Poundsterling Menguat Seiring Dengan Isu Kesepakatan Brexit

Inggris dan Uni Eropa (UE) akhirnya menyetujui draft perjanjian Brexit setelah diskusi intensif yang dilakukan pekan ini. Poundsterling pun menguat.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Seputarforex.com - Rabu (14/November) pagi tadi, PM May mengumumkan bahwa ia telah memiliki draft kesepakatan Brexit yang terdiri dari 500 halaman. Seorang nara sumber dari kabinet perundingan tersebut mengatakan kepada BBC, bahwa dokumen yang dimaksud telah disepakati secara teknis oleh pejabat dari pihak Inggris maupun Uni Eropa.

Setelah itu, May memanggili para menteri di kabinetnya yang berjumlah 10 orang secara satu per satu, untuk diberi pengarahan mengenai kesepakatan ini, sebelum dipresentasikan dalam rapat kabinet khusus.

pm-may

Cara May ini merupakan sebuah strategi politik yang dikenal dengan nama Divide and Conquer (Divide et Impera). Sebagian anggota kabinet May seperti Andrea Leadsom dan Penny Mordaunt, adalah sosok pro Hard Brexit. Dengan strategi ini, May diharapkan dapat meyakinkan mereka agar mau mendukung kesepakatan Brexit versinya.

Selain itu, salah satu isu penting yang dimuat dalam kesepakatan kali ini adalah masalah perbatasan Irlandia. Dengan tersusunnya draft tersebut, maka diperkirakan telah ada kesepakatan mengenai berbagai versi Backstop Plan ataupun persetujuan lain soal perbatasan Irlandia.

 

Rapat Kabinet Khusus, Menuju Kesuksesan Brexit Ala May

Kabar positif ini muncul setelah tersebar info bahwa PM Theresa May akan membatalkan rapat kabinet karena masih ada penolakan dari partainya. Nah, saat ini terkonfirmasi bahwa rapat kabinet bukannnya batal, melainkan akan diselenggarakan dalam bentuk rapat kabinet khusus yang dijadwalkan berlangsung hari ini pada pukul 21:00 WIB. Jika nanti May berhasil mendapatkan dukungan, maka selanjutnya ia dapat meluncurkan sebuah rencana untuk diajukan ke parlemen. Level keseriusan isu ini bisa setara dengan keadaan darurat nasional.

 

GBP/USD Menguat

Isu mengenai Brexit akan terus berkembang dan menjadi penggerak utama mata uang Poundsterling. Untuk saat ini, Poundsterling masih menguat dengan GBP/USD yang diperdagangkan pada 1.3006 dalam time frame harian.

gu

Menanggapi situasi saat ini, Kepala Pasar CMC Markets, Michael McCarthy berujar kepada Reuters:

"Sentimen bullish telah kembali pada Pound. Namun, kita masih perlu melihat dahulu rincian draft kesepakatan tersebut dan May juga masih membutuhkan dukungan dari para menterinya."

286168

Sudah aktif berkecimpung di dunia jurnalistik online dan content writer sejak tahun 2011. Mengenal dunia forex dan ekonomi untuk kemudian aktif sebagai jurnalis berita di Seputarforex.com sejak tahun 2013. Hingga kini masih aktif pula menulis di berbagai website di luar bidang forex serta sebagai penerjemah lepas.


24 Sep 2019