SSMS: Segera Perluas Jaringan Pasar Ke India Dan China

PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS) berencana ingin melakukan ekspor ke luar negeri dan saat ini tengah membidik pasar ekspor minyak kelapa sawit (crude palm oil/CPO) ke India dan Tiongkok. Langkah tersebut dilakukan oleh SSMS dalam rangka untuk membuka jaringan pasar baru perseroan.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS) berencana ingin melakukan ekspor ke luar negeri dan saat ini tengah membidik pasar ekspor minyak kelapa sawit (crude palm oil/CPO) ke India dan Tiongkok. Langkah tersebut dilakukan oleh SSMS dalam rangka untuk membuka jaringan pasar baru perseroan.

 

Kelapa Sawit

 

Sebenarnya perusahaan SSMS telah melakukan kegiatan ekspor CPO ke India beberapa bulan lalu, tetapi masih melalui pasar spot. Disamping itu, ekspor yang sudah dilakukan tersebut hanya sekitar 15.000 metrik ton CPO per bulan saja. Kondisi tersebut setara dengan lima persen total produksi CPO perusahaan sebanyak 300.000 metrik ton.

Ramzi Sastra selaku Direktur PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk mengungkapkan, meski jumlah ekspor masih dalam jumlah yang relatif kecil, kegiatan ekspor CPO tersebut masih bisa memberikan kemungkinan perseroan untuk memperluas jaringan. Disamping itu, Ramzi menambahkan, selain ekspor di India, SSMS juga melirik pasar ekspor di China. Perseroan menilai meskipun di China saat ini terjadi perlambatan ekonomi, permintaan CPO disana masih tinggi.

Akan tetapi, Ramzi mengatakan bahwa perusahaan kelapa sawit nasional yang dipimpinnya saat ini tengah tertekan dan produksi CPO menurun sebagai dampak dari El Nino. Tidak hanya itu saja, Direktur SMSS ini juga mempertanyakan tentang adanya kebijakan monatorium yang masih tidak jelas. Pasalnya, menurut Ramzi pemerintah juga belum tegas dalam mengeluarkan monatorium tentang pembukaan lahan sawit baru.

Oleh karena itu, dirinya juga meminta agar regulasi dari pemerintah seharusnya berpihak kepada industri kelapa sawit, karena jika tidak maka kondisi buruk tersebut akan menambah beban perusahaan dan menghambat perluasan bisnis.

 

 

264587

Pernah menempuh pendidikan di Fakultas Sastra, jurusan Sastra Inggris konsentrasi Linguistik, Unversitas Negeri Malang. Menyukai bidang kepenulisan dan dunia penerjemahan ekonomi dan bisnis sejak tahun 2013 silam. Saat ini menjadi jurnalis di Seputarforex yang bertanggung jawab untuk menulis berita emas dunia, forex, dan saham.