Retail Sales AS Rebound Setelah Turun 3 Bulan Beruntun

Penjualan Retail bulan lalu mengalami rebound dari penurunan 3 bulan berturut-turut. Kenaikan ini didorong oleh pembelian kendaraan bermotor dan barang lainnya.

iklan

Advertisement

iklan

Advertisement

Retail Sales AS bulan Maret akhirnya menunjukkan pemulihan, setelah selama tiga bulan beruntun mengalami penurunan. Rebound ini didorong oleh pembelian kendaraan bermotor dan barang lainnya oleh rumah tangga AS. Hal itu menunjukan momentum kokoh belanja konsumen di awal kuartal kedua 2018.

 

Setelah Tiga Bulan Beruntun Turun,

 

 

Departemen Perdagangan AS merilis data Retail Sales bulan Maret pada hari Senin (16/4) pagi waktu setempat. Setelah jeblok -0.1 persen di periode sebelumnya, laporan tersebut menunjukkan peningkatan 0.6 persen di bulan Maret, lebih tinggi dari ekspektasi pertumbuhan 0.4 persen menurut forecast ekonom dalam sebuah jajak pendapat Reuters. Dalam basis tahunan (YoY), Retail Sales AS meningkat 4.5 persen.

Sementara itu, rilis Core Retail Sales untuk bulan lalu meningkat sebesar 0.2 persen, tidak berubah dibandingkan periode sebelumnya dan sesuai dengan ekspektasi ekonom. Penjualan Retail inti tersebut sangat berkaitan dengan komponen belanja konsumen dalam perhitungan GDP.

Pada bulan Maret, penjualan mobil melonjak dalam kenaikan terbesar sejak September 2017, yakni sebesar 2.0 persen, setelah turun 1.3 persen pada bulan Februari. Penjualan di stasiun pengisian bahan bakar menurun 0.3 persen, menyusul penurunan harga bakar bakar bulan lalu yang berimbas pada laporan CPI AS bulan Maret.

Penjualan di toko Furniture naik sebesar 0.7 persen, dan di toko elektronik naik 0.5 persen. Namun demikian, ada penurunan pada penjualan bahan bangunan sebesar 0.6 persen, penjualan pakaian sebesar 0.8 persen, dan penjualan barang olahraga senilai 1.8 persen.

 

Dolar Melemah Menuju Low Dua Pekan

Greenback belum lepas dari tekanan pada sesi perdagangan hari Senin (16 April), meskipun kekhawatiran terkait serangan Sekutu ke Suriah mulai mereda. Pada saat yang sama, kegelisahan terhadap potensi perang dagang yang telah mengguncang pasar finansial global dalam beberapa pekan ini masih terus berlanjut.

Indeks Dolar yang mengukur kekuatan USD terhadap enam mata uang utama lainnya berada di level 89.47, menuju Low dua pekan. Pelemahan Greenback paling dominan salah satunya terlihat pada pair GBP/USD. Pair tersebut diketahui berada di level 1.4322, dengan Dolar yang mencatatkan pelemahan -0.56 persen sejak pembukaan sesi perdagangan awal pekan.


283259

Pandawa punya minat besar terhadap dunia kepenulisan dan sejak tahun 2010 aktif mengikuti perkembangan ekonomi dunia. Penulis juga seorang Trader Forex yang berpengalaman lebih dari 5 tahun dan hingga kini terus belajar untuk menjadi lebih baik.