PMI Jasa Inggris Melonjak, Sterling Tertahan Di Bawah 1.2200

Kenaikan PMI Jasa Inggris ke level tertinggi 9 bulan ditanggapi dingin oleh pelaku pasar. Poundsterling masih tertekan versus Dolar AS dan Yen Jepang.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Kinerja ekonomi Inggris menunjukkan ketangguhannya. Hasil survei Purchasing Managers' Index (PMI) untuk sektor Jasa dan Komposit menunjukkan kenaikan cukup signifikan pada bulan Juli. Namun, pair GBP/USD masih tertahan di level rendah antara 1.2100 dan 1.2200 pada pertengahan sesi Eropa (5/Agustus). Pair GBP/JPY juga turun ke level terendah sejak bulan November 2016, sebagai imbas dari kemerosotan minat risiko pasar hari ini.

GBPUSD Daily

Lembaga riset IHS Markit melaporkan bahwa PMI Komposit untuk sektor konstruksi, jasa, dan manufaktur Inggris mengalami pemulihan dari 49.7 menjadi 50.7 pada bulan Juli 2019. Kembalinya skor indeks ke area ekspansif terutama berkat kontribusi sektor jasa yang mencetak kenaikan skor dari 50.2 ke 51.4, level tertingginya dalam sembilan bulan terakhir.

"Sejumlah responden survei berkomentar mengenai peningkatan penjualan ke klien di pasar eksternal, berkat lemahnya nilai tukar Sterling terhadap Euro dan Dolar AS. Selain itu, survei terbaru menunjukkan peningkatan pekerjaan baru dari mancanegara paling pesat sejak Juni 2018," catat IHS Markit.

Meski demikian, laporan ini hampir tak berpengaruh sama sekali terhadap nilai tukar Sterling. Pasalnya, eskalasi risiko "No-Deal Brexit" dan probabilitas pemilu dini masih mewarnai perekonomian. Bank sentral Inggris juga tidak mungkin menaikkan suku bunganya dalam kondisi ini, tak peduli seberapa besar pemulihan skor PMI.

"Kenaikan kecil pada PMI Jasa bulan Juli tak menjadi (alasan untuk) kegembiraan, meski itu memang menyediakan sejumlah jaminan bahwa perekonomian tidak sedang mengalami penurunan berkelanjutan dan tidak membutuhkan stimulus moneter baru," kata Samuel Tombs dari Pantheon Macroeconomics.

Pendapat serupa disampaikan oleh James Smith dari ING Bank, "Salah satu risiko terbesar bagi sektor jasa -dan perekonomian secara keseluruhan- datang dari investasi. Angka GDP (yang akan dirilis pada hari) Jumat bisa saja mengungkapkan bahwa belanja bisnis melanjutkan tren penurunan, sebuah pola yang kemungkinan berlanjut sepanjang sisa tahun ini. Ketidakpastian brexit membatasi minat untuk ekspansi, tetapi rencana kontijensi menjelang (deadline brexit) 31 Oktober juga bisa membatasi sumber daya yang tersedia untuk proyek-proyek investasi."

289524

Alumnus Fakultas Ekonomi yang telah mengenal dunia trading sejak tahun 2011. Seorang News-junkie yang menyukai analisa fundamental, biasa trading forex dan saham menggunakan Moving Averages dan Fibonacci. Kini menulis topik seputar Currency, Stocks, Commodity, dan Personal Finance dalam bentuk berita maupun artikel sembari trading di sela jam kerja.


1 Ags 2019

15 Jul 2019

5 Ags 2019