Rugi Miliaran Yen, GMO Stop Produksi Mesin Penambangan Kripto

Turunnya harga kripto membuat beberapa perusahaan di sektor penambangan kripto rugi besar. Salah satunya adalah GMO yang melaporkan kerugian hingga miliaran Yen.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Raksasa internet Jepang, GMO Internet Inc, telah mengumumkan bahwa mereka tidak akan lagi mengembangkan, memproduksi, maupun menjual mesin penambangan mata uang kripto. Pernyataan ini diungkapkan setelah GMO menggelar rapat dewan direksi pada hari Selasa lalu (25/Desember). Pada kuartal keempat tahun fiskal yang berakhir di bulan Desember 2018, perusahaan ini melaporkan kerugian luar biasa besar senilai 24 miliar Yen (sekitar 216 juta Dolar AS), terkait dengan kegiatan-kegiatan produksi mesin penambangan kripto.

GMO hentikan produksi mesin penambangan kripto

Dalam pengumuman di situs resminya, GMO menuliskan:

"Mengenai pasar mesin penambangan saat ini, ruang lingkupnya semakin kompetitif karena penurunan permintaan, pelemahan harga mata uang kripto, penurunan harga jual, dll...  Perusahaan kesulitan untuk memulihkan aset yang terkait dengan bisnis penambangan mata uang kripto melalui penjualan mesin penambangan, sehingga kami memutuskan untuk menghentikan pengembangan, pembuatan, dan penjualan mesin penambangan."

GMO pertama kali mengumumkan pengembangan peralatan penambangan Bitcoin 7nm pada September tahun lalu. Miner B2, lini pertama produk penambangannya mulai dijual pada bulan Juni dengan harga $1,999. Produk lain, Miner B3, mulai dijual pada bulan Juli dengan harga yang sama. Batch pertama B2 seharusnya dikirim pada akhir Oktober, sementara B3 ditargetkan dikirim pada November. Namun, sampai saat ini tidak ada mesin penambangan dari kedua jenis tersebut yang dirilis.

 

Kerugian Di Sektor Cryptocurrency Mining

Untuk bisnis penambangan in-house yang diluncurkan pada Desember tahun lalu, GMO mencatat kerugian besar. Perusahaan menjelaskan bahwa profitabilitas bisnis penambangan in-house menurun karena harga mata uang kripto turun drastis. Hal ini semakin diperparah dengan pangsa penambangan yang tidak meningkat sesuai ekspektasi, karena adanya pertumbuhan tingkat hash global yang melampaui asumsi awal.

Krisis di sektor penambangan kripto bukan kali pertama ini terjadi. Pada bulan November lalu, perusahaan penambang besar Giga Watt dinyatakan bangkrut karena gagal membayar utang. Selain itu, rig penambangan tua di China dikabarkan dijual dengan harga yang sangat murah.

286800

Seorang trader sejak 2012 yang mempunyai hobi menulis. Suka membahas serunya persaingan ekonomi antar negara dengan sebuah tulisan. Aktivitas trading menggunakan Price Action dan rumor fundamental saja. Karena trading itu memang simpel.