Profil Penulis : Rama Anandhita

Rama berstatus sebagai mahasiswa aktif tingkat akhir di salah satu Perguruan Tinggi Swasta di kota Kembang. Awal mula perkenalan dengan dunia trading dimulai pada tahun 2014, saat masih mahasiswa baru. Instrumen trading yang pertama kali dikenal adalah saham Indonesia. Seiring berjalannya waktu, tertarik mengikuti trading forex juga. Strategi trading yang banyak digunakan diantaranya Harmonic Pattern dan Chart Pattern.
FirewoodFX

iklan

Advertisement

iklan

Konten Oleh Rama Anandhita

Harga emas diperkirakan terkoreksi lebih lanjut, meskipun AS dan China telah saling memberlakukan masing-masing tarif impor terbaru secara resmi.


Setelah diperdagangkan terkoreksi, harga emas diperkirakan akan kembali merangkak naik melanjutkan tren bullish.


Meski tergelincir di awal sesi Eropa, tetapi emas diperkirakan masih berpotensi menguat di tengah serangkaian sentimen negatif.


EUR/USD rawan terkoreksi lebih lanjut di tengah kembali mencuatnya kekhawatiran akan terjadinya resesi.


Emas diperkirakan masih akan menguat pasca inversi kurva Yield Treasury AS. Selain itu, polemik perang dagang AS-China yang tak kunjung usai turut mendukung penguatan emas.


GBP/USD rawan terkoreksi lebih lanjut di tengah ketidakpastian Brexit serta gejolak sengketa perdagangan AS-China.


EUR/USD berpotensi semakin terpuruk menjelang pidato Ketua The Fed, Jerome Powell, di Jackson Hole Symposium malam nanti.


Potensi terjadinya Hard Brexit semakin meningkat setelah Uni Eropa menolak tuntutan Boris Johnson terkait Brexit Irlandia.


Harga emas berpotensi tergelincir ke bawah level psikologis 1,500 pasca rilis notulen FOMC yang dinggap tidak sesuai dengan ekspektasi para pelaku pasar.


Investor yang lebih memilih untuk bersikap Wait And See menjelang Jackson Hole Symposium akhir pekan ini membuat harga emas berkonsolidasi di sekitar level 1,500.