Risiko Resesi Memudar, Sentimen Investor Terhadap Euro Membaik

Euro menanjak versus Dolar AS berkat serangkaian rilis data ekonomi Zona Euro yang mensinyalkan lolosnya kawasan tersebut dari bahaya resesi.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Serangkaian laporan ekonomi Zona Euro yang dirilis hari ini (6/Mei) mensinyalkan perbaikan sejak bulan lalu. Data penjualan ritel, PMI sektor jasa dan manufaktur, serta indeks keyakinan investor Sentix sama-sama menghijau. Selaras dengan publikasinya, Euro memangkas pelemahannya versus Dolar AS. Saat berita ditulis, EUR/USD telah beranjak dari level terendah harian 1.1169 ke kisaran 1.1194.

EURUSD Hourly

Markit Economics melaporkan bahwa Purchasing Managers' Index (PMI) untuk sektor manufaktur Zona Euro diestimasikan melesat dari 47.9 menjadi 52.8 dalam bulan April 2019. Artinya, sektor ini sukses keluar dari kondisi resesi yang membelitnya sejak bulan Februari. PMI untuk sektor jasa juga meningkat dari 52.5 menjadi 52.8, sehingga PMI komposit menanjak solid dari 51.3 menjadi 51.5.

Penjualan ritel Zona Euro stagnan selama bulan Maret 2019, tetapi laju pertumbuhan tahunan hanya menurun dari 3.0 persen ke 1.9 persen. Angka tersebut lebih baik ketimbang perkiraan awal yang dipatok pada 1.8 persen saja.

Sementara itu, indeks keyakinan investor Sentix meroket dari -0.3 menjadi 5.3 untuk bulan Mei 2019. Indeks tersebut jauh lebih tinggi ketimbang estimasi awal yang hanya 1.1, sekaligus merupakan rekor tertinggi sejak November 2018.

"Pada bulan Mei, situasi ekonomi terus membaik secara global, demikian pula di Eropa. Ketakutan mengenai resesi memudar seiring dengan itu," kata Manfred Huebner dari Sentix. Ia menambahkan, "Tampaknya, percikan dari perekonomian China yang telah pulih secara signifikan sejak awal tahun, semakin merembet ke perekonomian Jerman yang sangat tergantung pada ekspor."

Trader perlu mencatat bahwa survei Sentix ini dilakukan sebelum munculnya ancaman baru dari Presiden AS Donald Trump terhadap China. EUR/USD sempat tergelincir cukup dalam pada pembukaan perdagangan hari ini, setelah merebaknya kabar bahwa Trump akan menaikkan bea impor atas produk-produk China karena ketidakpuasannya terhadap negosiasi perdagangan antara kedua negara. Namun, konflik ini merupakan suatu isu eksternal yang masih terus berkembang dan pengaruhnya terhadap Euro akan fluktuatif.

288403

Alumnus Fakultas Ekonomi yang telah mengenal dunia trading sejak tahun 2011. Seorang News-junkie yang menyukai analisa fundamental, biasa trading forex dan saham menggunakan Moving Averages dan Fibonacci. Kini menulis topik seputar Currency, Stocks, Commodity, dan Personal Finance dalam bentuk berita maupun artikel sembari trading di sela jam kerja.