Advertisement

iklan

PTPP: Capaian Kontrak Baru Meningkat Hingga 4 Triliun

Salah satu emiten yang bergerak di sektor konstruksi PT PP (Persero) Tbk (PTPP) sukses mencatat perolehan kontrak proyek baru senilai Rp 10.8 triiun hingga bulan Juni tahun 2016 ini. Perolehan kontrak tersebut mengalami peningkatan cukup signifikan dari capaian kontrak baru di kuartal I tahun 2016 yakni sebesar Rp 6 triliun.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Salah satu emiten yang bergerak di sektor konstruksi PT PP (Persero) Tbk (PTPP) sukses mencatat perolehan kontrak proyek baru senilai Rp 10.8 triiun hingga bulan Juni tahun 2016 ini. Perolehan kontrak tersebut mengalami peningkatan cukup signifikan dari capaian kontrak sebelumnya di kuartal I tahun 2016 yang hany sebesar Rp 6 triliun.

 

PTPP

 

Dengan meningkatnya perolehan kontrak baru tersebut, emiten berkode PTPP ini sudah berhasil mencapai perolehan kontrak baru sebesar 35 persen dari seluruh target yang sudah dibidik sebelumnya yaitu senilai Rp 31 triliun. Sementara itu, Agus Purbianto selaku Direktur Keuangan PT PP Tbk menjelaskan, pencapaian kontrak baru sudah menambah total order book menjadi Rp 49.8 triliun. Carry over senilai Rp 39 triliun juga sudah masuk ke dalam perolehan tersebut.

 

Kontrak Baru PTPP

Agus Purbianto menyatakan bahwa perolehan kontrak baru PTPP terdiri dari kontrak baru Induk perusahaan senilai Rp 8.88 triliun serta anak perusahaan senilai Rp 1.95 triliun. PT PP Properti Tbk (PPRO) berhasil menyumbangkan perolehan kontrak baru terbesar daripada anak usaha lain yakni mencapai Rp 890 miliar. Sedangakan PT PP Pracetak sebesar Rp 873 miliar dan PT PP peralatan hanya Rp 317 miliar. Agus juga menuturkan bahwa proyek yang saat ini diperoleh masih didominasi oleh proyek gedung meskipun core bisnis PTPP tidak hanya di gedung saja.

Disamping itu, ada pula proyek besar lain yang berhasil diraih perseroan hingga minggu kedua Juni yaitu jalan tol Pandaan-Malang senilai Rp 3 triliun, Mobile Power Plant sebesar Rp 447 miliar, Mobile Power Plant 500Mw senilai Rp 292 miliar dan Setiabudi Residence di Medan Rp 282 miliar dan proyek gedung lainnya.

267373

Pernah menempuh pendidikan di Fakultas Sastra, jurusan Sastra Inggris konsentrasi Linguistik, Unversitas Negeri Malang. Menyukai bidang kepenulisan dan dunia penerjemahan ekonomi dan bisnis sejak tahun 2013 silam. Saat ini menjadi jurnalis di Seputarforex yang bertanggung jawab untuk menulis berita emas dunia, forex, dan saham.


Faisa
maju terus semoga sukses