Profil Penulis : Gkinvest

GKInvest adalah broker Indonesia yang terdaftar di BAPPEBTI. Selain legal, GKInvest menawarkan biaya transaksi yang paling murah di Indonesia serta beragam fasilitas yang dapat mempermudah transaksi trader, seperti MT4 Booster, VPS dan Signal Trading gratis. Profil Selengkapnya
Xm

iklan

Advertisement

iklan

GKInvest memiliki komitmen untuk terus memberikan pelayanan terbaik, didukung dengan SDM berkualitas serta performa perusahaan yang terus meningkat.

Dengan isu perang dagang yang masih membayangi, dampaknya terhadap ekonomi global dan kebijakan bank sentral akan senantiasa mendukung emas di sisa tahun ini.

Minggu ini, pasar akan menyoroti pertemuan BoE meskipun kebijakan suku bunga Inggris dipastikan tak akan mengalami perubahan. Apa yang bisa dinantikan?

Pernyataan dovish ECB di pertemuan sebelumnya cukup mengejutkan pasar dan mendorong turun Euro. Lantas bagaimana dengan rapat kebijakan kali ini?

Harga emas memang tengah terkoreksi, tapi dalam jangka menengah dan panjang masih menyimpan asa kenaikan. Analisa salah satu bank besar bahkan menargetkan level 1360.

Harga emas terkoreksi dalam 2 minggu terakhir. Namun, outlook emas saat ini masih bullish di tengah tingginya permintaan dari dinamika ekonomi global.

Kemacetan dalam proses Brexit bisa membebani kebijakan BoE. Karena itu, Pound bisa volatile pada pengumuman suku bunga BoE Kamis mendatang.

ECB akan menggelar rapat reguler minggu ini, dan pernyataan Draghi kemungkinan kembali menjadi penentu arah Euro.

Meski dibayangi ketidakpastian Brexit, Sterling terus menanjak selama empat pekan terakhir. Namun ketahanannya akan diuji menjelang voting parlemen Inggris mengenai Brexit.

Setelah turun tajam di tahun lalu, Dolar Kanada berpotensi mengukir outlook positif di 2019. Namun sayangnya, tetap ada potensi bearish yang membebani mata uang ini.

Harga emas berfluktuasi tajam sepanjang tahun ini dan sempat terpuruk ke level terendah 20 bulan. Kini, emas terus menanjak dan outlook-nya diproyeksi semakin cerah tahun depan.

Dolar Australia tengah berada di jalur bullish yang meyakinkan. Tidak hanya ditunjang faktor teknikal, perkembangan positif dari pertemuan Trump dan Xi Jinping turut mendukung bullish Ausie.

Perdana Menteri Theresa May belum tentu mampu meyakinkan parlemen untuk menyetujui draft kesepakatan Brexit dengan Uni Eropa, sehingga Poundsterling masih rawan.

Masih dalam jeratan bearish, Pounds menyongsong Super Thursday yang memuat pengumuman suku bunga, laporan inflasi, dan pidato Mark Carney.

Isu Brexit belum usai, muncul pula masalah RAPBN Italia. Bagaimana prospek pergerakan EUR/GBP dengan latar belakang fundamental yang kusut seperti ini?

Isu anggaran Italia membuat Euro terus fluktuatif. Namun, drama Italia hanyalah temporer dan Euro berpeluang bullish bila masalah ini selesai.

Masa-masa terburuk bagi Pound sudah usai, tetapi masih ada sejumlah rintangan yang perlu dilewati agar reli bullish bertahan.

Emas sempat anjlok Kamis lalu menyusul penguatan dollar pasca FOMC Statement dan belum nampak mampu keluar dari tren bearish. Benarkah demikian?

Sejak menyentuh level tertinggi dalam setahun pada pertengahan Agustus, dollar cenderung terkoreksi. Bagaimana proyeksi pergerakan selanjutnya?

USD/JPY masih terus menanjak, bayang-bayang isu perang dagang membuka peluang ke arah berbeda.

EUR/USD terus melemah dalam dua minggu terakhir di tengah apresiasi dollar serta tingginya minat safe haven.

Minggu lalu, Poundsterling diombang-ambingkan oleh tarik-ulur kesepakatan Brexit. Pekan ini, GBP/USD punya peluang untuk uji resisten pada 1.3040.

Pidato Powell di Jackson Hole membuat pasar menganggap The Fed kurang agresif. Apakah ini artinya harga emas bisa pulih kembali, atau hanya istirahat sejenak?

Berbagai faktor mempengaruhi penguatan Dollar saat ini. Namun, apakah performa tersebut bisa berlanjut? Berikut outlook fundamental dan teknikalnya.

Harga emas masih cenderung flat di kisaran 1204 - 1217. Namun, untuk trend keseluruhan, pergerakan emas masih dominan bearish.