Pound Rebound Pasca Rilis PMI Manufaktur, Diperkirakan Temporer

Topik seputar rencana keluarnya Inggris dari Uni Eropa (brexit) masih menjadi penggerak Poundsterling, walaupun rilis PMI Manufaktur melampaui ekspektasi.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Mata uang Poundsterling meloncat hingga level tertinggi harian pada 1.3094 terhadap Dolar AS, setelah rilis data Purchasing Managers' Index (PMI) untuk sektor Manufaktur Inggris pada pertengahan sesi Eropa hari Senin ini (1/April). Namun, kenaikan itu diperkirakan takkan bertahan lama. Topik seputar rencana keluarnya Inggris dari Uni Eropa (brexit) masih menjadi penggerak pasar saat ini, terutama setelah kegagalan PM Theresa May menggolkan draft EU Withdrawal Agreement untuk ketiga kalinya pada hari Jumat lalu.

GBPUSD Daily

Lembaga riset Markit/CIPS melaporkan bahwa PMI Manufaktur melonjak dari 52.1 menjadi 55.1 pada bulan Maret. Angka itu merupakan pencapaian tertinggi dalam setahun terakhir, dan jauh melampaui ekspektasi yang dipatok pada 51.2. Namun, lonjakan data itu dinilai "menyesatkan" karena didorong oleh aksi penimbunan massa akibat meningkatnya ketakutan akan risiko brexit.

David Cheetam dari XTB UK mencatat dalam kolomnya di FXStreet, "(PMI Manufaktur Inggris) ini jelas tidak akan berkelanjutan, dan sebenarnya menunjukkan sebuah kenaikan jangka pendek yang disebabkan oleh perusahaan-perusahaan mengambil langkah preventif sebagai antisipasi terhadap hasil brexit yang tidak diinginkan, bukan karena sektor manufaktur yang bergairah. Pound meloncat sedikit setelah rilis (data) tersebut, tetapi ini kemungkinan tidak menyediakan dorongan lama dikarenakan komposisi data (itu sendiri). Voting indikatif (di parlemen Inggris) berikutnya bisa memberikan pencerahan mengenai apa yang akan terjadi selanjutnya bagi brexit, dan perkembangan apapun dalam hal ini masih menjadi penggerak utama bagi Pound."

PM Theresa May dirumorkan akan mengadakan voting keempat kalinya, dalam upaya mendapatkan dukungan anggota Parlemen Inggris bagi draft EU Withdrawal Agreement. Kekalahannya dalam voting ketiga menunjukkan adanya peningkatan dukungan dari anggota parlemen, walaupun ia belum mampu memperoleh suara mayoritas. PM May telah melakukan beragam lobi dengan berbagai pihak demi mensukseskan draft tersebut; termasuk menyatakan kesediaan untuk mengundurkan diri apabila draft disetujui, dan memberikan sinyal akan mengadakan pemilu dini jika draft itu gagal disetujui lagi.

287974

Alumnus Fakultas Ekonomi yang telah mengenal dunia trading sejak tahun 2011. Seorang News-junkie yang menyukai analisa fundamental, biasa trading forex dan saham menggunakan Moving Averages dan Fibonacci. Kini menulis topik seputar Currency, Stocks, Commodity, dan Personal Finance dalam bentuk berita maupun artikel sembari trading di sela jam kerja.


30 Apr 2019