Petinggi The Fed Optimis Peluang Rate Hike Masih Terbuka Lebar

Presiden Federal Reserve Richmond, Jeffrey Lacker, telah menyampaikan pandangannya pada hari Rabu (24/2) siang waktu setempat, menegaskan bahwa masih terbuka lebar bagi bank Sentral AS untuk melakukan rate hike.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Presiden Federal Reserve Richmond, Jeffrey Lacker, telah menyampaikan pandangannya pada hari Rabu (24/2) siang waktu setempat, menegaskan bahwa masih terbuka lebar bagi bank Sentral AS untuk melakukan rate hike di tengah merebaknya spekulasi akan terjadi perdebatan sengit terkait rencana kenaikan suku bunga akibat situasi perekonomian global yang tidak stabil selama beberapa waktu terakhir ini.

Petinggi The Fed Optimis Peluang Rate Hike Masih

Seperti yang diketahui sebelumnya, kondisi bursa saham global dalam dua bulan awal tahun 2016 ini begitu memprihatikan dan langsung meningkatkan kecemasan investor terhadap perlambatan ekonomi global yang juga akan berimbas kepada perekonomian AS, sehingga banyak yang berspekulasi bahwa Federal Reserve hampir mustahil akan melakukan rate hike pada pertemuan pada tanggal 15–16 bulan Maret nanti.

Meskipun Lacker tidak mengatakan kejelasan mengenai waktu terjadinya rate hike, namun beliau menegaskan bahwa tidak ada bukti konkrit yang menunjukan telah terjadi resesi di AS sehingga bank Sentral perlu mengambil langkah untuk menaikkan suku bunga agar inflasi tidak naik terlalu tinggi, mengingat data inflasi inti AS pada bulan Januari silam menembus rekor tertinggi sejak agustus 2011.

Pernyataan dari Lacker tersebut senada dengan komentar presiden Federal Reserve negara bagian Kansas, Esther George dimana pada hari Selasa kemarin juga menyampaikan pandangannya yang menyebutkan bahwa bank Sentral sudah seharusnya menaikkan suku bunga pada pertemuan Maret mendatang. Baik Lacker maupun George, keduanya merupakan petinggi The Fed yang punya hak voting pada panel kebijakan Federal Reserve tahun 2016 ini.

Saat berita ini diturunkan, Dollar AS terpantau melemah terhadap Euro dan Poundsterling, memangkas penguatannya sepanjang sesi Asia hingga Eropa tadi. Pair EUR/USD diperdagangkan pada level 1.1034 menjauhi harga terendah harian 1.0957. Sementara itu untuk pair GBP/USD diperdagangkan pada harga 1.3958, secara keseluruhan posisi greenback masih begitu perkasa terhadap hampir semua major currency.

 

260745

Pandawa punya minat besar terhadap dunia kepenulisan dan sejak tahun 2010 aktif mengikuti perkembangan ekonomi dunia. Penulis juga seorang Trader Forex yang berpengalaman lebih dari 5 tahun dan hingga kini terus belajar untuk menjadi lebih baik.


24 Sep 2019