Advertisement

iklan

Profil Penulis : SFN

SFN merupakan hasil kerjasama beberapa personel tim Seputarforex untuk mengulas berita-berita terkini di bidang forex maupun saham.

iklan

iklan

PT Citra Maharlika Nusantara Corpora Tbk (CMNC) mengumumkan rebranding travel Cipaganti yang utamanya dikenal melayani rute Jakarta-Bandung. Menurut Direkturnya, Jovial Mecca Alwis, mereka akan mengganti nama tersebut mulai dari bulan April. Travel kelas premium nantinya akan diganti menjadi brand Mgo,...
PT Astra International Tbk (Grup Astra) menyatakan telah siap terjun ke sektor pengembangan kawasan logistik berikat minyak dan gas dalam proyek kerjasama dengan pemerintah. Mengambil lokasi di Balikpapan, Kaltim, perusahaan tersebut menargetkan dapat melaksanakan proyek ini setidaknya hingga awal tahun...
Pada hari Senin, Gubernur Sumsel H Alex Noerdin mengatakan di Palembang bahwa BUMN bidang Konstruksi PT Waskita Karya sudah menyatakan siap untuk melaksanakan pembangunan Light Rail Transit (LTR) dari Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II menuju Jakabaring Palembang. Menurut Noerdin, perseroan...
Kehadiran program Laku Pandai (Layanan Keuangan Tanpa Kantor dalam rangka Keuangan Inklusif) yang diluncurkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tahun ini dipandang oleh CEO BNI Manado Johnny Tampubolon bisa membantu perbankan dalam mengurangi biaya pembukaan kantor layanan baru. Ini karena dengan program...
Harga emas pada Rabu (13/8) pagi ini terpantau melemah. Logam mulia tersebut diperdagangkan di bawah level tinggi tiga mingguan menanti perkembangan terbaru berbagai peristiwa ketegangan politik dunia, prospek pertumbuhan Eropa, serta perekonomian AS.
Kondisi bisnis Australia mengalami kenaikan menuju level tinggi empat tahunan pada bulan Juli, terdukung oleh peningkatan dalam aktivitas konstruksi. Di samping itu, National Australia Bank (NAB) juga melakukan survei bulanan terhadap kepercayaan bisnis dan hasilnya pun positif, makin menguat.
Emas masih mempertahankan penurunan dari level tertingginya dalam tiga minggu, pada pembukaan sesi Asia hari Selasa (12/08) ini, sehubungan dengan mulai surutnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah dan Ukraina. Emas yang merupakan aset safe haven, mulai ditinggalkan oleh para investor.
Dolar Australia tak menunjukkan pergerakan yang cukup krusial terhadap Dolar AS pada Senin (11/08) hari ini. Perseteruan geopolitik antar negara masih menjadi penggerak pasar di awal pekan ini, dimana Rusia dikabarkan telah menarik pasukannya dari perbatasan dengan Ukraina.
Pada hari Senin (11/08) melalui BOJ, Jepang merilis Laporan Ekonomi Dan Finansial Bulanan terbaru untuk edisi Agustus 2014. Kesimpulannya, ekonomi Jepang masih menunjukkan pemulihan dengan skala yang moderat kendati terdapat kemerosotan permintaan yang diketahui akibat kenaikan pajak penjualan.
Pada hari Jumat lalu, dikabarkan bahwa Rusia telah mengakhiri latihan militernya di perbatasan Ukraina. Aksi penghindaran risiko pun mereda oleh kabar dari Rusia tersebut. Akibatnya, saham-saham AS pun melonjak mencapai perolehan satu hari sejak bulan Maret dan aset-aset safe haven mulai ditinggalkan.
Harga emas mengendur di sesi perdagangan Asia Senin (11/08) pagi ini akibat aksi ambil untung para investor. Meski demikain, emas masih akan terdukung oleh prospek volatilitas sehubungan dengan perkembangan perisitiwa di Timur Tengah dan Rusia.
Kabar mengejutkan datang dari Tiongkok. Pada Jumat (08/08) pagi ini, ekspor negara tersebut dilaporkan meningkat pesat pada bulan Juli. Untuk pertama kalinya setelah beberapa periode, Tirai Bambu membukukan surplus dalam neraca perdagangannya. Ditambah lagi, persentase impor negara ini pun tercatat menyusut.
