OctaFx

iklan

Pidato Powell Terkesan Dovish, Dolar Justru Naik Tipis

Pernyataan terbaru Ketua Fed bernada dovish, tapi pasar cenderung mengabaikannya karena Powell hanya mengulangi keputusan Bank Sentral AS yang mengambil sikap wait and see.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Pada hari Minggu (10/3), Ketua Bank Sentral AS, Jerome Powell, mengatakan bahwa The Fed tidak perlu merasa terburu-buru untuk melakukan Rate Hike kembali. Menurutnya, bank sentral lebih baik fokus pada pengawasan terhadap risiko perlambatan ekonomi global terhadap ekonomi domestik AS.

Meski Pidato Powell Terkesan Dovish,

"Tingkat suku bunga saat ini sudah tepat dan hampir netral... Perlambatan ekonomi China, Eropa, dan isu global lainnya menimbulkan risiko yang besar bagi prospek perekonomian AS, sehingga kami lebih memilih opsi menunggu sembari mengamati sampai sejauh mana dampak global akan mempengaruhi domestik AS," kata Powell saat menghadiri wawacara bersama CBS.

Meski melontarkan kekhawatirannya, Powell menjamin bahwa kesehatan dan keselamatan sistem ekonomi serta perbankan AS sudah pulih dalam banyak hal, tingkat pengangguran semakin rendah, dan data fundamental Negeri Paman Sam cukup kokoh menahan pengaruh perlambatan ekonomi global.

"Krisis keuangan (2009) telah banyak merusak kehidupan banyak orang, dan tentu saja, tidak semua bisa menjadi utuh dalam waktu singkat. Namun sistem kami saat ini jauh lebih tangguh dan kokoh daripada sebelum krisis keuangan," tambah Powell.

Powell juga menegaskan bahwa dirinya menolak berkomentar lebih jauh mengenai sikap presiden AS, Donald Trump, yang pada akhir tahun lalu mengatakan Fed "sangat gila" karena menaikkan suku bunga sebanyak empat kali dalam setahun. Meski saat ini The Fed memilih melakukan pendekatan wait and see, itu tidak ada hubungannya dengan ancaman Trump. Powell menegaskan kembali bahwa Fed tidak akan pernah melakukan kebijakan moneter berdasarkan pertimbangan politik.

 

Dolar AS Berupaya Bangkit

Meski pernyataan terbaru Powell dinilai pelaku pasar bernada sedikit dovish, tapi hal itu tidak banyak mempengaruhi pergerakan Dolar AS di sesi Asia awal pekan. Pada pukul 09:00 WIB hari ini (11/Maret), Indeks Dolar (DXY) yang mengukur kekuatan Greenback terhadap enam mata uang mayor lain berada di kisaran 97.43, menguat 0.07 persen atau berada di jalur koreksi bullish. Sebelumnya, DXY sempat menurun pada hari Jumat pekan lalu karena rilis NFP Februari yang mengecewakan.

Meski Pidato Powell Terkesan Dovish,

Indeks Dolar AS saat ini bergerak di dekat level tertinggi sejak November 2018 pada level 97.70, dan apabila bisa menembus level tersebut lebih tinggi, Indeks DXY akan membuka jalur reli menuju level tertinggi sejak Juni 2017.

287685

Pandawa punya minat besar terhadap dunia kepenulisan dan sejak tahun 2010 aktif mengikuti perkembangan ekonomi dunia. Penulis juga seorang Trader Forex yang berpengalaman lebih dari 5 tahun dan hingga kini terus belajar untuk menjadi lebih baik.


24 Sep 2019