Profil Penulis : kukuh raharjo

Kukuh Raharjo aktif sebagai penulis berita dan artikel di Seputarforex.com sejak tahun 2014 serta aktif juga sebagai freelance di dunia social media promotion. Sambil masih bertrading forex online, Kukuh Raharjo juga menggeluti dunia blogging dengan posisinya sebagai pengisi konten lepas.
Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Sinyal terhangat mingguan yang memberi kabar awal situasi ekonomi terkini di AS terpantau tak bergeming dan hanya melandai. Sementara Euro yang telah mendapat momentum lewat rally kemarin, justru tak meneruskan peluang tersebut dan malah terlihat tergelincir.
AS kembali didera sentimen negatif. Sektor yang menjadi andalan dan penggerak utama roda perekonomian negara tersebut yaitu non manufaktur kembali tampil mengecewakan. Berseberangan benua, mata uang tunggal Eropa yang mendapat mendapat kesempatan, justru terpantau melempem.
Melorotnya kinerja industri manufaktur AS meminggirkan hitungan para ekonom malam ini. Belum adanya jaminan roda bisnis dunia berputar kencang, memberi efek negatif bagi sisi manufaktur di AS.
Sinyal terhangat mingguan yang memberi kabar awal situasi perindustrian terkini di AS terpantau tak bergeming dan hanya melandai. Jumlah para pemohon tunjangan pengangguran masih bergerak dalam rentang aman bagi perekonomian dalam negeri di saat-saat ini. Sementara Euro yang telah mendapat momentum lewat rally kemarin, justru tak meneruskan peluang tersebut dan malah terlihat tergelincir.
Masih melempemnya kondisi pasar luar negeri cukup membuat pemesan-pemesan barang modal di luar AS mengurungkan niatnya. Efek negatifnya, industri-industri manufaktur yang menjadi produsen komoditas tersebut tak lagi mendapat pesanan yang signifikan bahkan cenderung untuk terus tergerus. Pada sisi lain, Euro mendapat sedikit simpati dari para investornya dan mencoba merangkak naik.
Segelintir bank-bank besar ternyata menguasai hingga 60 persen dari total transaksi pasar forex harian. Inilah para pemain forex utama dunia.
Survei terbaru atas tingkat kepercayaan konsumen AS berhasil kembali melompat melewati harapan. Perkiraan pesimis para analis nampaknya hanya dianggap angin lalu oleh pasar. Di seberang benua, Euro tak begitu mendapat apresiasi sehingga cenderung kembali mendapat tekanan.
Seorang Trader Sukses mengisahkan bagaimana pengalamannya selama karir trading. Ternyata banyak hal yang layak dijadikan bekal untuk perjalanan karir trading kita.
Gambaran negatif yang terpancar dari sektor tenaga kerja Amerika Serikat yang sempat muncul di awal kwartal kedua, dibalikkan dalam sekejap lewat survei malam ini.
Tak banyak akselerasi yang ditunjukkan oleh sektor properti Amerika Serikat. Hal ini tercermin dari tipisnya perubahan jumlah ijin mendirikan bangunan (Building Permits).
Produsen barang dan jasa di AS akhirnya harus melakukan apresiasi terhadap harga jual produk mereka. Naiknya harga-harga bahan baku yang diimport ditenggarai mulai mempengaruhi biaya produksi. Sedang Euro sebagai mata uang tunggal Benua Biru pun turut meroket.
Jumlah pengajuan tunjangan pengangguran di AS terekam kembali mencuat. Kekuatan tersembunyi dari sektor tenaga kerja ternyata masih menghadapi tantangan koreksi. Di belahan benua lain, Euro yang kemarin terus mendapat dorongan ke atas, hari ini masih mencoba untuk bertahan di area support.
