Retail Sales AS Rebound Setelah Turun 3 Bulan Beruntun

   By: Pandawa    view: 436   Berita Forex

Retail Sales AS bulan Maret akhirnya menunjukkan pemulihan, setelah selama tiga bulan beruntun mengalami penurunan. Rebound ini didorong oleh pembelian kendaraan bermotor dan barang lainnya oleh rumah tangga AS. Hal itu menunjukan momentum kokoh belanja konsumen di awal kuartal kedua 2018.

 

Setelah Tiga Bulan Beruntun Turun,

 

 

Departemen Perdagangan AS merilis data Retail Sales bulan Maret pada hari Senin (16/4) pagi waktu setempat. Setelah jeblok -0.1 persen di periode sebelumnya, laporan tersebut menunjukkan peningkatan 0.6 persen di bulan Maret, lebih tinggi dari ekspektasi pertumbuhan 0.4 persen menurut forecast ekonom dalam sebuah jajak pendapat Reuters. Dalam basis tahunan (YoY), Retail Sales AS meningkat 4.5 persen.

Sementara itu, rilis Core Retail Sales untuk bulan lalu meningkat sebesar 0.2 persen, tidak berubah dibandingkan periode sebelumnya dan sesuai dengan ekspektasi ekonom. Penjualan Retail inti tersebut sangat berkaitan dengan komponen belanja konsumen dalam perhitungan GDP.

Pada bulan Maret, penjualan mobil melonjak dalam kenaikan terbesar sejak September 2017, yakni sebesar 2.0 persen, setelah turun 1.3 persen pada bulan Februari. Penjualan di stasiun pengisian bahan bakar menurun 0.3 persen, menyusul penurunan harga bakar bakar bulan lalu yang berimbas pada laporan CPI AS bulan Maret.

Penjualan di toko Furniture naik sebesar 0.7 persen, dan di toko elektronik naik 0.5 persen. Namun demikian, ada penurunan pada penjualan bahan bangunan sebesar 0.6 persen, penjualan pakaian sebesar 0.8 persen, dan penjualan barang olahraga senilai 1.8 persen.

 

Dolar Melemah Menuju Low Dua Pekan

Greenback belum lepas dari tekanan pada sesi perdagangan hari Senin (16 April), meskipun kekhawatiran terkait serangan Sekutu ke Suriah mulai mereda. Pada saat yang sama, kegelisahan terhadap potensi perang dagang yang telah mengguncang pasar finansial global dalam beberapa pekan ini masih terus berlanjut.

Indeks Dolar yang mengukur kekuatan USD terhadap enam mata uang utama lainnya berada di level 89.47, menuju Low dua pekan. Pelemahan Greenback paling dominan salah satunya terlihat pada pair GBP/USD. Pair tersebut diketahui berada di level 1.4322, dengan Dolar yang mencatatkan pelemahan -0.56 persen sejak pembukaan sesi perdagangan awal pekan.

283259

Retail Sales Kanada Beragam, Dolar Kanada Melemah Retail Sales Kanada Beragam, Dolar Kanada Melemah
By Pandawa, 18 May 2018, In Berita Forex, View 183
Data Retail Sales Kanada untuk bulan Maret memang tumbuh lebih baik dari perkiraan, tetapi Core Retail Sales anjlok dan menyeret turun Dolar Kanada.
Dolar AS Masih Mendominasi Pasar Di Sesi Jumat Pagi Dolar AS Masih Mendominasi Pasar Di Sesi Jumat Pagi
By N Sabila, 18 May 2018, In Berita Forex, View 404
Kenaikan yield US Treasury masih menjadi sumber energi bagi bullish Dolar AS. USD/CAD menjadi Big Mover untuk sesi pagi ini gegara kegagalan renegosiasi NAFTA.
Jobless Claims AS Naik, Jumlah Penerima Tunjangan Sentuh Rekor Low Jobless Claims AS Naik, Jumlah Penerima Tunjangan Sentuh Rekor Low
By Pandawa, 17 May 2018, In Berita Forex, View 392
Jobless Claims AS naik lebih banyak dari perkiraan ekonom. Akan tetapi, jumlah penerima tunjangan turun secara signifikan, sebesar 87k menjadi 1.71 juta orang.
GBP/USD Berbalik Turun Setelah Update Kabar Brexit Terbaru GBP/USD Berbalik Turun Setelah Update Kabar Brexit Terbaru
By N Sabila, 17 May 2018, In Berita Forex, View 679
Poundsterling turun memangkas penguatannya terhadap Dolar AS di hari Kamis sore ini pasca kabar terbaru tentang spekulasi Brexit.
Penjualan Ritel AS Tumbuh Moderat, Dolar Menguat Penjualan Ritel AS Tumbuh Moderat, Dolar Menguat
By Pandawa, 15 May 2018, In Berita Forex, View 709
Meski di bawah ekspektasi, kenaikan Retail Sales AS mencatatkan pertumbuhan moderat yang didorong oleh kenaikan harga bahan bakar. Dolar AS pun menguat merespon hal ini.
Dolar AS Di Terendah Empat Bulan Jelang Data Inflasi Dolar AS Di Terendah Empat Bulan Jelang Data Inflasi
By A Muttaqiena, 12 Jan 2018, In Berita Forex, View 1155
Setelah konfirmasi otoritas China soal rumor yang merebak kemarin, Dolar AS melemah akibat data Inflasi Produsen dan Klaim Pengangguran memburuk.
Topik Berita Forex

SHARE:

SHARE:

 

Topik Berita Forex