Advertisement

iklan

PWON: Perkuat Struktur Permodalan Tanpa HMETD

Salah satu emiten di sektor properti yaitu PT Pakuwon Jati Tbk (PWON) kembali berencana untuk menambah modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD). Penerbitan akan dilakukan dengan mekanisme private placement dan diharapkan akan bisa menambah modal perseroan sebesar Rp 2.475 triliun.

Advertisement

iklan

FirewoodFX

iklan

Salah satu emiten di sektor properti yaitu PT Pakuwon Jati Tbk (PWON) kembali berencana untuk menambah modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD). Penerbitan akan dilakukan dengan mekanisme private placement dan diharapkan akan bisa menambah modal perseroan sebesar Rp 2.475 triliun.

 

Pakuwon Jati

 

Menurut data yang dirilis emiten PWON di Bursa Efek Indonesia hari Kamis kemarin (19/05), perusahaan akan menerbitkan saham sekitar 4.81 miliar lembar saham yakni 10 persen dari total modal ditempatkan dan disetor penuh. Sesuai dengan peraturan, harga saham pada aksi korporasi PWON tersebut ditetapkan menurut harga rata-rata saham dalam 25 hari terakhir sebelum pengumuman. Setelah adanya perhitungan harga di pasar regular BEI, akhirnya saham baru tersebut segera ditawarkan dengan harga minimal Rp 514.

Menurut Direktur PWON, Minarto Basuki, aksi korporasi ini terkait dengan rencana perseroan pada Juni tahun 2014 lalu. Pada tahun tersebut, Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) sudah menyetujui private placement namun belum dieksekusi. Rencananya, aksi tersebut akan diajukan kembali pada RUPS tanggal 27 Juni 2016 mendatang. Oleh karena hal tersebut, saat ini belum ada investor yang ingin menjadi standby buyer karena perseroan baru akan mengajukan rencana tersebut ke RUPS nanti.

 

Alasan Pengajuan Rencana Private Placement

Rencana PT Pakuwon Jati Tbk dalam pengajuan private placement adalah sebagai bentuk langkah antisipasi terhadap kebutuhan dana beberapa tahun ke depan. Perseroan khawatir tidak bisa memprediksi pasar ke depan. Oleh karenanya, perusahaan properti tersebut ingin memperkuat sruktur permodalan serta pengembangan usaha.

Rencananya, jika pengajuan private placement tersebut disetujui oleh RUPS, maka aksi korporasi tersebut bisa jadi akan segera dilaksanakan sekaligus atau bertahap dalam jangka waktu dua tahun, dihitung sejak disetujuinya rencana tersebut di RUPS.

Setelah realisasi aksi korporasi itu, perusahaan PWON akan memiliki aset senilai Rp 21.2 triliun, ekuitas menjadi Rp 11.93 triliun, naik sebesar 26 persen.

264979

Pernah menempuh pendidikan di Fakultas Sastra, jurusan Sastra Inggris konsentrasi Linguistik, Unversitas Negeri Malang. Menyukai bidang kepenulisan dan dunia penerjemahan ekonomi dan bisnis sejak tahun 2013 silam. Saat ini menjadi jurnalis di Seputarforex yang bertanggung jawab untuk menulis berita emas dunia, forex, dan saham.