OctaFx

iklan

Rupiah Melemah, Dolar Menguat Karena Ketidakpastian Di Uni Eropa

Kurs Rupiah melemah, karena secara tak langsung Dolar AS menguat akibat Pound dan Euro yang melemah dilanda ketidakpastian politik.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Seputarforex.com - Kurs Rupiah melemah di sesi perdagangan Selasa (23/Okt) hari ini, akibat menguatnya Dolar AS. Masalah politik yang sedang melanda Uni Eropa, di antaranya Brexit dan polemik anggaran pemerintah Italia, melemahkan Euro dan Pound sehingga Dolar AS menguat.

Menurut indeks USD/IDR Bloomberg, nilai tukar Rupiah di pasar spot mencapai 15,191.5 per USD, sedikit menguat dibandingkan dengan harga pembukaan di 15,196.5. Sedangkan menurut kurs referensi JISDOR, nilai tukar Rupiah berada di Rp15,208, melemah dibandingkan posisi kemarin di Rp15,192.

usdidr

 

Ketidakpastian Di Eropa Perkuat Dolar AS Secara Tak Langsung

Ahmad Mikail, ekonom Samuel Sekuritas mengatakan bahwa ketidakpastian pasar Eropa membuat Dolar AS menguat. Masalahnya dipicu oleh rencana anggaran pemerintah Italia yang defisitnya dinilai terlalu tinggi, mengingat utang pemerintahnya sudah jauh melampaui Produk Domestik Bruto (PDB).

idr

Selain itu, proses keluarnya Inggris dari keanggotaan Uni Eropa (Brexit) yang berlarut-larut, turut menekan Poundsterling. Sementara polemik perbatasan Irlandia Utara belum juga menemukan titik temu, PM Inggris Theresa May justru terancam dilengserkan oleh kelompok-kelompok Anti Uni Eropa dari partainya sendiri.

Peluang kenaikan suku bunga The Fed turut mengapresiasi Dolar AS. Setelah menaikkan Rate pada bulan September lalu, bank sentral AS diperkirakan masih memiliki kans yang sangat besar untuk kembali menaikkan suku bunga di akhir tahun ini. "Sentimen eksternal itu menekan rupiah terhadap dolar AS," kata Ahmad.

 

BI Pertahankan Suku Bunga Acuan

Sementara itu, dari dalam negeri, RDG BI yang dilaksanakan hari ini memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan BI 7-Day RR periode Oktober 2018 di 5.75 persen, sesuai ekspektasi.

"Keputusan (mempertahankan bunga) tersebut konsisten untuk menurunkan Current Account Deficit ke dalam batas yang aman dan mempertahankan daya tarik pasar keuangan domestik, sehingga memperkuat ketahanan eksternal Indonesia di tengah ketidakpastian ekonomi global yang tinggi," kata Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia di Gedung BI sore ini.

285858

Sudah aktif berkecimpung di dunia jurnalistik online dan content writer sejak tahun 2011. Mengenal dunia forex dan ekonomi untuk kemudian aktif sebagai jurnalis berita di Seputarforex.com sejak tahun 2013. Hingga kini masih aktif pula menulis di berbagai website di luar bidang forex serta sebagai penerjemah lepas.