iklan

Profil Penulis : Nadia

Nadia adalah trader forex part-time yang menyukai analisa fundamental. Penyuka instrumen gold ini gemar memburu promosi dan bonus dari broker-broker forex. Saat ini, Nadia sedang mendalami trading saham.

iklan

iklan

Kemajuan program vaksin Inggris yang selama ini menjadi pendukung utama Sterling mulai tersaingi oleh negara-negara maju lain.
Harga emas naik berkat elemahan Dolar AS dan yield obligasi US Treasury. Pesimisme kenaikan suku bunga The Fed melatarbelakangi kondisi tersebut.
Harga emas naik karena inflasi AS yang menguat tak disertai dengan ekspektasi kenaikan suku bunga. Hal ini mendorong pelemahan Indeks Dolar AS.
Kenaikan inflasi AS direspon negatif oleh Dolar AS. Pasalnya, hal ini masih sesuai dengan skenario The Fed yang tak memperhitungkan kenaikan inflasi sebagai alasan Rate Hike.
Harga emas turun karena yield obligasi AS kembali menguat pasca laporan kenaikan inflasi produsen AS dan China. Namun, prospek jangka panjang emas masih bullish.
Apresiasi Dolar AS menurun karena aksi profit taking dan penurunan yield obligasi US Treasury. Sebaliknya, EUR/USD naik terdukung data PMI Zona Euro.
Penurunan Yield obligasi US Treasury dan Indeks Dolar AS malam ini memberi ruang bagi harga emas untuk naik mencapai level 1743.
PMI Manufaktur AS yang dirilis oleh ISM melonjak dari 60.8 ke 64.7 di bulan Maret. Namun, Dolar AS tergelincir karena peningkatan klaim pengangguran mingguan.
Harga emas kembali melesat ke atas level $1700. Namun demikian, para analis menilai penguatan emas masih dihadang oleh yield obligasi as.
Dolar AS menguat pasca pengumuman anggaran infrastruktur masif oleh Presiden Joe Biden. Pasar optimis jika hal ini dapat mendukung pemulihan ekonomi AS.
Rencana anggaran infrastruktur AS senilai triliunan Dolar membangkitkan optimisme pertumbuhan ekonomi. Hal ini membuat harga emas melemah di bawah 1700
Meningkatnya minat safe haven, tingginya yield obligasi AS, dan kasus infeksi COVID di Eropa membuat EUR/USD sulit bangkit dari level rendah 4 bulan.
EUR/USD menguat tipis berkat kepercayaan bisnis Jerman. Namun, persoalan vaksin dan infeksi COVID-19 masih membebani pergerakan harga.
Sempat berencana melarang ekspor vaksin ke Inggris, Uni Eropa akhirnya memilih untuk mengatur ekspor vaksin. Pound menghentikan penurunan vs USD dan memukul Euro.
Data GDP AS untuk kuartal akhir tahun 2020 direvisi naik dari estimasi sebelumnya. Reli Dolar AS pun kembali berlanjut setelah laporan tersebut.
Harga emas naik tipis walaupun yield obligasi dan Dolar AS kembali menguat. Pasalnya, Powell kembali menekankan pentingnya suku bunga rendah di testimoni hari kedua.
Dolar menguat seiring dengan para investor yang mencerna rencana kenaikan pajak AS. Sementara itu, rilis data Durable Goods dan PMI Manufaktur AS gagal memenuhi ekspektasi.
Harga emas melemah di tengah antisipasi investor terhadap testimoni ketua The Fed Jerome Powell dan Menkeu AS Janet Yellen.
Kenaikan harga emas tertahan oleh penguatan yield obligasi yang mengangkat Dolar AS. Namun, emas masih ditopang oleh tingginya permintaan bullion.
Ekspektasi kenaikan suku bunga (rate) BoE seiring dengan pemulihan ekonomi Inggris dipatahkan oleh statement dovish dari BoE. Akibatnya, GBP/USD tergelincir.
Dolar AS kembali naik setelah terpukul pernyataan The Fed soal menjaga komitmen pada moneter longgar. Lonjakan yield obligasi AS kembali mengangkat mata uang tersebut.
Retail Sales AS bulan Februari merosot lebih rendah daripada ekspektasi. Namun, reli Dolar AS masih stabil menjelang pengumuman kebijakan FOMC pekan ini.
Meskipun yield obligasi AS kembali melonjak, harga emas masih bertahan di level tinggi karena Indeks Dolar AS tidak menguat.
Kenaikan inflasi konsumen dan turunnya klaim pengangguran AS memicu sentimen risk-on sehingga membuat Dolar AS terkoreksi dari penguatan sebelumnya.
ECB mengisyaratkan laju pembelian obligasi yang lebih cepat guna membatasi biaya pinjaman Zona Euro. Sementara itu, dana bantuan pandemi tidak diubah.

Kesulitan Akses Seputarforex?
Silahkan buka melalui https://bit.ly/seputarforex


Alternatifnya, lakukan solusi ini jika Anda mengakses lewat:
PC   |   Smartphone