Rupiah Menguat, Ditunjang 3 Faktor Eksternal Ini

Selain kekhawatiran terhadap ekonomi dan mata uang AS, penguatan Rupiah juga didorong oleh penurunan harga minyak dunia.

Advertisement

iklan

FirewoodFX

iklan

Seputarforex.com – Nilai tukar Rupiah hari ini menguat dibandingkan penutupan kemarin yang tercatat di kisaran Rp14,187 per USD. Pada Kamis siang ini (24/Januari), grafik pasar spot Bloomberg menunjukkan Rupiah berada di area Rp14,160 per USD. Meski lebih lemah jika dibandingkan dengan harga di sesi pembukaan pagi ini (Rp14,126 per USD), kurs Rupiah tersebut masih terangkum positif.

rupiah hari ini

Sementara itu, Data kurs referensi JISDOR juga mencatat Rupiah menguat di Rp14,141. Level tersebut lebih baik dibandingkan hari Rabu (23/Januari) kemarin yang berada di kisaran Rp14,188.

 

Terpengaruh Faktor Eksternal

Sejumlah isu yang terjadi di lingkungan global, khususnya Amerika Serikat, menjadi faktor utama yang memicu pelemahan Dolar AS, sehingga pergerakan Rupiah pun menguat. Beberapa isu eksternal yang muncul antara lain sebagai berikut:

Pertama, sentimen negatif masih menyelimuti perekonomian AS, seperti partial government shutdown yang telah berlangsung selama 33 hari, dan ketidakjelasan proses perundingan antara AS-China terkait perang dagang. Hal ini membuat Dolar AS terus dibayang-bayangi oleh trend pelemahan.

Kedua, pesimisme pasar terhadap pergerakan Indeks Dolar AS. Hal ini diamini oleh Analis Samuel Sekuritas Indonesia, Ahmad Mikail, yang memproyeksi jika DXY akan terus melemah hingga kisaran 95.80-96.00 terhadap mata uang utama lainnya. Hal ini terbukti setelah terjadinya penurunan Dolar AS terhadap Yen. Imbas dari penguatan Yen disinyalir bisa menopang pergerakan Rupiah.

"Rupiah kemungkinan menguat ke level Rp14.150-Rp14.180 per dolar AS," tulis Ahmad sebagaimana dikutip dari Bisnis[dot]com.

Ketiga, jatuhnya harga minyak dunia juga menjadi sentimen lain yang menggerakan Rupiah. Sebagaimana yang diberitakan Reuters (23/Januari) kemarin, harga minyak mentah AS, West Texas Intermediate (WTI) untuk kontrak pengiriman Maret 2019, mengalami penurunan sebesar 1.3% menjadi 52.34 Dolar AS. Hal serupa juga dialami minyak mentah jenis Brent yang turun sebesar 1.1% menjadi 60.80 dollar AS per barrel.

 

Menanti Rilis Data Penanaman Modal Asing

Akankah rilis data penanaman modal asing di Indonesia pada Q4 2018 berpengaruh pada nilai tukar Rupiah? Data tersebut rencananya akan diumumkan besok hari Jumat, 25 Januari 2019. Sejauh ini, data penanaman modal asing di Indonesia mencatat hasil yang kurang memuaskan, yakni -20.2% dan mencapai Rp89.1 Triliun. Angka tersebut merupakan yang terendah sejak kuartal pertama 2015.

287135

Alumni Sastra Inggris yang sudah berkecimpung dalam dunia penulisan selama 8 tahun. Sudah mulai menulis sejak masih kuliah. Saat ini aktif sebagai penulis di seputarforex.com.