SMCB: Harga Saham Holcim Meroket Gegara Rumor Divestasi

Rencana divestasi pemegang saham utama di PT Holcim Indonesia mengakibatkan harga saham SMCB meroket. Namun, kabar ini masih berstatus rumor.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Harga saham PT Holcim Indonesia Tbk (kode saham SMCB) pada hari Senin (9/Juli) dan Selasa (10/Juli) berulangkali mengalami kenaikan drastis hingga mencapai Auto Rejection Atas (ARA). Rumor terkait divestasi oleh pemegang saham terbesarnya membuat harga saham naik dari Rp520 pada hari Jumat menjadi Rp810 per lembar pada akhir perdagangan hari Selasa.

 

PT Holcim Indonesia

 

Pemegang saham PT Holcim Indonesia Tbk yang menghebohkan pasar ini adalah LafargeHolcim ltd, salah satu produsen semen terbesar dunia asal Swiss. Sekarang LafargeHolcim ltd memiliki 80.64% saham SMCB melalui anak usahanya, Holderfin B.V. Namun, menurut laporan Bloomberg yang dikutip oleh International Cement Review, LafargeHolcim Ltd tengah mempertimbangkan untuk melakukan divestasi asetnya senilai sekitar USD2 Milyar di PT Holcim Indonesia, sehubungan dengan tingginya tekanan atas profit margin di pasar semen Indonesia belakangan ini.

Sejumlah perusahaan semen mancanegara disebut-sebut sebagai pembeli potensial, termasuk CNBM dan Anhui Conch dari Tiongkok; Siam City Cement dan Siam Cement Group dari Thailand; serta Ultratech dari India. Namun, hingga saat berita ini ditulis (11/Juli), belum ada konfirmasi resmi dari pihak LafargeHolcim Ltd maupun PT Holcim Indonesia mengenai rumor tersebut.

Dalam keterbukaan informasi yang diberikan PT Holcim Indonesia pada Bursa Efek Indonesia (BEI) bertanggal 9 Juli 2018, manajemen mengungkapkan bahwa mereka mengetahui soal ramainya pemberitaan tentang kemungkinan divestasi emiten semen kawakan Indonesia ini oleh pemegang saham mayoritas (LafargeHolcim Ltd). Akan tetapi, manajemen tidak dapat memberikan pernyataan atas maksud dan tujuan ataupun tidak menerima informasi resmi mengenai keputusan apapun dari pemegang saham mayoritas.

284374

Alumnus Fakultas Ekonomi yang telah mengenal dunia trading sejak tahun 2011. Seorang News-junkie yang menyukai analisa fundamental, biasa trading forex dan saham menggunakan Moving Averages dan Fibonacci. Kini menulis topik seputar Currency, Stocks, Commodity, dan Personal Finance dalam bentuk berita maupun artikel sembari trading di sela jam kerja.