Advertisement

iklan

Profil Penulis : Rizki Rosadi

Sudah aktif dalam dunia trading sejak 2012 dan masih terus belajar untuk menjadi lebih baik. Awal mula trading dengan menggunakan EA, dan akhirnya pada 2014 fokus trading manual dengan terus riset pada metode trading. Saat ini, saya merupakan seorang Discretionary Trader yang menggunakan Trend Following dengan metode breakout.
FirewoodFX

iklan

Advertisement

iklan

Dalam trend turun yang sedang berlangsung, posisi sell akan diambil di area Supply untuk memanfaatkan potensi pelemahan harga setelah mengalami koreksi.
Posisi sell akan diambil untuk memanfaatkan potensi pelemahan harga setelah mengalami koreksi ke area Supply 0.6034-0.6154. Sell diambil jika telah terbentuk candlestick konfirmasi di H4.
Posisi sell akan diambil di area Supply untuk memanfaatkan potensi harga melemah kembali setelah koreksi ke area Supply 66.58-67.78. Sell diambil setelah terbentuk candlestick konfirmasi di H4.
Posisi buy akan diambil untuk memanfaatkan potensi harga menguat kembali setelah koreksi ke area Demand 1.7679-1.7960. Sell menunggu terjadinya rejection di time frame Daily dan konfirmasi candle di H4.
Pasangan mata uang GBP/JPY kali ini akan dianalisa dengan metode TLS. Posisi sell akan diambil di area Supply 136.30-38.39 untuk memanfaatkan potensi pelemahan harga dalam trend turun.
Posisi sell akan diambil di area Supply 1.2060-1.2231 untuk memanfaatkan potensi harga melemah kembali setelah mengalami koreksi. Sell menunggu candle konfirmator atau terjadi breakout trendline naik di H4.
Harga telah mengalami rejection di area Supply 1.7117-1.7262. Peluang harga melemah masih cukup besar. Posisi sell akan diambil ketika harga berhasil break trendline naik di time frame H4.
Posisi sell diambil untuk memanfaatkan potensi pelemahan harga setelah mencapai area Supply 1.2202-1.2423. Posisi sell menunggu harga mengalami rejection di time frame Daily terlebih dahulu.
Ada tanda seller kuat di area Supply 1.5450-1.5600 dengan terbentuknya tiga shadow panjang di time frame Weekly. Tanda Daily melemah juga sudah terlihat, sehingga posisi sell tinggal menunggu break trendline H4.
Analisa EUR/USD kali ini merupakan kelanjutan dari analisa sebelumnya, Tanda pelemahan di time frame Daily sudah terbentuk. Posisi sell tinggal menunggu breakout trendline di time frame H4.
Dalam rangkaian Downtrend yang masih berlangsung, posisi sell akan diambil di area Supply. Posisi sell diambil jika harga telah masuk ke zona Supply 0.5984-0.6149.
Posisi sell akan diambil untuk memanfaatkan potensi pelemahan harga setelah koreksi ke area Supply 0.6118-0.6302. Sell dapat diambil jika terbentuk 3 candlestick konfirmasi, yaitu Engulfing, Pin Bar, atau Inside Bar.
Posisi sell akan diambil untuk memanfaatkan potensi harga melemah kembali setelah koreksi ke area supply 0.6118 - 0.6302.
Posisi sell diambil setelah terjadi penolakan di area supply Daily dan adanya signal konfirmasi di time frame H4. Level Stop Loss dan Take Profit ditentukan berdasarkan RRR 1:2.
Posisi sell akan diambil pada area Supply untuk memanfaatkan potensi pelemahan harga dalam trend turun. Posisi sell diambil ketika konfirmasi Top telah terbentuk.
Analisa ini menggunakan metode TLS dengan Data Positioning dari Commitment of Traders (CoT). Posisi sell diambil karena konfirmasi Top telah terbentuk setelah harga tertahan di area Supply.
Trend, Level, Signal (TLS) digunakan untuk menganalisa pergerakan pasangan mata uang CD/JPY. Dua skenario sell diambil untuk memanfaatkan potensi pelemahan harga ketika pullback ke Resisten atau area Supply.
Peluang sell berasal dari potensi pelemahan harga ketika memasuki area Supply dalam trend turun. Entry sell bisa diambil setelah terbentuk konfirmasi Top di time frame H4.
Trend, Level, Signal (TLS) digunakan untuk menganalisa pergerakan pasangan mata uang USD/JPY . Posisi sell diambil untuk memanfaatkan potensi harga melemah kembali ketika pullback ke area Supply.
Analisa kali ini merupakan kelanjutan dari skenario entry pada pasangan mata uang EUR/USD sebelumnya. Posisi buy diambil setelah Bullish Engulfing terbentuk di time frame H4 pada area Demand.
Posisi sell akan diambil ketika harga pullback ke area Supply untuk memanfaatkan trend turun yang masih berlangsung. Posisi sell diambil ketika konfirmasi Top telah terbentuk.
Posisi buy diambil untuk memanfaatkan potensi harga menguat kembali di area Demand. Buy bisa diambil ketika konfirmasi Bottom telah terbentuk, seperti Bullish Engulfing, Pin Bar, atau Bullish Inside Bar.
Dibanding Hard Fork yang lebih umum diimplementasikan, Soft Fork ternyata memiliki kelebihan yang lebih menjanjikan dari segi pemanfaatannya.
Metode Trend, Level, Signal atau disingkat TLS digunakan untuk menganalisa pergerakan pair EUR/USD. Kondisi harga yang sedang bullish akan dimanfaatkan untuk mengambil posisi buy menggunakan dua skenario.
Posisi buy akan diambil untuk memanfaatkan potensi penguatan harga setelah pullback ke area Demand. Entry buy diambil setelah konfirmasi Top telah terbentuk di time frame H4.