OctaFx

iklan

Sterling Tetap Tertekan Meski GDP Inggris Lampaui Ekspektasi

GDP Inggris tumbuh lebih tinggi pada akhir tahun 2018, tetapi bias poundsterling masih bearish.

acy

iklan

Advertisement

iklan

Poundsterling konsisten tertekan di kisaran bawah level 1.3038 terhadap Dolar AS pada pertengahan sesi Eropa (29/Maret), walaupun data Gross Domestic Product (GDP) Inggris kuartal IV/2018 dilaporkan lebih baik daripada estimasi awal. Sterling juga terpantau melemah terhadap Euro, dengan posisi EUR/GBP meningkat 0.1 persen ke level 0.8611.

Pasalnya, kebuntuan brexit dikhawatirkan belum akan mencapai solusi akhir dalam waktu dekat. Sementara itu, sektor eksternal Inggris terus melemah, sebagaimana tampak pada membengkaknya defisit Current Account (Neraca Transaksi Berjalan).

GBPUSD Daily

UK Office for National Statistics melaporkan bahwa GDP Inggris mengalami kenaikan 1.4 persen (Year-on-Year) pada kuartal IV/2018, lebih baik daripada estimasi awal yang dipatok pada 1.3 persen. Investasi bisnis juga hanya menurun 2.5 persen (Year-on-Year) dalam periode yang sama, bukannya merosot 3.7 persen sebagaimana diperkirakan sebelumnya. Namun, data Current Account justru anjlok. Defisit Current Account meningkat dari 23.0 Miliar menjadi 23.7 Miliar, padahal konsensus ekonom mengharapkan defisit berkurang jadi 22.9 Miliar.

Gabungan data-data ekonomi makro terbaru tersebut tak mampu menggenjot Poundsterling di tengah kebuntuan brexit saat ini. Fokus pelaku pasar masih terpusat pada tarik-ulur rencana keluarnya Inggris dari Uni Eropa yang terus berlanjut di Parlemen Inggris.

Nanti malam (pukul 14:30 waktu London), Parlemen akan menggelar voting ketiga atas draft kesepakatan brexit (EU Withdrawal Agreement) yang diajukan oleh PM Theresa May. Pimpinan House of Commons, Andrea Leadsom, menjanjikan bahwa draft tersebut sudah mengalami sebuah "perubahan yang bermakna". Beberapa anggota parlemen anti-Uni Eropa juga sudah menyatakan perubahan sikap menjadi mendukung draft tersebut, karena tak ingin brexit dibatalkan. Namun, sebagian besar anggota Parlemen Inggris masih menyiratkan ketidaksetujuan mereka, sehingga voting diperkirakan akan berakhir nihil lagi.

287957

Alumnus Fakultas Ekonomi yang telah mengenal dunia trading sejak tahun 2011. Seorang News-junkie yang menyukai analisa fundamental, biasa trading forex dan saham menggunakan Moving Averages dan Fibonacci. Kini menulis topik seputar Currency, Stocks, Commodity, dan Personal Finance dalam bentuk berita maupun artikel sembari trading di sela jam kerja.


15 Jul 2019

Alimuddin
Gbp naik lg harus sabar memprediksi market cek and recek istilahnya apalagi berita br dirilisĀ