Pernyataan Gubernur BoE Dan PMI Jasa Makin Menekan Poundsterling

Poundsterling tertekan karena kondisi sektor jasa, manufaktur, dan konstruksi Inggris mengarah pada laju GDP minus, sementara Gubernur BoE menyebar sinyal rate cut.

FirewoodFX

iklan

Advertisement

iklan

Poundsterling diperdagangkan minus 0.15 persen di kisaran 1.2575 terhadap Dolar AS pada pertengahan sesi Eropa (3/Juli), setelah rilis data Purchasing Managers' Index (PMI) untuk sektor jasa. Sektor jasa Inggris luput dari teritori kontraksi, tetapi penurunannya jauh lebih besar dari ekspektasi. Sementara itu, pernyataan gubernur bank sentral Inggris (Bank of England/BoE) yang disampaikan kemarin malam masih menyisakan tekanan cukup kuat.

GBPUSD DailyGrafik GBP/USD Daily via Tradingview

Kemarin -beberapa jam setelah rilis data PMI Konstruksi yang terbilang tragis-, Gubernur BoE Mark Carney menyampaikan pidatonya di sebuah forum di Bournemouth. Menurutnya, "posisi kebijakan moneter (saat ini) lebih ketat dibandingkan yang diinginkan". Ia juga menambahkan bahwa risiko perlambatan ekonomi telah meningkat baru-baru ini sehubungan dengan sengketa dagang global.

"Aksi-aksi terakhir meningkatkan kemungkinan bahwa konflik dagang bisa jadi lebih menjalar, lebih sulit, dan lebih merusak ketimbang ekspektasi sebelumnya. Alasan untuk bertindak semakin banyak," kata Carney.

Pelaku pasar menerjemahkan pernyataan Carney itu sebagai alasan untuk meningkatkan ekspektasi pemangkasan suku bunga BoE dalam tahun ini. Probabilitas untuk pemangkasan suku bunga BoE sebesar 25 basis poin pada bulan Desember mendatang pun bertambah dari 41 persen menjadi 57 persen.

Aksi jual Sterling berlanjut hingga hari ini. Rilis data PMI Jasa gagal menyingkirkan kekhawatiran pasar, karena skornya melorot dari 51.0 menjadi 50.2 pada bulan Juni.

"Sektor jasa yang nyaris stagnan pada bulan Juni, menunjukkan salah satu kinerja terburuknya dalam lebih dari satu dekade terakhir, dan (data) muncul setelah penurunan tajam sektor manufaktur dan konstruksi. Angka yang tercapai pada bulan Juni menggenapkan kuartal kedua (2019) untuk mengarah ke kontraksi 0.1 persen pada GDP," papar Chris Williamson dari IHS Markit.

289074

Alumnus Fakultas Ekonomi yang telah mengenal dunia trading sejak tahun 2011. Seorang News-junkie yang menyukai analisa fundamental, biasa trading forex dan saham menggunakan Moving Averages dan Fibonacci. Kini menulis topik seputar Currency, Stocks, Commodity, dan Personal Finance dalam bentuk berita maupun artikel sembari trading di sela jam kerja.


15 Jul 2019