Pertumbuhan ekonomi AS di kwartal awal tahun ini terlihat cukup menjanjikan. Paling tidak rentetan terakhir data menunjukkan masih melebihi perhitungan di periode sebelumnya. Namun demikian sejumlah kalangan justru mengkhawatirkan sinyal tersebut. Pada kesempatan lain Euro masih menunggu sentimen yang lebih kuat dan masih fokus pada posisi bertahan dari kejatuhan.
Inflasi Amerika Serikat masih tak bergerak sedrastis yang diharapkan banyak pihak. Sementara itu di seberang benua, Euro sebagai pemersatu Eropa kembali terperosok.
Perubahan kondisi perekonomian membuat para produsen di Amerika Serikat harus kembali merubah harga jual barang dan jasa. Alhasil, survei PPI AS menorehkan hasil di atas perkiraan analis. Namun sentimen positif tersebut tak serta merta membuat Euro terdesak.
Gairah belanja penduduk AS kembali menemukan momentumnya. Sebagian besar industri membukukan peningkatan penjualan. Peningkatan performa bisnis di AS dengan segera menampar penampilan Euro yang kemarin sempat terlihat mencuat.
Indikator favorit analis, tampil mempesona. Sektor tenaga kerja terus bergerak positif dengan tren makin turun. Di seberang benua, Euro yang selama beberapa hari ini mencoba bangkit, masih mengalami hambatan menembus level psikologis. Sentimen yang lebih kuat agaknya masih diperlukan.
Jumlah pengajuan tunjangan pengangguran di Ameirka Serikat terekam semakin menciut. Kekuatan tersembunyi dari sektor tenaga kerja ternyata masih muncul bagai bara di dalam sekam tertiup angin. Di belahan benua lain, Euro yang kemarin sempat mencuat tinggi, hari ini sudah kehabisan energi untuk meroket.
Industri rancang bangun di AS melegakan harapan para ekonom malam ini. Walau tak terlalu istimewa namun gairah para manajer untuk kembali meningkatkan pembelanjaannya cukup untuk mendinginkan suasana panas yang tak henti menimpa sektor manufaktur ini. Sementara itu walau Benua Biru tak mendapat sentimen positif dari dalam negeri, performa Euro tetap bertenaga untuk merangkak naik.
Kepercayaan diri masyarakat Amerika Serikat akan nasib perekonomiannya kembali ambles dari 94.7 ke 92.6. Dengan demikian, survei terakhir ini kembali membuka daftar ketakyakinan masyarakat AS terhadap kondisi perekonomian dalam negerinya.
Pasar dalam negeri AS memberi harapan menggembirakan dengan melonjaknya pesanan barang-barang dengan daya guna panjang. Namun keberlanjutan akan pesanan di periode-periode mendatang masih menyisakan keraguan. Di seberang benua, Euro tak mau berdiam diri, sisa kekuatan digelontorkan sehingga momentum rally tetap terjaga.
Akselerasi sektor perumahan yang selama tahun ini masih tertahan kembali berkitir kencang. Selama bulan April kemarin penjualannya melonjak tajam, walau juga masih muncul keraguan dari sementara analis. Di seberang lautan, Euro terimbas efek positif sektor perumahan di AS tersebut mau tak mau akhirnya terkoreksi cukup dalam.
Perkiraan akan merosotnya jumlah pemohon tunjangan pengangguran tergenapi malam ini. Namun jumlahnya masih belum melampaui harapan dan hitungan para ekonom. Dalam kesempatan yang sama, Euro kembali mengalami tekanan sehingga nilainya kembali merosot.
Tren naik inflasi AS secara berturut-turut mendekati target The Fed kembali tercatat pada survei malam ini. Namun, di tengah optimisme hasil tersebut tersingkap data yang menunjukkan adanya koreksi di bulan April kemarin.
Letupan tak disangka menerpa sektor tenaga kerja Amerika Serikat. Para pemohon tunjangan pengangguran membludak di minggu ini. Hasil ini cukup mengkhawatirkan banyak banyak pihak.