Advertisement

iklan

Reli Sterling Terhenti Di Bawah 1.3200 Setelah Voting Brexit Berakhir Nihil

Poundsterling berkonsolidasi, sementara pelaku pasar kembali menantikan voting terkait Brexit berikutnya di parlemen Inggris.

Advertisement

iklan

FirewoodFX

iklan

Poundsterling berusaha untuk menguat kembali dalam dua hari terakhir, setelah voting terkait Brexit di parlemen Inggris berakhir nihil pada hari Selasa. Pasangan mata uang GBP/USD mencatat kenaikan intraday sekitar 0.25 persen ke kisaran 1.3145 pada awal sesi Eropa hari Kamis ini (31/Januari), tetapi pergerakannya masih tertahan di bawah kisaran 1.3200. Kini, Sterling berkonsolidasi, sementara pelaku pasar kembali wait and see menunggu perkembangan selanjutnya.

GBPUSD, Daily

 

Parlemen Tolak Geser Deadline Brexit

Dalam voting pada hari Selasa, sebagian besar anggota parlemen Inggris menolak mosi yang diajukan Yvette Cooper untuk menginstruksikan penundaan deadline Brexit jika tak ada draft kesepakatan yang disetujui parlemen per 26 Februari. Mosi yang diangkat oleh Rachel Reeves untuk mendorong agar pemerintah mengajukan penundaan deadline sebelum tanggal 26 Februari, juga ditolak. Padahal, mosi Cooper merupakan salah satu faktor yang telah mendorong reli Poundsterling hingga mencapai level tertinggi sejak November 2018 di kisaran 1.3200.

Parlemen Inggris hanya meloloskan dua mosi, yakni:

  1. Mosi Caroline Spelman dan Jack Dromey yang memungkinkan Inggris untuk membatalkan proses Brexit, apabila tidak tercapai kesepakatan yang cukup memuaskan dengan Uni Eropa. Namun, mosi ini hanya bersifat himbauan, serta tidak mengikat secara hukum.
  2. Mosi Graham Brady yang memuat himbauan bagi pemerintah Inggris agar mencari solusi selain Backstop Plan untuk memecahkan masalah perbatasan Irlandia.

Hasil voting tersebut langsung ditanggapi keras oleh Uni Eropa, dengan menegaskan kembali bahwa mereka menolak untuk merundingkan ulang pasal-pasal yang telah disetujui, khususnya mengenai perbatasan Irlandia.

 

Balik Ke Titik Nol

Tarik-ulur masalah Brexit menempatkan pelaku pasar kembali pada titik nol: menunggu deadline 29 Maret 2019. Persisnya, pasar menantikan apakah akan terjadi "No-Deal Brexit" yang kemungkinan membawa konsekuensi buruk bagi perekonomian Inggris dan Uni Eropa, ataukah akan tercapai suatu kesepakatan yang mendukung keluarnya Inggris dari Uni Eropa secara teratur menjelang detik-detik terakhir.

Dalam dua pekan ke depan, PM Theresa May akan kembali ke parlemen Inggris untuk menyerahkan hasil amandemen terbarunya atas kesepakatan Brexit; terlepas dari apakah Uni Eropa bersedia melakukan negosiasi ulang atau tidak. Sinyal positif telah muncul dari pertemuan antara May dengan pimpinan partai oposisi, Jeremy Corbyn, pada hari Rabu. Keduanya dikabarkan membuka peluang kompromi lintas partai, walaupun belum ada pengumuman resmi mengenai konsekuensinya bagi ratifikasi kesepakatan Brexit di parlemen.

287229

Alumnus Fakultas Ekonomi yang telah mengenal dunia trading sejak tahun 2011. Seorang News-junkie yang menyukai analisa fundamental, biasa trading forex dan saham menggunakan Moving Averages dan Fibonacci. Kini menulis topik seputar Currency, Stocks, Commodity, dan Personal Finance dalam bentuk berita maupun artikel sembari trading di sela jam kerja.


28 Feb 2019

22 Feb 2019