OctaFx

iklan

IHSG vs Koalisi Piala Dunia, Pilpres, Dan Ramadhan

Ada tiga momen akbar yang kebetulan di tahun 2014 ini datang secara bersamaan. Momen itu pertama adalah Pemilihan Umum, Piala Dunia, dan yang ketiga adalah Ramadhan. Lantas, apakah ada pengaruhnya ke investasi saham?

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Ada tiga momen akbar yang kebetulan di tahun 2014 ini datang secara bersamaan. Momen itu pertama adalah Pemilihan Umum, Piala Dunia, dan yang ketiga adalah Ramadhan. Lantas, apakah ada pengaruhnya ke investasi saham?

Pengaruh Pemilu Jangka Pendek Dan Panjang

Pemilihan umum jelas sangat berpengaruh terhadap investasi saham. Masih ingatkah ketika Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo mendeklarasikan diri maju sebagai Capres dari PDIP, indeks langsung meresponnya dengan melompat hampir 5%. Kemudian saat pemilihan legislatif 9 april yang lalu, hasilnya PDIP tidak memperoleh suara yang signifikan. Dan indeks harga saham gabungan pun meresponya dengan memerah beberapa hari. Ada beberapa pihak yang menyebutkan bahwa hasil pemilihan legislatif tersebut lah yang membuat indek harga saham gabungan memerah. Alasannya, dengan hasil itu, PDIP tidak bisa langsung mengusung Joko Widodo sebagai Capres, melainkan harus mengajak partai lain untuk koalisi, dan untuk melengkapi persyaratan Parlementary Resoult. Jadi, secara jangka pendek agenda pemilihan umum yang dilaksanakan 5 tahun sekali ini jelas berpengaruh terhadap bursa. Lantas, bagaimana dengan jangka panjangnya?

IHSG
Pemilihan umum tahun ini dilaksanakan 2 kali. Pertama memilih wakil rakyat yang sudah dilaksanakan 9 April kemaren, dan pemilihan presiden yang akan dilaksanakan 9 Juli nanti. Baik wakil rakyat maupun presiden, mereka lah yang nantinya sebagai 'decision maker' kebijakan untuk negara ini. Karena kebijakan yang dibuat mereka menyangkut semua sektor, termasuk sektor ekonomi, maka tumbuh dan berkembangnya ekonomi kedepan ada ditangan mereka.

Pemilihan kebijakan kedepan akan menentukan respon dunia usaha, termasuk kalangan investor, terhadap Indonesia. Misalnya program nasionalisasi pengelolaan sumberdaya Indonesia yang dikhawatirkan akan mempersulit investasi asing dan berdampak buruk bagi industri tambang Indonesia. Ini mungkin saja akan berlawanan dengan kebijakan ekonomi di era sekarang dimana investasi asing terus menerus digenjot agar nilainya terus naik. Karena, seandainya banyak modal yang diputarkan di dalam negeri, maka akan berimbas ke penciptaan lapangan pekerjaan pun akan semakin banyak.

Maka, jika investasi asing yang akan berinvestasi di dalam negeri di persulit dikhawatirkan penciptaan lapangan pekerjaan pun tidak terealisasi. Sehingga, angka pengangguran pun akan semakin naik persentasenya. Ini lah sedikit alasan mengapa pemilihan umum begitu berpengaruh sekali terhadap investasi dan bursa kita. Lantas, bagaimana dengan Ramadhan dan Piala Dunia?

Momen Ramadhan Dan Saham

Ramadhan biasanya datang membawa berkah bagi semua kalangan. Misalnya saja bagi anda yang berprofesi seorang pegawai, bersiaplah karna diakhir Ramadhan nanti anda akan mendapatkan rejeki tambahan. Ya. Kita sering menyebut rejeki tambahan itu dengan sebutan THR atau Tunjangan Hari Raya. Atau bagi anda pedagang toko makanan. Meski di momen Ramadhan sebagian besar masyarakat akan menjalankan ibadah puasa atau tidak makan atau minum di siang hari. Tapi banyak toko makanan kebanjiran pembeli, terutama di jam-jam setelah buka puasa. Bahkan, penjualannya pun bisa melebihi penjualan rata-rata harian.

Bagaimana berkah Ramadhan untuk mereka yang jualan saham? Kalau kita dalam posisi atau mindset kita seorang investor jangka pendek, atau trader yang tujuan investasinya hanya mengejar capital gain, momen Ramadhan sepertinya kurang harapan untuk transaksi. Ada dua alasan mengapa penulis berpendapat seperti itu. Pertama, karena kebanyakan orang memerlukan uang cash yang lebih untuk keperluan konsumsi. Mengingat, hampir setiap ramadhan, pengeluaran masyarakat selalu meningkat tajam. Orang cenderung menggunakan uangnya untuk membeli barang konsumsi, dari pada membeli saham. Sehingga, transaksi pun relatif sepi.

