Poundsterling Menguat Abaikan Tensi Geopolitik

Poundsterling menguat terhadap Dolar AS, walaupun gejolak geopolitik global sedang memanas akibat serangan militer AS dan Sekutu ke Suriah akhir pekan kemarin.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Seputarforex.com - Poundsterling menguat terhadap Dolar AS, walaupun gejolak geopolitik global sedang memanas akibat serangan militer AS dan Sekutu ke Suriah. Hal ini karena para investor rupanya lebih fokus pada data yang sekiranya mendukung kenaikan suku bunga Bank Sentral Inggris (BoE) bulan depan.

 

gbp-usd

 



Sore ini Senin (16/Apr), GBP/USD naik dari Low 1.4236 ke High 1.4270, melanjutkan reli dua pekan. Jumat lalu, Pound menguat terdukung oleh perkembangan terbaru masalah Brexit. Sedangkan EUR/GBP, meskipun naik dari Low 0.8648 ke High 0.8665, tetapi masih di level rendah yang terbentuk sejak tanggal 12 April.

Bersama dengan Perancis, Inggris merupakan sekutu AS dalam insiden penyerangan Suriah dengan rudal Tomahawk. Serangan tersebut menargetkan gudang-gudang penyimpan senjata kimia di Suriah. Ditujukan sebagai balasan atas serangan gas kimia yang dilakukan oleh rezim Bashar Al-Assad, agresi tersebut ditentang Rusia. Sebelumnya, Al-Assad memang melancarkan serangan kepada pemberontak pemerintahannya dan menyebabkan puluhan rakyat sipil tewas.

Serangan militer AS dan sekutunya tidak terlalu berdampak buruk pada minat risiko. Terbukti, Yield obligasi tetap naik dan Dolar AS hanya melemah sedikit.


Poundsterling: Mata Uang Kesayangan Pasar Forex

Pekan ini, pasar menantikan data Pengangguran, upah pekerja, dan angka inflasi Inggris. Laporan-laporan tersebut diekspektasikan akan membukukan angka yang mendukung kenaikan suku bunga BoE sebanyak 25 basis poin pada bulan Mei nanti.

"Dengan pasar yang hampir meyakini kenaikan suku bunga BoE, minggu ini laporan indikator-indikator bulanan Inggris diantisipasi akan menampilkan lampu hijau (untuk kenaikan suku bunga)," kata Mark Ostwald, Ahli Strategi pasar di ADM Investor Services International.

Optimisme terhadap bullish Poundsterling juga dilontarkan oleh analis ING FX, Viraj Patel. Menurutnya, Pound saat ini adalah "mata uang kesayangan dunia trading forex", karena untuk sementara, masalah Brexit bukan lagi kiblat utama pergerakannya.

Para trader Pound telah kembali memperhatikan isu-isu fundamental dan laporan-laporan ekonomi, sehingga pergerakan Poundsterling lebih terarah dan menguat untuk saat ini. Level 1.42 per dolar AS yang dicapai Pound sekarang sudah mendekati level tertinggi GBP/USD sejak Vote Brexit.

 

gbpusd-3-tahun


283254

Sudah aktif berkecimpung di dunia jurnalistik online dan content writer sejak tahun 2011. Mengenal dunia forex dan ekonomi untuk kemudian aktif sebagai jurnalis berita di Seputarforex.com sejak tahun 2013. Hingga kini masih aktif pula menulis di berbagai website di luar bidang forex serta sebagai penerjemah lepas.