Retail Sales April Mengecewakan, Begini Reaksi Dolar AS

Data Penjualan Ritel AS memang menurun dan di bawah ekspektasi. Namun, pelemahan Dolar AS malam ini justru bukan disebabkan data tersebut.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Seputarforex.com - Penjualan Ritel (Retail Sales) Amerika Serikat jeblok di bulan April 2019. Menurut data Commerce Department yang dirilis Rabu (15/Mei) malam ini, Penjualan Ritel AS merosot dari 1.7 persen ke -0.2 persen dalam basis bulanan (MoM). Data tersebut juga tidak memenuhi ekspektasi 0.2 persen. Penyebab kemerosotan adalah menyusutnya penjualan kendaraan bermotor, pakaian, perkakas pertukangan, dan bahan bangunan.

united-states-retail-sales

Sementara itu, Core Retail Sales yang tidak memasukkan penjualan kendaraan bermotor juga merosot ke 0.1 persen.Perolehan tersebut jauh di bawah ekspektasi dan data sebelumnya, yang masing-masing berada di level 0.7 persen dan 1.3 persen.

Para ekonom mengaku kesulitan untuk mengukur perilaku konsumen tahun ini. Pasalnya, pola naik turun yang terbentuk dalam data Retail Sales terlalu volatile; sebulan naik pesat, sebulan kemudian anjlok. Oleh karena itu, para ekonom menafsirkan bahwa data Penjualan Ritel saat ini menunjukkan keengganan warga Amerika Serikat untuk berbelanja dengan leluasa, meskipun data ketenagakerjaan dan upah terbilang meningkat.

 

Dolar AS Melemah Bukan Karena Retail Sales

Kendati data penting Penjualan Ritel malam ini mengecewakan, Dolar AS masih dapat mempertahankan posisinya. Penurunan tajam justru terjadi sekitar satu setengah jam setelah data Penjualan Ritel, tepatnya setelah kabar mengenai penerapan tarif impor untuk mobil dan suku cadang dari Uni Eropa yang direncanakan oleh Donald Trump, akan ditunda sampai enam bulan ke depan.

Dalam time frame 1-jam, Indeks Dolar (DXY) merosot tajam 0.16 persen dari level tinggi 97.7 ke 97.5.  Padahal setelah laporan Penjualan Ritel, DXY masih cukup stabil mempertahankan bullish yang terbentuk di sesi sebelumnya.

dxy

 

 

288534

Sudah aktif berkecimpung di dunia jurnalistik online dan content writer sejak tahun 2011. Mengenal dunia forex dan ekonomi untuk kemudian aktif sebagai jurnalis berita di Seputarforex.com sejak tahun 2013. Hingga kini masih aktif pula menulis di berbagai website di luar bidang forex serta sebagai penerjemah lepas.