Advertisement

iklan

Sterling Rebound Terbatas Setelah Uni Eropa Bersedia Tunda Brexit

Poundsterling hanya rebound terbatas, karena Uni Eropa menawarkan penundaan brexit yang agak berbeda dengan ekspektasi Inggris.

Advertisement

iklan

FirewoodFX

iklan

Poundsterling terpantau menguat hingga mencapai level tertinggi pada 1.3158 terhadap Dolar AS dalam perdagangan hari ini (22/Maret), setelah European Council bersedia membuka peluang bagi Inggris untuk menunda brexit. Namun, Sterling belum mampu menghapus penuh pelemahan sebelumnya, karena persetujuan para petinggi Uni Eropa agak berbeda dengan ekspektasi Inggris. Bukannya menyetujui penundaan brexit hingga tanggal 30 Juni, European Council malah mengajukan opsi lain yang dirasa lebih relevan.

Sterling Rebound Setelah Uni Eropa Bersedia Tunda Brexit

Presiden European Council, Donald Tusk, mengatakan bahwa para pemimpin 27 negara anggota Uni Eropa telah setuju untuk memperpanjang masa negosiasi Article 50 bagi Inggris dari 29 Maret hingga 22 Mei 2019, apabila House of Commons meratifikasi draft rencana kesepakatan brexit (EU Withdrawal Agreement) pada pekan depan. Namun, jika House of Commons menolak draft tersebut untuk ketigakalinya, maka Inggris hanya akan mendapat perpanjangan hingga 12 April saja.

Pihak European Commission mengharapkan perpanjangan hingga 12 April itu dimanfaatkan oleh Inggris untuk memilih antara "No-Deal Brexit" atau perpanjangan dalam jangka waktu jauh lebih lama lagi. Perpanjangan dalam jangka waktu lebih lama yang dimaksud itu akan menuntut Inggris ikut berpartisipasi lagi dalam pemilu parlemen Uni Eropa tahun ini. Sementara itu, Uni Eropa juga secara terbuka menyiratkan bahwa mereka ingin Inggris menggelar referendum kembali mengenai Brexit; dengan ekspektasi referendum itu akan menghasilkan komitmen dari sebagian besar warga Inggris untuk tetap berada dalam kesatuan Uni Eropa.

"Pemerintah Inggris masih akan memiliki pilihan sebuah kesepakatan, tanpa kesepakatan, atau membatalkan Article 50. Tanggal 12 April itu penting bagi Inggris untuk memutuskan apakah akan (ikut) mengadakan pemilu parlemen Eropa. Jika mereka belum memutuskan hingga saat itu, maka pilihan untuk perpanjangan dalam waktu lama secara otomatis jadi tidak mungkin dilakukan," ujar Tusk.

Menanggapi keputusan Uni Eropa itu, PM Theresa May menghimbau agar anggota parlemen Inggris segera menyetujui draft EU Withdrawal Agreement yang telah berulangkali diajukannya. "Jika Parlemen tak mengetujui kesepakatan itu pekan depan, EU Council akan memperpanjang Article 50 hingga 12 April. Pada titik ini, kita akan pergi (dari Uni Eropa) tanpa kesepakatan, atau mengajukan rencana alternatif. Jika ini melibatkan perpanjangan lebih lanjut, maka itu berarti (Inggris harus) berpartisipasi dalam pemilu parlemen Eropa. Saya meyakini, tidak tepat untuk meminta orang-orang di Inggris berpartisipasi dalam pemilu ini, tiga tahun setelah memilih untuk keluar dari Uni Eropa."

Singkat kata, perkembangan brexit selanjutnya masih pekat dibayangi ketidakpastian. Di tengah nihilnya ekspektasi perubahan suku bunga Inggris selama masalah ini masih berlanjut, maka perhatian pelaku pasar akan berfokus pada event voting berikutnya di Parlemen Inggris.

287867

Alumnus Fakultas Ekonomi yang telah mengenal dunia trading sejak tahun 2011. Seorang News-junkie yang menyukai analisa fundamental, biasa trading forex dan saham menggunakan Moving Averages dan Fibonacci. Kini menulis topik seputar Currency, Stocks, Commodity, dan Personal Finance dalam bentuk berita maupun artikel sembari trading di sela jam kerja.