Advertisement

iklan

Profil Penulis : Rama Anandhita

Rama berstatus sebagai mahasiswa aktif tingkat akhir di salah satu Perguruan Tinggi Swasta di kota Kembang. Awal mula perkenalan dengan dunia trading dimulai pada tahun 2014, saat masih mahasiswa baru. Instrumen trading yang pertama kali dikenal adalah saham Indonesia. Seiring berjalannya waktu, tertarik mengikuti trading forex juga. Strategi trading yang banyak digunakan diantaranya Harmonic Pattern dan Chart Pattern.

iklan

iklan

Notulen rapat FOMC Meeting yang cenderung hawkish membuat harga emas berpotensi turun lebih lanjut ke sekitar level 1758.00.
Harga emas gagal bertahan di atas level psikologis. Pasalnya, spekulasi fed rate hike yang selama ini menghambar kenaikan emas kembali berhembus.
Harga emas gagal naik lebih lanjut setelah beberapa pejabat The Fed tetap mempertahankan sikap hawkish terkait prospek suku bunga AS.
Harga emas masih berpotensi naik lebih tinggi ke sekitar level psikologis $1800 menjelang rilis data inflasi AS malam ini.
Harga emas berjuang mencapai $1795 menjelang rilis data inflasi AS, yang diperkirakan akan memberikan petunjuk kenaikan suku bunga The Fed selanjutnya.
Harga emas kembali tertekan dan menjauh dari level psikologis $1800. Hal ini sehubungan dengan data NFP AS yang berhasil melampaui ekspektasi pasar.
Emas dapat menguji level psikologis $1800 per troy ons di tengah berlanjutnya aksi beli. Kisaran 1785 dapat menjadi acuan entry dengan target di 1804.
Harga emas berisiko melemah lebih lanjut setelah aksi beli yang terjadi selama beberapa hari terakhir terhenti. Level 1770 menjadi acuan entry sell.
Aksi beli emas yang terjadi di tengah penurunan uang Dolar AS berpotensi mengangkat posisinya ke level 1784 setelah menguji 1771.
Kekhawatiran resesi AS dan berkurangnya ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed berpotensi mendorong harga emas ke sekitar level 1772.
Pertumbuhan ekonomi AS yang kembali mengalami kontraksi berpotensi mendongkrak harga emas lebih lanjut.
SIkap The Fed yang dianggap kurang hawkish berpotensi membuat tren pergerakan harga emas berbalik menjadi bullish.
Harga emas masih berpotensi tertekan lebih lanjut. Untuk itu, skenario utama hari ini adalah mengawasi konfirmasi penurunan dari area sell di 1721.
Kembali meningkatnya risiko resesi bisa mendorong harga emas untuk bergerak naik lebih lanjut ke sekitar level 1739.00.
Harga emas berpeluang naik lebih lanjut setelah berhasil menguat dan diperdagangkan di atas level psikologis $1700 lagi.
Aksi jual yang terjadi pada emas membuat harga turun ke bawah level psikologis $1700. Diperkirakan, logam mulia akan melemah lebih lanjut ke sekitar 1685.00.
Harga emas berpotensi kembali melemah ke sekitar level psikologis 1700. Tren kenaikan suku bunga secara global menjadi faktor yang masih membayangi.
Harga emas masih ditekan aksi jual dan berpotensi turun lebih lanjut ke sekitar level psikologis $1700.
Harga emas mencoba rebound di tengah memudarnya ekspektasi kenaikan suku bunga yang lebih agresif oleh Federal Reserve.
Harga emas berisiko tertekan lebih lanjut ke bawah level psikologis 1700 semenjak gagal memanfaatkan momentum pemulihan beberapa waktu lalu.
Emas berupaya rebound meskipun terdapat ekspektasi bahwa The Fed akan melakukan pengetatan kebijakan moneter yang lebih agresif.
Harga emas tertekan mendekati level psikologis $1700 menjelang dirilisnya data inflasi AS. Laporan ini berpotensi menjadi sinyal kebijakan moneter The Fed ke depan.
Harga emas berpotensi turun lebih lanjut. Pasalnya, aksi beli Dolar AS tak kunjung reda sehingga menekan emas ke arah support 1722.
Harga minyak WTI dapat menguat lagi meskipun terdapat kekhawatiran seputar resesi dan potensi lockdown di China.
Emas masih berpotensi turun lebih lanjut ke sekitar level 1731. Skenario sell terpantau di area 1743 atau batas bawah kisaran resistance saat ini.