh berbeda, Pound menghimpun kekuatan untuk bisa mencapai 1.359.
Euro berupaya bangkit dan tengah menguji Pivot Point. Sementara itu, Pound masih kokoh melanjutkan relinya kemarin.
Euro masih defensif di sekitar 1.144, sementara Pound mulai menghimpun kekuatan versus Dolar AS. Bagaimana skenario trading keduanya?
Euro turun tipis versus Dolar AS dan kini terancam melanjutkan bias bearishnya. Sementara itu, Pound masih berjuang untuk pulih dari keterpurukan.
Jelang rilis NFP AS, Euro terlihat masih solid melanjutkan penguatannya. Di sisi lain, Pound terkoreksi tipis dan sudah berada di bawah EMA 77.
Setelah sukses melanjutkan relinya, kini pergerakan Euro mulai melambat. Pound pun terkoreksi tipis dan terancam merosot di bawah EMA 77.
Euro dan Pound sama-sama menguat dan masih bertenaga untuk meneruskan kenaikan. EUR/USD mulai menguji R1, sementara GBP/USD berupaya menembus 1.354.