Trader Euro Abaikan Panduan Kebijakan ECB Januari 2018

   By: A Muttaqiena    view: 2556   Berita Forex

Seputarforex.com - Kemarin, mata uang Euro sempat meroket ke rekor tinggi baru dalam tiga tahun terakhir, meskipun bank sentral Eropa (European Central Bank/ECB) bersikukuh mempertahankan kebijakan moneter longgarnya. Euro juga tak mempedulikan pandangan Presiden ECB, Mario Draghi, yang menilai volatilitas nilai tukar mata uangnya akhir-akhir ini merupakan sumber ketidakpastian baru. Pasalnya, pelaku pasar menganggap pesan-pesan ECB dan Draghi tak menyimpang dari ekspektasi awal.

European Central Bank ECB

 

Tak Ada Perubahan Sama Sekali

Dalam pernyataan kebijakan moneter terbarunya, ECB mempertahankan suku bunga acuan pada 0 persen, serta mengkonfirmasi bahwa Program Pembelian Aset Berharga akan berlangsung dengan laju 30 Milyar Euro hingga akhir September atau lebih dari itu jika diperlukan. Sejumlah pejabat tinggi, termasuk Mario Draghi, juga menyampaikan kekhawatiran mengenai lemahnya inflasi dan apresiasi Euro akhir-akhir ini.

Apresiasi mata uang dapat menggerogoti daya saing para produsen dan eksportir Zona Euro dibanding negara-negara lainnya, sehingga menghadirkan risiko bagi pemulihan ekonomi kawasan. Terkait dengan ini, Draghi menyampaikan dalam Konferensi Pers bahwa volatilitas nilai tukar mata uang merupakan "sumber ketidakpastian", dan karenanya maka perlu dipantau.

Walaupun sepintas terdengar negatif, tetapi pandangan-pandangan tersebut selaras dengan ekspektasi pasar. Di sisi lain, ECB tak merubah arahan kebijakan ke depan (Forward Guidance). Dalam tiga poin Guidance yang dirangkum oleh Bloomberg, semuanya merupakan hal-hal yang sudah acap diulang-ulang, yaitu:

  • Suku Bunga: "Kami terus mengekspektasikannya untuk tetap pada level saat ini hingga waktu lebih lama, dan (hanya akan dinaikkan) jauh setelah program pembelian aset berharga diakhiri."
  • Pembelian Aset dalam rangka Quantitative Easing (QE): "Program Pembelian Aset Berharga kami ditujukan untuk berlanjut dalam laju bulanan 30 Milyar Euro hingga akhir September 2018, atau lebih dari itu, jika diperlukan, dan hingga Dewan Gubernur (ECB) melihat adanya penyesuaian berkelanjutan laju inflasi yang konsisten dengan target."
  • Reinvestasi QE: "Untuk periode waktu yang lebih lama setelah Program Pembelian Aset diakhiri, dan hingga kapan saja selama dibutuhkan."

 

Gagal Mengejutkan Pasar

Dapat disimpulkan, poin-poin penting dalam penyampaian kebijakan ECB sama sekali tak berbeda dengan perkiraan pasar sebelumnya. Pada dasarnya, pasar memang tak mengekspektasikan ECB akan menaikkan suku bunga dalam tahun 2018 ini, sehingga nada dovish dalam pernyataan tersebut diterjemahkan sebagai "netral", dan tak mengakibatkan Euro melemah.

"Draghi gagal mengejutkan pasar," kata Jane Foley, Pimpinan Strategi Forex di Rabobank, pada CNBC. Menurutnya, data-data ekonomi terlalu kuat, sehingga investor meyakini kalau bank sentral pada akhirnya akan mengetatkan kebijakan moneternya juga, meskipun memberikan pesan dovish dalam pernyataan di hari Kamis.

Sebagian pelaku pasar juga menilai komentar Draghi mengenai mata uangnya itu relatif ringan, kendati ada kesan kekhawatiran. Masalahnya, komentar Draghi mengenai risiko volatilitas mata uang disampaikan dengan kata-kata yang sama dengan upaya jawboning sebelumnya di bulan September 2017.

EUR/USD melesat hingga sempat mencapai high 1.2537 pada hari Kamis malam seusai pengumuman kebijakan moneternya. Pasangan mata uang ini kemudian anjlok seketika hingga mencapai low 1.2364, setelah Presiden Donald Trump menyatakan keinginannya agar Dolar menguat, dalam sebuah wawancara dengan CNBC di World Economic Forum. Namun, EUR/USD kembali menanjak pada awal perdagangan sesi Asia hari Jumat pagi ini (26/Januari) dengan mencatatkan kenaikan sebesar 0.28% ke 1.2427.

Sementara itu, Euro menguat terhadap Yen hingga EUR/JPY mencatatkan kenaikan 0.26% ke 135.99 saat berita ditulis. EUR/GBP yang agak tertekan dalam beberapa bulan terakhir ini, juga beranjak dari level terendah sejak pertengahan 2017 hingga mencapai daily high 0.8785; walaupun pagi ini, Euro telah melandai versus Pounds di kisaran 0.8760.

282105

Retail Sales Kanada Bulan Februari Naik, CPI Justru Melambat Retail Sales Kanada Bulan Februari Naik, CPI Justru Melambat
By Pandawa, 20 Apr 2018, In Berita Forex, View 60
Penjualan kendaraan bermotor seperti mobil dan toko toko barang umum menjadi faktor utama yang mendorong nilai Retail Sales Kanada dimana penjualan mengalami kenaikan pada 4 dari 11 sektor.
Inflasi Inggris Jeblok, Pounds Merosot Nyaris 1 Persen Inflasi Inggris Jeblok, Pounds Merosot Nyaris 1 Persen
By A Muttaqiena, 18 Apr 2018, In Berita Forex, View 591
Data inflasi Inggris merosot ke terendah dalam setahun, sehingga memangkas kemungkinan suku bunga dan mendorong Poundsterling Merosot.
Dolar AS Menguat Versus Yen Didukung Perundingan Damai Korea Dolar AS Menguat Versus Yen Didukung Perundingan Damai Korea
By A Muttaqiena, 18 Apr 2018, In Berita Forex, View 563
Pergerakan harga dipengaruhi Dolar AS yang menguat, antisipasi pasar di tengah upaya perundingan damai Korea, serta masih lesunya data ekonomi Jepang.
EUR/USD Jatuh Pasca Laporan ZEW Jerman EUR/USD Jatuh Pasca Laporan ZEW Jerman
By N Sabila, 17 Apr 2018, In Berita Forex, View 511
Jerman mengalami penurunan kepercayaan ekonomi, dengan indeks ZEW yang melorot ke minus 8.2 pada bulan April, terendah sejak bulan November 2012.
EUR/USD Ambles Di Awal Sesi Eropa Meski Draghi Komentar Positif EUR/USD Ambles Di Awal Sesi Eropa Meski Draghi Komentar Positif
By N Sabila, 12 Apr 2018, In Berita Forex, View 695
Euro stabil setelah Presiden ECB Mario Draghi mengatakan bahwa kebijakan bea impor AS-China tak akan langsung memengaruhi Zona Euro.
Dolar AS Di Terendah Empat Bulan Jelang Data Inflasi Dolar AS Di Terendah Empat Bulan Jelang Data Inflasi
By A Muttaqiena, 12 Jan 2018, In Berita Forex, View 1076
Setelah konfirmasi otoritas China soal rumor yang merebak kemarin, Dolar AS melemah akibat data Inflasi Produsen dan Klaim Pengangguran memburuk.
Topik Berita Forex

SHARE:

SHARE:

 

Topik Berita Forex