Yen melonjak setelah Presiden Barrack Obama telah menyetujui serangan udara terhadap Irak. Tentu saja, kabar tersebut menambah minat investor terhadap aset-aset safe haven, ditambah lagi dengan konflik Ukraina serta konflik Timur Tengah. Selain itu, hasil rapat kebijakan moneter BOJ pagi ini juga turut mempengaruhi gerak Yen.
Rapat kebijakan moneter Bank Sentral Eropa (ECB) telah dilangsungkan Kamis (07/08) malam tadi. Pada dasarnya, ada tiga hal pokok yang disinggung oleh Mario Draghi dalam pertemuan tersebut, diantaranya yakni nilai tukar Euro, tingkat suku bunga, dan masalah geopolitik dengan Rusia.
Dolar New Zealand anjlok terhadap Dolar AS pada hari Kamis (07/08) sore ini, masih terpicu oleh kuatnya Greenback akibat apiknya laporan ekonomi Amerika Serikat. Selain itu, malam nanti AS akan merilis laporan klaim pengangguran. NZD/USD mencapai posisi 0.8453 di penghujung sesi Asia hari ini. Pair tersebut kemudian terkonsolidasi pada 0.8463, atau memudar 0.17%.
Analis memperkirakan bahwa BOJ tidak akan membuat kebijakan yang mengejutkan pekan ini. Meski demikian, pasar akan tetap berjaga-jaga apabila optimisme Gubernur Haruhiko Kuroda terhadap perekonomian Jepang mengalami perubahan, demikian dilansir dari CNBC.
Emas mendulang kenaikan di sesi Asia Kamis (07/08) pagi mendekati level tertinggi dalam satu minggu seiring dengan kekhawatiran atas aksi militer Rusia terhadap Ukraina. Selain itu, meningkatnya ketegangan antara Moskow dan Barat menaikkan pamor emas sebagai aset safe haven.
Melonjaknya tingkat pengangguran Australia pada bulan Juli 2014 ini mengecewakan Dolar Australia. Tingkat pengangguran naik ke level tinggi dalam 12 tahun dari 6 persen, menjadi 6.4 persen. Angka ini merupakan yang terburuk sejak tahun 2007. Akibatnya AUD/USD terjun dari level tertingginya dalam satu minggu terakhir
Kamis (07/08) pagi ini, Euro memulihkan diri dari pelemahannya setelah rentetan rilis data-data ekonomi yang mengecewakan dari Italia dan Jerman. Sentimen terhadap mata uang tunggal tersebut kemarin sempat melemah dan kembali menguat menjelang kebijakan moneter ECB sore nanti.
Perekonomian Italia dilaporkan kembali mengalami resesi. Laporan resmi dari ISTAT menunjukkan, GDP Italia menyusut 0.2% pada kuartal kedua tahun ini, setelah terkontraksi dalam dua kuartal berturut-turut. Angka tersebut berada di bawah perkiraan para analis Reuters yang mengharapkan kenaikan GDP Italia hingga 0.2%.
Rentetan rilis laporan data-data ekonomi Inggris pada Rabu (06/08) sore ini berpengaruh cukup besar bagi pergerakan Poundsterling. Mata uang Inggris tersebut tergelincir turun terhadap Dolar AS akibat dikecewakan oleh data produksi manufaktur Inggris. Sementara itu, permintaan terhadap Dolar AS masih berlanjut tertopang oleh cerahnya angka ISM AS malam tadi.
Euro membentuk level rendah baru dalam sembilan bulan terakhir terhadap Dolar AS pada hari Rabu (06/08) siang ini. Para trader menambah pertaruhan bearish mereka terhadap mata uang 18 negara tersebut menjelang rapat kebijakan ECB yang akan dilaksanakan pada Kamis besok.
Emas tampak masih betah bergerak di bawah level psikologis $1,300 per ons seiring dengan data ekonomi AS malam tadi yang sukses membangkitkan optimisme terhadap Dolar AS. Permintaan terhadap investasi-investasi alternatif pun menurun meski ketegangan antara Rusia dan Ukraina memanas memasuki episode baru.
Dolar AS masih mencapai level tinggi 11 bulan terhadap mata uang-mata uang mayor di Rabu (06/08) pagi ini setelah data ekonomi AS yang dirilis malam tadi menunjukkan perolehan yang positif. Aktivitas sektor jasa Amerika Serikat mencapai level tinggi delapan setengah tahun pada bulan Juli lalu, sementara pesanan pabrikan mengalami kenaikan pada bulan Juni.
Poundsterling terkerek naik terhadap Dolar AS pada Selasa sore hari ini setelah data PMI sektor jasa Inggris dilaporkan berekspansi ke level tertinggi sejak bulan Desember tahun 2013. GBP/USD mencapai 1.6888 selama sesi perdagangan Eropa, level tertinggi yang dicapai oleh pair tersebut sejak tangal 1 Agustus