OctaFx

iklan

Lebih Akurat Mana Setting Close-close Atau High-low Pada Stochastic?

Indikator

FirewoodFX

iklan

Advertisement

iklan

12 Okt 2016
Mana yang lebih akurat antara settingan close-close dan high-low pada Stochastic? karena tampilan nya sangat beda sehingga beda interpretasinya. Mohon arahannya dan sebaiknya untuk trading forex dan gold pakai yang mana? Tks banyak sebelumnya atas arahannya. salam gatoot
14 Okt 2016

Untuk Gatoot..

Hal ini tergantung dari TF yang digunakan. Anda bisa menggunakan default, atau bawaan dari MT4 sendiri.

Thanks.

17 Okt 2016

@ Gatoot:
Yang lebih akurat adalah dengan price field yang Low / High, sesuai dengan teori dasar stochastic yang dijabarkan oleh penemunya yaitu Geoge Lane.

Dengan price field Close / Close maka Anda tidak mengukur range harga yang sebenarnya. Bentuk tampilannya sama tetapi level overbought dan oversold-nya jelas berbeda karena untuk price field yang Close / Close dibatasi hanya pada level Close terendah dan Close tertinggi, tidak pada harga terendah dan tertinggi yang sebenarnya.

Perhatikan penerapannya pada Gold (XAU/USD) berikut ini:

Secara matematis penjabarannya adalah sebagai berikut:

%K = 100 x (Harga sekarang - Low n) / (High n - Low n)
dimana : n adalah periode waktu pengukuran.
Baca juga: Sifat Dasar Indikator Stochastic (2)

Jika Anda menggunakan price field Low / High, maka:
%K = 100 x (Harga sekarang - Lowest Low)/ (Highest High - Lowest Low)
Highest High dan Lowest Low adalah harga High tertinggi dan harga Low terendah pada periode waktu pengukuran.

Jika Anda menggunakan price field Close / Close, maka:
Close/Close: 100 x (Recent Close-Lowest Close)/ (Highest Close - Lowest Close)

Highest Close dan Lowest Close adalah harga Close tertinggi dan harga Close terendah pada periode waktu pengukuran.
Jadi secara matematis keduanya jelas berbeda.
Semoga bisa membantu.

18 Okt 2016

Terimakasih banyak atas pencerahannya.

Oh ya kemudian untuk  settingan berapakah yang akurat dan safe untuk trading ?? 5 3 3; 7 3 3; 9 3 3 atau ada yang lainnya.

Mohon arahannya.
Terimakasih banyak atas perhatian dan bantuannya.
salam
gatoot
19 Okt 2016

@ Gatoot:
Parameter pada indikator stochastic adalah: (%K, %D, fast/slow stochastic). Untuk %D default-nya diset 3 (periode moving average untuk %K), dan fast/slow diset 3 yang menunjukkan slow stochastic.
Dari penjabaran sebelumnya %K menunjukkan persentase perbandingan harga terukur sekarang dengan range harga periode waktu yang ditentukan.

Jadi pemilihan parameter %K sepenuhnya tergantung dari periode waktu pengukuran. Semakin kecil periode waktu pengukuran akan semakin cepat respons-nya tetapi kurang akurat karena range harga yang diperbandingkan lebih kecil.
Jika Anda trading pada time frame daily, H4 atau minimal H1, periode waktu yang direkomendasikan adalah 14, jadi menggunakan parameter (14,3,3).

Jika trading dibawah time frame H1, periode waktu yang biasa digunakan adalah 5 (lebih kecil) karena dengan trading pada time frame rendah Anda tentu menginginkan respons secepatnya untuk mengambil keputusan. Tetapi trading pada time frame rendah akurasi pergerakan harganya juga lebih rendah dibandingkan dengan time frame tinggi karena pada time frame rendah sering terjadi noise.

Kesimpulannya: jika Anda trading pada time frame daily, H4 atau H1 maka gunakan parameter (14,3,3), dan jika trading pada M30, M15, M5 atau M1 gunakan parameter (5,3,3).

19 Des 2016
Wah terima kasih sama yang tanya dan juga yang jawab saya sampai enggak kepikiran kalau pengaplikasian bisa merubah perhitungan indikator. Sama saya juga mau tanya kalau untuk pengaplikasian rsi disetting yang mana ya
TerimaKasih
22 Des 2016

@ Dyah:



RSI = 100 - ( 100 / (1+U/D) )
dimana U adalah jumlah rata-rata perubahan harga yang positif dan D adalah jumlah rata-rata perubahan harga yang negatif.

Untuk applikasi normal dalam trading digunakan harga penutupan (Apply to close), karena kita mengukur perbandingan perubahan harga penutupan (closed price) yang positif dan negatif, mana yang lebih kuat (strength index-nya). Harga penutupan adalah harga terakhir yang kita ukur.

Kalau disetting di High berarti hanya mengukur strength index harga tertinggi dalam suatu periode, kalau disetting di Low hanya mengukur strength index harga terendah, dan kalau diset di Typical Price hanya mengukur strength index level pivot pada periode tersebut. Hasilnya bisa berbeda sehingga interpretasi terhadap pergerakan harga bisa salah.

Sebagai contoh RSI (14) untuk applikasi closed price dan high price pada EUR/USD daily berikut ini:



Yang normal (apply to close) pada ‘A’ interpretasinya masih sell karena harga bergerak dibawah center line (level 50.0), tetapi untuk yang apply to high interpretasinya buy karena harga telah bergerak diatas center line.

Kategori Indikator

Pertanyaan Penanya Balasan Dilihat Aktivitas
Indikator MT4 di Android? Newbie 10 4184 30 Des 2016
Indikator Untuk Membantu Memilih Waktu Martingale? Agung 7 2367 17 Feb 2016
Indikator News Mt4? Karina A 7 2014 16 Mei 2018
Cara setting indikator Bollinger Bands? Sunoko 6 9477 01 Jan 2017
Apa indikator yg joss? Ryano Erlangga 6 2221 27 Sep 2016
mengenai Indikator ter compile? Johny Santiago 6 227 20 Jun 2019