Kedua, karena jumlah uang cash yang tersedia tidak mencukupi untuk menjalani bulan Ramadhan, maka mereka tak segan melepas aset-aset mereka dan mengkonversikan dengan uang cash, termasuk aset di saham. Maka nya, biasanya menjelang Ramadhan hingga di awal-awal ramadhan banyak orang melakukan transaksi jual saham. Akibatnya, saham pun kebanyakan mengalami penurunan. Kedua alasan itulah yang mendasari pendapat penulis sehingga menganggap kalau Ramadhan bukan momen yang bagus untuk para trader. Lalu, apakah investasi juga 'no hope' selama Ramadhan?

Penulis malah menganggap kalau momen Ramadhan ini lah waktu yang tepat untuk masuk bursa bagi investor jangka panjang, dan memilih saham-saham yang bagus, tetapi harganya turun akibat aksi jual yang sifatnya musiman, bukan karena market crash. Selain itu, penulis pikir Ramadhan justru memberikan sentimen  positif kepada hampir semua emiten. Misalnya saja emiten sektor consumer goods seperti Tiga Pilar, Mayora dan lainnya.

Momen Ramadhan adalah waktu yang tepat untuk menyambung tali silaturahmi, berkunjung ke sanak saudara, atau istilah bekennya pulang kampung. Dan biasanya sesuai tradisi yang ada, setiap kali berkunjung ke rumah saudara, pasti ada barang bawaan yang dipakai buat oleh-oleh. Nah, biasanya juga barang bawaan itu bentuknya makanan biskuit atau roti atau makanan lain  hasil produksi emiten yang ada di bursa. Sehingga, dari logika tersebut, penulis menganggap kalau kinerja perusahaan bisa saja terdongkrak naik saat Ramadhan ini.

Belanja Ramadhan
Selain itu, emiten retail seperti Ramayana Lestari, Matahari Departement Store, ataupun Matahari Putra Prima pun ikut kecipratan berkah Ramadhan. Misalnya saja, saat kita berkunjung ke sanak saudara, ada barang bawaan yang kita diberikan sebagai oleh-oleh. Dan, kebanyakan dari kita memperoleh barang tersebut dari pembelian di supermarket atau hypermarket atau sejenisnya yang itu merupakan perusahaan retail. Belum lagi saat penghujung akhir Ramadhan. Biasanya kita selalu memburu pakaian baru. Dan dimana lagi kita membeli pakaian baru kalau bukan di usaha retail-retail tersebut. Jadi, emiten retail pun akan ikut menikmati berkah Ramadhan juga kan?

Turunnya indeks harga saham gabungan di menjelang ramadhan hingga awal-awal Ramadhan penulis pikir adalah kesempatan bagi kita untuk memilih dan membeli aset-aset yang bagus disaat harganya sedang terdiskon. Karena biasanya, setelah Ramadhan selesai, dan tingkat konsumsi masyarakat sudah kembali normal, masyarakat tidak perlu uang cash banyak lagi. Sehingga, kelebihan dari pendapatannya bisa dialokasikan kembali ke bursa, mereka beramai-ramai membeli saham, sehingga bursa pun akan naik kembali.

Piala Dunia Tak Perlu Dipersoalkan

Ada beberapa pihak yang menyebutkan bahwa biasanya selama piala dunia berlangsung, kecenderungan transaksi di bursa berjalan sedikit. Bahkan kebanyakan orang cenderung menjual aset-aset mereka yang ada di bursa. Tujuannya tidak lain untuk taruhan. Sehingga, bursa diperkirakan akan mengalami penurunan.

Namun menurut penulis, pengaruh piala dunia tidak begitu perlu dipersoalkan. Yang terpenting adalah bagaimana hasil demokrasi 5 tahunan yang sedang berlangsung sekarang, karena ini menyangkut nasib bangsa ini kedepannya.

Kebetulan di tahun 2014 ini tiga momen besar, piala dunia, pilpres dan Ramadhan datang diwaktu yang hampir bersamaan. Bagi penulis, jika ternyata presiden yang terpilih 9 Juli nanti bisa membawa perekonomian Indonesia menjadi lebih baik lagi, momen penurunan indeks menjelang dan diawal-awal Ramadhan ini akan jadi momen yang tepat untuk membeli. Sekaranglah kesempatannya untuk memilih aset-aset yang bagus, karena dalam momen musiman ini harganya terus menerus turun. Jika aset yang kita beli benar-benar aset yang bagus, maka penurunan tersebut akan segera berganti dengan kenaikan yang tinggi dan semakin tinggi.

IHSG VS Koalisi Piala Dunia, Pilpres dan Ramadhan. Percaya atau tidak, keputusan investasi saham kita ada ditangan kita sendiri. Untung dan ruginya pun akan kita nikmati sendiri bukan dinikmati oleh orang lain. Sehingga, selamat berinvestasi.

Alumni jurusan Manajemen Universitas Negeri Semarang yang aktif di bidang saham sejak masa kuliah. Royan berfokus pada analisa fundamental dalam memilih investasi potensial, khususnya valuasi emiten.