Advertisement

iklan

Rencana IPO Saham Superkrane Diserbu Investor

Minat besar pada IPO Saham Superkrane menimbulkan oversubscribe. Hal ini tak lepas dari tiga keunggulan perusahaan penyewaan crane tersebut.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Saham calon-calon penghuni bursa tampaknya menjadi idola investor yang ingin berburu cuan di pasar modal. Apalagi, sebagian besar penawaran saham perdana (initial public offering/IPO) sepanjang tahun ini diwarnai aksi autoreject, atau penghentian sementara perdagangan saham oleh Bursa Efek Indonesia karena harganya melonjak tajam.

Tak ketinggalan dengan rencana IPO PT Superkrane Mitra Utama Tbk. Hingga kemarin, penawaran saham Superkrane Mitra Utama telah kelebihan permintaan (oversubscribe) 991 kali atau hampir 11 kali. Hal tersebut menunjukkan investor menunjukkan animo tinggi pada calon emiten tersebut. Padahal, saham Superkrane baru akan resmi listing pada Kamis (11/Oktober).

IPO Superkrane

Head of Investment Banking UOB Kay Hian Sekuritas, John Octavianus, menyampaikan ada tiga faktor yang membuat saham perdana perusahaan ini diburu investor. Pertama, perseroan sangat terkait dengan pembangunan infrastruktur di Indonesia. Kedua, Superkrane adalah perusahaan penyewaan crane terbesar di Indonesia. Ketiga, valuasi saham IPO Superkrane murah.

Dengan harga IPO Rp700, dia mencatat, EV/EBITDA saham Superkrane mencapai 4.2 kali berdasarkan estimasi kinerja tahun 2019, diskon 40% dari rata-rata perusahaan pembanding sejenis 7 kali.

"IPO Superkrane menarik, karena di tengah kondisi pasar yang volatile, minat investor relatif kuat, sehingga seluruh saham IPO terserap dengan valuasi yang optimal," kata John di Jakarta, Selasa (9/10).

John mengatakan, mayoritas saham IPO dialokasikan kepada investor jangka panjang, yang terdiri atas beberapa dana pensiun, aset manajemen, dan high net-worth investor. Dengan harga pelaksanaan Rp 700, seluruh saham dapat terserap oleh investor jangka panjang.

Berdasarkan prospektus Superkrane, sebanyak 50 persen dana hasil IPO digunakan untuk pembayaran uang muka pembelian crane baru, 25 persen untuk membayar utang, dan sisanya untuk modal kerja. 

285636

Penulis lepas bidang saham yang juga merupakan investor pasar modal. Selain itu, Alia merupakan pemerhati aksi korporasi emiten. Penulis sudah berkecimpung lebih dari 3 tahun dalam tulis-menulis sektor ekonomi dan update terhadap isu-isu nasional.