Advertisement

iklan

Pounds Sterling Tiba-Tiba Terjun Bebas Di Sesi Perdagangan Asia

Pounds sterling terjun bebas hingga 6.1 persen terhadap Dolar AS di sesi perdagangan Asia Jumat (07/Oktober) pagi ini, terjadi dalam volume yang tipis jelang NFP AS, akibat break di level support teknikal yang memicu gelombang order stop-loss.

Advertisement

iklan

FirewoodFX

iklan

Seputarforex.com - Pounds sterling terjun bebas hingga 6.1 persen terhadap Dolar AS di sesi perdagangan Asia Jumat (07/Oktober) pagi ini dan menjadi penurunan yang terbesar sejak kemenangan suara Brexit bulan Juni lalu. Kondisi ini terjadi dalam volume perdagangan yang tipis akibat break di level support teknikal yang memicu gelombang order stop-loss.

Pounds

 

GBP/USD Segera Pangkas Kemerosotan

Pounds sterling tiba-tiba ambles ke level rendah 1.1378 per Dolar AS dalam sejumlah platform trading. Akan tetapi, GBP/USD kemudian segera memangkas loss-nya, menunjukkan bahwa para pelaku pasar segera melakukan buy-back. GBP/USD menurun 1.3 persen untuk diperdagangkan di angka 1.2454 setelah kemerosotan tersebut.

Dari segi fundamental, menurut sumber dari Financial Times, jebloknya Pounds ini adalah akibat dari sebuah artikel yang mengutip pernyataan Presiden Prancis Francois Hollande, bahwa Inggris pasti akan mendapat konsekuensi yang merugikan karena meninggalkan Uni Eropa.

"Rendahnya likuiditas memperkuat pergerakan. Orang-orang menduga bahwa 'fat finger' memicu order stop-loss," kata Kaneo Ogino, Direktur Manager Global-Info Co di Tokyo yang dikutip oleh Reuters.

Sterling masih berkubang di level terendah sejak pertengahan tahun 1980an pekan ini, dalam jalur penurunan mingguan sebanyak 4.2 persen sehubungan dengan kekhawatiran investor akan dampak keluarnya Inggris dari Uni Eropa.


Kebetulan Bersamaan Dengan Pernyataan Hollande Tentang Brexit

"Kemerosotan itu kebetulan bersamaan dengan munculnya kabar tentang pernyataan Presiden Prancis Hollande, yang menyinggung masalah negosiasi Brexit. Jebloknya Pounds makin runcing begitu terhenti karena 'tersandung' hingga terjerembap ke level 1.2600 dalam volume trading yang sangat tipis menjelang NFP AS," kata Su-Lin Ong, ahli ekonomi senior di RBC Capital Markets.

Pounds sterling memperbarui tekanan yang muncul hingga hari Kamis kemarin dalam kemungkinan alotnya Brexit serta merujuk pada pernyataan Theresa May tentang dampak dari kebijakan moneter longgar, yang dipandang oleh sebagian orang sebagai sebuah kritik terselubung untuk Bank Sentral Inggris (BoE).

273961

Sudah aktif berkecimpung di dunia jurnalistik online dan content writer sejak tahun 2011. Mengenal dunia forex dan ekonomi untuk kemudian aktif sebagai jurnalis berita di Seputarforex.com sejak tahun 2013. Hingga kini masih aktif pula menulis di berbagai website di luar bidang forex serta sebagai penerjemah lepas.


30 Apr 2019

21 Mei 2019