Apakah Anda punya pertanyaan seputar trading?

FirewoodFX

iklan

FirewoodFX

iklan

Kenapa Pending Order Tidak Jalan

Cara Trading

24 Apr 2019

Malam min...Saya masih bingung,,tadi pake pending order di pair USDCAD,saya pake buy stop di harga 1.34420 aku beri take profit di 1.34470 dan stop loss di 1.34370,,,saat harga langsung naik ke atas setelah rilis berita,koq pending order ku nggak jalan ya?

Terima kasih min

25 Apr 2019

Untuk Bayu Krisnanto,

Ada beberapa kemungkinan mengapa pending order yang Anda tempatkan gagal tereksekusi. Berikut penjelasannya:

  1. Anda tidak memiliki dana yang cukup untuk membuka posisi tersebut. Ketika Anda menempatkan pending order, bisa jadi Anda menggunakan lot yang besar atau dana yang Anda miliki tidak cukup untuk membayar margin dari posisi yang akan dibuka. Sehingga, pending order Anda tidak akan aktif (meski harga berhasil menyentuh level pending order) dikarenakan Anda tidak memiliki cukup dana untuk membayar margin dari posisi yang dibuka tersebut. Solusinya, silahkan ulangi kembali meletakkan pending order dengan menggunakan ukuran trading (lot) yang sesuai dengan kapasitas modal Anda.

  2. Terdapat kesalahan dalam pengisian parameter order. Biasanya broker menetapkan batas jarak minimum SL atau TP dari harga pending order. Sedangkan, pending order buy stop yang Anda tempatkan memiliki jarak SL dan TP masing-masing sebesar 5 pips. Jika broker Anda memberlakukan peraturan jarak minimum SL dan TP sebesar 5 pips, maka pending order tersebut tidak akan tereksekusi walaupun harga berhasil menyentuh level pending order. Solusinya, silahkan ulangi pending order tersebut dengan menggunakan parameter yang berbeda. Jika misalnya jarak minimum SL dan TP yang ditetapkan broker adalah 5 pips, maka Anda bisa menyesuaikan level SL dan TP dengan jarak sebesar 6 pips dari level pending order.

  3. Pending order Anda terkena slippage. Dari kronologis yang Anda berikan, order buy stop Anda tersebut kemungkinan terkena ketika terdapat lonjakan harga pasca rilis berita penting. Normalnya, pending order yang bersifat stop (buy stop atau sell stop) tetap akan tereksekusi meskipun terjadi lonjakan harga. Namun, level yang tereksekusi tentu akan meleset dari level entry order yang ditetapkan. Itulah yang dinamakan dengan slippage. Lalu kenapa pending order Anda tidak tereksekusi? Penyebabnya bisa jadi karena jarak TP yang Anda tetapkan terlalu kecil (hanya berjarak 5 pips saja). Jadi, pending order buy stop Anda yang berada pada 1.3442 dengan jarak TP sebesar 5 pips tidak bisa dieksekusi dengan baik karena terjadi lonjakan harga yang lebih besar dari jarak TP yang Anda tetapkan. Contoh simulasi, Anda memasang buy stop pada harga 1.3442 dengan level TP pada 1.3447 (hanya berjarak 5 pips saja). Ternyata setelah rilis berita, harga yang semula berada di level 1.3440 seketika langsung melonjak naik ke level 1.3448. Sehingga dalam hal ini, sistem menganggap order Anda tidak valid dan membuat pending order gagal tereksekusi. Namun jika Anda tidak menentukan level TP atau menetapkan TP yang agak jauh, maka kemungkinan buy stop Anda pada 1.3442 tersebut akan tereksekusi pada level 1.3448 atau dengan kata lain terkena slippage. Solusinya, silahkan sesuaikan kembali level SL dan TP ketika menempatkan pending order saat ada rilis berita.


Semoga bisa membantu.

29 Apr 2019

Pending order dan stop order, enak mana master?

29 Apr 2019

Untuk Khoirul,

Mungkin maksud Anda adalah mana yang lebih baik antara stop order (buy stop dan sell stop) atau limit order (buy limit dan sell limit)? Tidak ada yang lebih baik antara keduanya. Semuanya bisa digunakan pada kondisi market tertentu, dan keduanya memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing.

Order yang bersifat limit (buy limit dan sell limit) merupakan order yang paling aman dari ancaman slippage. Sehingga, limit order menjanjikan Anda untuk mendapatkan entry poin yang sesuai dengan harga yang Anda tetapkan (meskipun terjadi lonjakan harga). Hal ini merupakan kelebihan dari limit order. Kelemahan dari limit order ini adalah Anda dapat kehilangan/ketinggalan momentum entry. Karena sifat dari limit order yang cenderung memanfaatkan teknik pantulan (bouncing).

Sementara order yang bersifat stop (buy stop dan sell stop) akan menjamin semua order stop tersebut tereksekusi. Hal ini tentu menjadi nilai lebih dari stop order. Oleh karena itu, stop order lebih sering digunakan para aggresif trader. Namun karena stop order selalu menjamin akan tereksekusinya order tersebut, maka tidak menutup kemungkinan harga yang didapat akan meleset dari harga pending order yang ditetapkan. Hal ini sering kali terjadi, terlebih lagi ketika terjadi lonjakan harga. Oleh karena itu, satu-satunya kemelahan stop order adalah rentan akan adanya slippage.

Kesimpulannya, kedua jenis order tersebut memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Oleh karena itu, penggunaannya pun menyesuaikan dengan strategi trading yang Anda gunakan.

Semoga bisa membantu.

Kategori Cara Trading

Pertanyaan Penanya Balasan Dilihat Aktivitas
Apakah Open Order Ada Batas Waktunya? Jacob 7 11345 15 Mei 2015
Trading Untuk Wanita Karir? Monika Luhung 7 480 31 Jan 2019
Cara menentukan lot transaksi? Rega 6 6049 07 Jan 2017
Cara trading super simpel tapi profitable? Adi Handoko 6 2877 05 Jan 2017
Perbedaan Akun Standar, Mini dan Mikro? Junaidi 6 948 02 Des 2018
Waktu trading pair EURUSD? Adi Ms 6 203 07 Mei 2012