Pound Rebound Terbatas Tanggapi Inaugurasi Boris Johnson

Poundsterling menguat setelah pengumuman mengenai terpilihnya Boris Johnson sebagai Perdana Menteri Inggris. Namun, penguatan tersebut diprediksi masih temporer.

acy

iklan

Advertisement

iklan

Pasangan mata uang GBP/USD bertolak naik lebih dari 0.3 persen ke kisaran 1.2480-an dalam perdagangan sesi Eropa hari ini (24/Juli). Seusai terpilihnya Boris Johnson sebagai Ketua Partai Konservatif yang akan mewarisi jabatan Perdana Menteri Inggris dari Theresa May, pelaku pasar bergegas membeli Pound. Namun, arah kebijakan Johnson ke depan masih jadi salah satu sumber ketidakpastian bagi outlook Poundsterling.

GBPUSD DailyGrafik GBP/USD Daily via Tradingview

Pada hari Selasa, Boris Johnson memenangkan pemilihan Ketua Partai Konservatif dengan proporsi perolehan suara 2:1 versus pesaingnya, Jeremy Hunt. Pengumuman kemenangannya bertepatan dengan rebound Poundsterling terhadap beragam mata uang mayor, setelah merosot beruntun sejak awal pekan. Namun, analis menilai kalau ini hanya merupakan bagian dari fenomena "sell the rumour, buy the fact" yang lazim terjadi sehubungan dengan rilis berita penting di pasar keuangan.

"Pencari untung masuk pada level-level ini, reaksi 'jual rumor, beli fakta'. Kemenangan 2:1 bagi Boris tidak sebesar yang diperkirakan pada awal pemilihan pemimpin partai Konservatif ini. May (perlu) diingat oleh PM Johnson, ia harus menjadi lebih menarik bagi rata-rata anggota partai Konservatif daripada yang ia inginkan sebelumnya (jika tak ingin dipaksa lengser seperti May -red)," ujar Viraj Patel, seorang pakar strategi forex dari Arkera.

Sebagian analis lain menilai kalau terpilihnya Boris Johnson telah sepenuhnya diperhitungkan oleh pelaku pasar, sehingga kemenangannya bukanlah kejutan. Reaksi Poundsterling saat ini pun diperkirakan hanya sementara saja.

"Jangan bertaruh pada reaksi GBP yang (terlalu) besar terhadap PM Inggris baru," kata Richard Pace, seorang analis options di Thomson Reuters. Lanjutnya, "Tak akan ada banyak reaksi dari GBP, (jika) dilihat dari harga options."

Theresa May akan mengikuti acara dengar pendapat terakhirnya sebagai Perdana Menteri hari ini, sebelum menyambangi Buckingham Palace untuk menyerahkan pengunduran diri resminya kepada Ratu Elizabeth II. Selanjutnya, Boris Johnson akan meminta izin kepada sang Ratu untuk membentuk kabinet, kemudian menjabat sebagai Perdana Menteri baru. Setelah itu, barulah Johnson dapat melakukan renegosiasi mengenai draft kesepakatan brexit dengan Uni Eropa, serta menangani beragam isu krusial lain yang belum diselesaikan oleh May.

289370

Alumnus Fakultas Ekonomi yang telah mengenal dunia trading sejak tahun 2011. Seorang News-junkie yang menyukai analisa fundamental, biasa trading forex dan saham menggunakan Moving Averages dan Fibonacci. Kini menulis topik seputar Currency, Stocks, Commodity, dan Personal Finance dalam bentuk berita maupun artikel sembari trading di sela jam kerja.


15 Jul 2019