OctaFx

iklan

Pound Menguat Pasca GDP Inggris Dan Komentar PM Johnson

Pound menguat terdukung pertumbuhan ekonomi Inggris yang naik di atas ekspektasi, dan perkembangan Brexit yang dinilai positif hari ini.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Seputarforex.com - Ekonomi Inggris pada bulan Juli 2019 menunjukkan peningkatan di atas ekspektasi. Berdasarkan rilis data dari ONS, Growth Domestic Products (GDP) Inggris dalam basis bulanan naik menjadi 0.3 persen. Angka tersebut lebih tinggi daripada ekspektasi ekonom Reuters di angka 0.1 persen, serta memperbaiki penurunan pertumbuhan di bulan Juni yang mencapai -0.2 persen.

Tak kalah menggembirakan, GDP Inggris dalam basis kuartalan pun lebih baik daripada ekspektasi, dengan pencapaian di level 0 persen, lebih baik dari -0.2 persen di periode sebelumnya. ONS mencatat bahwa sektor jasa berkontribusi paling besar atas peningkatan kali ini.

united-kingdom-leading-economic-index

David Cheetham, Kepala Analis dari broker XTB, menilai bahwa GDP Inggris tersebut terbilang melegakan. Meskipun tak terlalu gemilang, setidaknya pertumbuhan Inggris sudah meninggalkan teritori negatif, sehingga mengecilkan kemungkinan resesi.

 

 

Johnson: No Deal Brexit Adalah Kegagalan

Menambah penguatan Poundsterling, PM Boris Johnson menegaskan bahwa dirinya tetap menghendaki kesepakatan Brexit sebelum deadline bulan depan. GBP/USD naik 0.5 persen ke 1.2340, level tertinggi yang terbentuk sejak tanggal 26 Juli.

gbpusd

Sterling menghimpun perolehan tertinggi di antara mata uang-mata uang G-10, setelah PM Johnson--dalam sebuah konferensi pers pertamanya dengan PM Irlandia Leo Varadkar--mengatakan bahwa No-Deal Brexit akan menjadi sebuah kegagalan. Oleh sebab itu, pemerintah Inggris dan Irlandia harus bertanggung jawab mengupayakannya tepat waktu pada tanggal 31 Oktober nanti, meski Johnson tak menyebutkan secara rinci apa saja yang perlu dilakukan.

Sedangkan Varadkar, meski juga tidak mendukung No Deal Brexit, mengatakan bahwa tak akan ada kesepakatan yang jelas antara Inggris dengan Uni Eropa. Itulah mengapa ia lebih cenderung untuk mendukung perpanjangan deadline Brexit melebihi tanggal 31 Oktober.

"Ancaman No-Deal Brexit memang sedikit mereda tetapi tidak sepenuhnya sirna, kondisi tersebut terefleksikan dalam level-level (Poundsterling) saat ini," kata Esther Maria Reichelt, analis Commerzbank yang mengomentari perkembangan isu Brexit hari ini.

290007

Sudah aktif berkecimpung di dunia jurnalistik online dan content writer sejak tahun 2011. Mengenal dunia forex dan ekonomi untuk kemudian aktif sebagai jurnalis berita di Seputarforex.com sejak tahun 2013. Hingga kini masih aktif pula menulis di berbagai website di luar bidang forex serta sebagai penerjemah lepas.


15 Jul 2019