Advertisement

iklan

Profil Penulis : Rama Anandhita

Rama berstatus sebagai mahasiswa aktif tingkat akhir di salah satu Perguruan Tinggi Swasta di kota Kembang. Awal mula perkenalan dengan dunia trading dimulai pada tahun 2014, saat masih mahasiswa baru. Instrumen trading yang pertama kali dikenal adalah saham Indonesia. Seiring berjalannya waktu, tertarik mengikuti trading forex juga. Strategi trading yang banyak digunakan diantaranya Harmonic Pattern dan Chart Pattern.

iklan

iklan

Tren bullish pada harga emas tampak masih kuat di tengah sikap dovish The Fed dan sinyal perlambatan laju kenaikan suku bunga.
Pernyataan dovish Ketua The Fed Jerome Powell dapat mendongkrak harga emas ke sekitar level 1786.00. Konfirmasi buy bisa ditunggu di sekitar 1772.60 hingga 1776.00.
Harga minyak berpotensi naik ke sekitar 79.70 per barel pasca persediaan minyak mentah AS dilaporkan turun tajam.
Harga minyak berpotensi turun lebih lanjut ke level 73.50 di tengah meluasnya protes terkait kebijakan pembatasan China.
Harga minyak masih berpotensi turun ke sekitar level 77.50 karena peningkatan kasus COVID-19 yang berpotensi menurunkan permintaan minyak dari China.
Emas berhasil bangkit dan berpotensi naik lebih lanjut ke 1767.00 menyusul notulen FOMC Meeting yang cenderung dovish.
Harga emas berusaha rebound ke sekitar level 1753.00. Pasar didominasi oleh sikap wait and see menjelang rilis notulen pertemuan FOMC terbaru.
Emas terbebani oleh sikap hawkish yang diperlihatkan sejumlah pejabat The Fed akhir pekan lalu. Logam mulia kini berpotensi turun ke 1736 dalam jangka pendek.
Sinyal kenaikan suku bunga dari para pejabat The Fed membuat harga emas berisiko bearish ke sekitar 1752 dalam jangka pendek.
Harga emas tengah mencoba naik ke sekitar level psikologis 1800 menyusul konflik Rusia-Ukraina yang berpotensi semakin meluas.
Harga emas masih berpotensi bullish ke 1784 di tengah ketidakpastian prospek suku bunga Federal Reserve.
Harga emas kian perkasa dan berpotensi naik ke sekitar 1766.00 sehubungan dengan data inflasi AS yang turun di bawah ekspektasi pasar.
USD/JPY berpeluang naik ke sekitar 146.500 menjelang rilis data inflasi AS yang berpotensi mempengaruhi kebijakan The Fed selanjutnya.
Harga emas tampaknya masih berpotensi naik lebih lanjut ke sekitar level 1731 seiring terjadinya aksi jual pada mata uang Dolar AS.
Harga emas berpotensi naik ke sekitar level 1685 setelah fokus para pelaku pasar beralih ke data inflasi untuk mencari sinyal suku bunga The Fed.
Harga emas berusaha naik lebih lanjut ke sekitar level 1648.00. Rilis data NFP malam ini akan menjadi fokus utama investor dalam waktu dekat.
Harga emas kembali tertekan dan berpotensi untuk bergerak turun lebih lanjut ke sekitar level 1631.00 setelah pengumuman FOMC terbaru.
Harga emas mencoba bergerak naik ke sekitar level 1661 di tengah ketidakpastian prospek suku bunga The Fed.
Anjloknya Dolar AS dan imbal hasil Treasury berpotensi membuat harga emas naik lebih lanjut ke sekitar level 1674.00.
Harga emas masih berpotensi untuk bergerak naik ke sekitar level 1661.00 di tengah terus meredupnya sentimen Fed Rate Hike.
Harga emas masih berpeluang naik ke sekitar level 1668.00 setelah ekspektasi Fed Rate Hike yang agresif mulai mereda.
Tren positif mata uang Dolar AS dan imbal hasil obligasi AS berpotensi membuat harga emas turun lebih lanjut ke sekitar level 1615.00.
Harga emas berpotensi tertekan ke sekitar level 1614 di tengah kembali menguatnya Indeks Dolar AS dan imbal hasil Treasury.
Emas berpotensi turun ke sekitar 1639.00 di tengah sepinya katalis. Skenario sell diperkirakan muncul apabila harga sampai di area 1649-1653.
Harga emas cenderung bearish dan berpotensi turun ke sekitar level 1646.00. Padahal, Dolar AS sedang beristirahat dari relinya.