Advertisement

iklan

Pound Rebound, Disokong Kompromi Brexit Dan Ritel Inggris

Poundsterling pulih setelah negosiator Uni Eropa untuk brexit menyatakan siap membicarakan rencana alternatif bagi perbatasan Irlandia.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Poundsterling akhirnya mendapatkan peluang untuk rebound dari kisaran terendahnya dalam tahun ini, sementara Dolar AS dibebani oleh sejumlah kabar terbaru. Sebuah komentar positif dari pimpinan negosiator Uni Eropa untuk perundingan brexit, Michel Barnier, mendorong reli GBP/USD hingga mencapai rekor tertinggi 1.248 pada awal sesi Eropa hari ini (18/Juli). Publikasi data penjualan ritel Inggris juga menyokong posisi Cable untuk sementara waktu.

GBPUSD DailyGrafik GBP/USD Daily via Tradingview

Media massa Inggris melaporkan bahwa Michel Barnier siap untuk menggarap rencana alternatif Uni Eropa bagi perbatasan Irlandia. Konon, sikap itu diambil Barnier setelah ia diberitahu oleh Menteri Urusan Brexit Stephen Barclay bahwa Backstop Plan (yang menjadi solusi saat ini) sudah mati.

Pasal-pasal terkait Backstop Plan dan perbatasan Irlandia telah lama menjadi titik krusial dalam perundingan brexit, termasuk menjadi salah satu batu sandungan yang memaksa Theresa May lengser dari kursi Perdana Menteri Inggris. Pelaku pasar bahkan sempat mensinyalir kalau Inggris bakal terpaksa keluar dari Uni Eropa tanpa kesepakatan apapun, setelah kandidat Perdana Menteri baru menyatakan penolakan keras terhadap Backstop Plan. Oleh karena itu, kesediaan Barnier untuk berkompromi dianggap berpotensi menjadi game changer, meski probabilitas "No-Deal Brexit" masih ada.

"Barnier menyambut baik rencana alternatif untuk perbatasan Irlandia. (Dengan demikian) rangkaian peristiwa setelah terpilihnya Perdana Menteri Inggris dari partai Konservatif pada tanggal 22 Juli mengarah kepada pembaruan perundingan Inggris-Uni Eropa dan optimisme bagi kesepakatan brexit," kata Viraj Patel, seorang pakar strategi forex dari Arkera. Lanjutnya, "Posisi GBP/USD yang sudah oversold menyajikan risiko asimetris (lebih sensitif kepada berita positif ketimbang berita negatif). Bullish (Pound) ada harapan."

Sementara itu, rilis data penjualan ritel Inggris terbaru menunjukkan kenaikan 1.0 persen (Month-over-Month) untuk periode Juni 2019. Prestasi cukup impresif, lebih baik ketimbang estimasi awal yang hanya -0.3 persen, sekaligus menepis penurunan 0.6 persen yang terjadi pada bulan Mei. Laporan tersebut selaras dengan data inflasi Inggris yang dirilis hari Rabu, karena sama-sama memupus kemungkinan pemangkasan suku bunga oleh bank sentral Inggris dalam waktu dekat.

289299

Alumnus Fakultas Ekonomi yang telah mengenal dunia trading sejak tahun 2011. Seorang News-junkie yang menyukai analisa fundamental, biasa trading forex dan saham menggunakan Moving Averages dan Fibonacci. Kini menulis topik seputar Currency, Stocks, Commodity, dan Personal Finance dalam bentuk berita maupun artikel sembari trading di sela jam kerja.


19 Ags 2019

15 Jul 2019

1 Ags 2019