Profil Penulis : Nadia

Nadia adalah trader forex part-time yang menyukai analisa fundamental. Penyuka instrumen gold ini gemar memburu promosi dan bonus dari broker-broker forex. Saat ini, Nadia sedang mendalami trading saham.
Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Harga emas naik tipis, setelah China pesimistis kesepakatan Fase Satu dapat tercapai. Pasalnya, Trump mengatakan bahwa pihaknya tak berniat mencabut bea impor.
Dolar AS turun akibat melemahnya data ekonomi akhir pekan lalu, dan optimisme perkembangan negosiasi dagang AS-China yang menguatkan Euro dan Pound versus Dolar.
Data ekonomi sejumlah negara maju dilaporkan tak memenuhi ekspektasi. Selain itu, belum ada kabar tindak lanjut dari negosiasi dagang AS-China. Para investor mengantisipasinya dengan membeli emas.
Dolar AS tetap flat walaupun Indeks PPI AS dilaporkan naik. Hal itu karena adanya pengaruh katalis lain dari rilis klaim pengangguran.
Ketua Federal Reserve Jerome Powell mengatakan bahwa tingkat suku bunga kemungkinan tidak akan disesuaikan dalam waktu dekat, selama ekonomi AS masih seperti saat ini.
Kenaikan CPI AS semakin menambah alasan untuk The Fed mempertahankan kebijakan moneternya saat ini, tanpa harus memotong suku bunganya lagi dalam waktu dekat.
Dolar AS melemah. Pasar kebingungan karena cepatnya perpindahan outlook kesepakatan dagang AS-China, dari optimistis menjadi pesimitis dalam basis harian.
Penurunan harga emas ke level terendah tiga bulan disebabkan oleh faktor teknikal, kenaikan minat risiko, dan penantian isu terbaru negosiasi AS-China.
Meningkatnya optimisme pencapaian deal perdagangan AS-China, membuat harga emas turun. Kedua negara tersebut dikabarkan akan membatalkan tarif impor.
AS dan China dikabarkan sepakat untuk mencabut bea impor barang yang telah diterapkan terhadap satu sama lain, meski belum ada kepastian kapan akan dilaksanakan.
BoE mempertahankan suku bunga saat ini dengan perolehan suara 7:2. Proyeksi pertumbuhan Inggris dipangkas akibat Brexit dan pengaruh perlambatan eksternal.
Charles Evans menilai bahwa ekonomi dan kebijakan moneter The Fed saat ini sudah bagus. Oleh karena itu, jika tak ada keadaan darurat, maka Rate Cut tak diperlukan lagi tahun ini.
Harga emas terkoreksi naik begitu reli pasar saham mereda. Analis memperkirakan bahwa harga emas masih lemah dalam jangka pendek, tetapi positif dalam jangka panjang.
Kenaikan data ekonomi AS menambah faktor bagi bullish USD malam ini. PMI Non Manufaktur AS naik mencapai level 54.7 di bulan Oktober 2019.
Optimisme tercapainya kesepakatan dagang AS-China bulan ini, membuat para investor lebih tertarik pada saham daripada safe haven. Akibatnya, harga emas menurun.
Richard Clarida mengatakan bahwa ekonomi AS akan lebih meragukan jika The Fed tak memotong suku bunganya seperti yang sudah dilakukan sepanjang tahun ini.
Data NFP AS yang sangat baik, tidak didukung oleh data PMI Manufaktur AS versi ISM. Akibatnya, Dolar AS yang semula melonjak, segera turun kembali.
Harga emas stabil, setelah aksi penghindaran risiko merebak pasca dibatalkannya konferensi APEC di Chili dan keraguan China pada sikap Trump yang sering mengingkari kesepakatan.
FOMC kembali memotong suku bunga di bulan Oktober ini. Namun, Ketua The Fed mengindikasikan tidak akan ada Rate Cut lagi dalam jangka panjang.
Dua data ekonomi AS yang dirilis malam ini tak menuai banyak respon, karena pasar masih fokus pada kebijakan moneter The Fed dini hari nanti.
Ekspektasi pemotongan suku bunga (Rate Cut) The Fed kali ini tak sanggup menyokong harga emas. Sebab, investor lebih antusias terhadap perkembangan positif negosiasi AS-China dan Brexit.
Dolar AS melemah setelah data Kepercayaan Konsumen AS dilaporkan turun. Di samping itu, The Fed yang sedang menggelar rapat FOMC mulai hari ini, diekspektasikan untuk memotong suku bunganya.
Optimisme yang kian tumbuh dalam kesepakatan dagang AS-China, serta perkembangan positif Brexit, membuat harga emas turun sementara pasar ekuitas naik.
Trump mengungkapkan bahwa negosiasi dagang dengan China mengalami kemajuan pesat. Sebuah kesepakatan porsi besar dalam Fase Satu, kemungkinan akan segera ia tandatangani.
Dolar AS menguat di sesi perdagangan akhir pekan ini, setelah para pejabat AS dan China dikabarkan semakin mendekati bagian final dari pakta perdagangan Fase 1.