Profil Penulis : M Septian

M Septian mulai berkecimpung di dunia forex sejak 2015. Setelah itu, menyelami berbagai instrumen trading dan berlanjut menjadi jurnalis yang meliput seputar forex dan komoditas di Seputarforex mulai 2016.
Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Tadi malam, pimpinan the Fed Janet Yellen mengatakan keadaan ekonomi AS belakangan ini tak terlalu meyakinkan. Komentar beliau secara langsung menyusutkan Dolar AS dan membawa harga emas naik tajam melebihi level 1,200 Dolar AS per troy ons.
Semalam, EIA melaporkan bahwa inventori minyak mentah di Amerika berkurang, diluar dugaan para analis. Laporan tersebut nampaknya diabaikan oleh pelaku pasar, terlihat dari penurunan nilai jual minyak mentah Light Sweet AS lebih dari 2 persen.
Rally harga emas tertahan setelah menanjak selama delapan hari beruntun, jelang pidato Janet Yellen selaku pimpinan Federal Reserve. Seminggu kebelakang, para investor lebih condong kepada aset-aset safe-haven saat pasar saham berjatuhan ditengah kekhawatiran mengenai keadaan ekonomi global.
Minyak dunia terangkat pada sesi perdagangan Rabu (10/2) pagi, menyusul kabar dari Iran yang menyatakan bahwa mereka siap untuk bekerja sama dengan Saudi Arabia. Kemarin, harga minyak AS ditutup anjlok hampir 8 persen akibat kekhawatiran mengenai penurunan permintaan.
Harga emas terus menguat menuju level tertinggi seperti yang terjadi bulan Juni tahun lalu. Ketidakpastian pertumbuhan ekonomi global yang telah memukul saham, menempatkan logam mulia menuju rally pergerakan harga paling lama.
Meski cenderung bergerak mendatar, harga minyak sedikit naik pada sesi perdagangan hari Selasa (9/2) saat Dolar AS terpuruk. Minyak mentah mencoba untuk menutup penurunan tajam sehari yang lalu, saat kekhawatiran kelebihan suplai global memuncak.
Semalam tadi, harga emas menguat dan ditradingkan menuju posisi kenaikan mingguan tertinggi dalam satu bulan belakangan. Lemahnya Dolar AS telah memunculkan keraguan, apakah Federal Reserve mampu kembali menaikkan suku bunga tahun ini. Laporan NFP Amerika Serikat akan dirilis Jumat malam.
Meski hanya bergerak tipis, harga minyak berjangka sedikit naik pada sesi perdagangan Asia hari Jumat (5/2). Likuiditas pasar Asia memudar jelang libur Tahun Baru Imlek di China. Sementara itu, Venezuela masih terus berusaha mempengaruhi para produsen lain untuk membatasi produksi.
Meskipun banyak orang sering mendengar tentang OPEC, namun hanya sedikit yang benar-benar tahu apa itu OPEC dan apa yang sebenarnya dilakukan organisasi tersebut. Berikut rangkuman mengenai beberapa fakta menarik mengenai OPEC.
Emas bertahan dekat level tertinggi tiga bulannya setelah menorehkan kenaikan harian terbaik selama dua minggu terakhir. Mendapat dukungan dari pandangan mengenai gejolak ekonomi global dan memburuknya kondisi finansial AS, yang memberatkan langkah Federal Reserve untuk menaikkan tingkat bunga acuan dalam waktu dekat ini.
Minyak berjangka melanjutkan kenaikan harga sejak sesi perdagangan sehari yang lalu, karena para trader energi mengambil kesempatan saat Dolar AS melemah. Rilis data persediaan minyak AS yang bertambah besar cenderung tak mempengaruhi pergerakan nilai jual.
Harga emas hanya bergerak stabil, dekat dengan level tertinggi tiga bulan yang lalu. Daya tarik investasi safe-haven terhadap emas masih terjaga oleh kekhawatiran pada kondisi ekonomi global, yang telah menempatkan pasar saham di bawah tekanan.
Membengkaknya persediaan minyak di AS hingga mencapai setengah milyar barel membuat harga minyak berjangka terus merosot selama tiga hari berturut-turut. Minyak WTI kembali diperdagangkan di bawah USD 30 per barel.
Dolar Australia masih belum mampu membalikkan keadaan terhadap greenback, setelah AUD/USD menurun tajam akibat pernyataan RBA yang cenderung dovish. Pagi tadi (3/2), laporan terbaru neraca perdagangan Australia juga semakin memperburuk keadaan.
Pada sesi perdagangan Asia hari ini, harga emas sedikit terkoreksi. Namun sempat menyentuh level tertinggi seperti tiga bulan lalu karena dukungan dari lemahnya sektor manufaktur China dan AS.
Minyak mentah telah berbalik dari kenaikan harga pekan lalu dan terus merosot pada sesi perdagangan Asia Selasa pagi. Semalam tadi, minyak menurun tajam karena kabar mengenai prospek pemotongan output dari para produsen besar tampaknya telah sunyi.
Emas naik dengan dukungan dari melambatnya pertumbuhan ekonomi AS yang terpantau dari rilis GDP terbaru. Kontraksi yang masih terjadi dalam sektor manufaktur China juga ikut berpengaruh terhadap menguatnya harga emas hari ini (1/2).
Mengawali pekan ini, harga minyak terjun setelah China melaporkan bahwa sektor manufakturnya masih mengalami kontraksi. Kemungkinan pemangkasan pasokan minyak dari beberapa produsen utama juga masih belum mungkin untuk terlaksana.
Harga emas turun dari level tertingginya meski laporan Durable Goods AS malam tadi menunjukkan penurunan tajam. Lemahnya harga emas ditengarai mendapat pengaruh dari aksi ambil untung yang dilakukan oleh trader.
Harga minyak terus menguat sampai dengan sesi perdagangan Asia hari ini, berkat semakin berkembangnya kemungkinan bahwa para negara produsen minyak utama akan memangkas outputnya. Namun para analis hanya memandang skeptis terhadap kabar tersebut.
Pound Sterling menguat terhadap Dolar AS setelah rilis data yang menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi Inggris kuartal terakhir tahun lalu bertumbuh 0.5 persen. Laporan tersebut menghapus kekhawatiran mengenai dampak dari melambatnya perekonomian global.
Emas sedikit terkoreksi dari level tertinggi 12 pekannya, setelah Federal Reserve mengakui hambatan yang terjadi pada pertumbuhan ekonomi global. Namun the Fed juga mengisyaratkan bahwa kondisi itu tidak menghalangi niat mereka menaikkan suku bunga tahun ini.
Harga minyak berjangka turun, menipiskan kenaikan pada penutupan nilai jual tadi malam setelah Rusia mengulurkan tangannya pada kemungkinan kerjasama dengan OPEC, untuk mengendalikan kelebihan pasokan global. Laporan cadangan minyak dari pemerintah AS juga telah dirilis.
Dalam rapat kebijakan moneter pertama tahun ini, Reserve Bank of New Zealand (RBNZ) mempertahankan tingkat suku bunga dan mengisyaratkan pelonggaran lanjutan. Sebagai hasilnya, Kiwi merosot tajam terhadap Dolar AS dan saat ini berusaha untuk pulih.
Harga emas masih bertahan dekat level tertinggi 12 pekan lalu, di saat Dolar AS sedang landai, menunggu hasil rapat FOMC dini hari nanti. Menurut perkiraan para analis, Federal Reserve tidak akan merubah tingkat suku bunga pada pertemuannya bulan ini.