Rilis GDP AS Memuaskan, USD/JPY Capai Level Tertinggi 9 Bulan

Apiknya data GDP AS kuartal kedua 2018 memperkuat USD/JPY hingga ke level tertinggi sejak Januari. Selain itu, AS dan Jepang dijadwalkan bertemu untuk membicarakan rencana tarif impor Trump.

Advertisement

iklan

FirewoodFX

iklan

Dolar AS berada di level tinggi terhadap major currencies lain pada sesi Asia hari Jumat (28/9), setelah menguat signifikan karena rilis GDP yang memuaskan. Hal tersebut mendorong Greenback melambung hingga menyentuh level tertinggi 9 bulan versus Yen.

Rilis GDP tadi malam menunjukkan perekonomian AS tumbuh dari 2.2 persen ke 4.2 persen pada kuartal kedua 2018, tercepat dalam kurun waktu empat tahun terakhir. Di samping itu, pesanan barang tahan lama juga berakselerasi sebesar 4.5 persen pada bulan Agustus, rebound dari penurunan -1.2 persen di periode sebelumnya.

Berbagai rilis data fundamental AS yang positif itu semakin memperkuat pernyataan Fed pada pertemuan FOMC hari Rabu lalu, yang menyebut ekonomi AS akan terus menguat setidaknya hingga tahun 2021. Hal ini juga semakin mendukung prospek Rate Hike di bulan Desember 2018 dan pada tahun 2019 mendatang.

 

Penguatan USD/JPY Terjadi Jelang Pertemuan AS-Jepang

Sentimen positif telah mendorong Dolar melambung terhadap Yen selama sesi New York pada perdagangan hari Kamis, hingga menyentuh level tertinggi sejak bulan Januari 2018. Pada saat berita ini ditulis, pair USD/JPY berada di kisaran 113.57, lebih tinggi dibandingkan harga di sesi pembukaan pada 113.35.

 

USD/JPY H4 - 28 September 2018

 

"Penguatan Dolar AS secara luas juga dibantu oleh faktor musiman, karena sebagian investor AS membawa dana kembali pulang menjelang akhir bulan. Dolar semakin terlihat baik khususnya terhadap Yen. Hal ini terjadi menjelang pertemuan AS-Jepang dan dalam kondisi perbedaan suku bunga yang terus melebar (antara The Fed dan BoJ). Akibatnya, dominasi Dolar pun semakin nyata," kata Yukio Ishizuki, ahli strategi valas senior di Daiwa Securities.

Perlu diketahui, Presiden Donald Trump dijadwalkan akan bertemu dengan Perdana Menteri Jepang, Shinzo Abe, untuk memulai pembicaraan perdagangan. Pertemuan tersebut dilakukan setelah Trump berencana melakukan kenaikan tarif impor untuk produk otomotif dari Jepang. Abe menganggap hal ini sebagai ancaman terhadap ekonomi Jepang yang sangat tergantung pada ekspor.

285487

Pandawa punya minat besar terhadap dunia kepenulisan dan sejak tahun 2010 aktif mengikuti perkembangan ekonomi dunia. Penulis juga seorang Trader Forex yang berpengalaman lebih dari 5 tahun dan hingga kini terus belajar untuk menjadi lebih baik.