TRAM: Anak Usaha Gagal Bayar Utang Ke Bank Mandiri

PT Trada Maritime Tbk (TRAM) mengumumkan bahwa anak usahanya, default akibat gagal bayar utang kepada PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) cabang Singapura.

Advertisement

iklan

FirewoodFX

iklan

PT Trada Maritime Tbk (kode saham TRAM) mengumumkan bahwa anak usahanya, Trada Samudera Bangsa Pte Ltd, telah mengalami default akibat gagal bayar utangnya kepada PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) cabang Singapura, berdasarkan surat pemberitahuan bertanggal 24 November 2015. BMRI merupakan salah satu kreditor terbesar TRAM saat ini.

 

TRAM

 

Asnita Kasmy, Sekertaris Perusahaan TRAM, menyebutkan bahwa Trada Samudera Bangsa Pte Ltd semestinya membayar utang pokok sebesar USD13,48 juta ke Bank Mandiri, berikut tunggakan bunga dan biaya lainnya. Namun demikian, perseroan tidak melakukan pembayaran tersebut, sehingga Bank Mandiri berhak menempuh alternatif penyelesaian lain sesuai dengan kesepakatan perjanjian utang awal.

Terkait dengan itu, Sekertaris Perusahaan Bank Mandiri, Rohan Hafas, menyampaikan pada Bareksa bahwa cabang bank Mandiri di Singapura akan menyita aset dan menjualnya guna mengurangi jumlah tanggungan debitur. Besarnya angka membuat masalah default anak usaha TRAM ini berpotensi meningkatkan NPL BMRI kuartal empat ini. Namun demikian, kedua belah pihak hingga kini dikabarkan masih dalam proses negosiasi.

Didirikan pada 26 Agustus 1998, PT Trada Maritime Tbk bergerak di bidang infrastruktur, utilities, dan transportasi dan melakukan IPO di pasar modal Indonesia pada 10 September 2008. Harga saham sempat menyentuh posisi tertingginya pada Rp1.885 di bulan Mei 2014, namun kemudian terus melorot akibat berbagai pemberitaan negatif. Anjloknya harga saham pun memicu diberlakukannya beberapa kali suspensi oleh BEI, sebelum akhirnya harga saham TRAM beku di harga Rp50.

Diantara berita-berita negatif yang melingkupi TRAM, yang paling menjatuhkan saat itu adalah keterlibatan salah satu kapalnya, MT Jelita Bangsa, dalam kasus penyelundupan minyak, dan terbakarnya kapal FSO Lentera Bangsa. Bersamaan dengan itu, saham makin ambrol akibat kecurigaan akan terjadinya manipulasi di pasar. Kasus gagal bayar utang kali ini pun bukan yang pertama kalinya, karena sebelumnya TRAM telah dinyatakan gagal bayar oleh kreditor terbesarnya, International Finance Corporation (IFC) dan Bank of Tokyo-Mitsubishi UFJ pada awal Juni 2014 

256461

Alumnus Fakultas Ekonomi yang telah mengenal dunia trading sejak tahun 2011. Seorang News-junkie yang menyukai analisa fundamental, biasa trading forex dan saham menggunakan Moving Averages dan Fibonacci. Kini menulis topik seputar Currency, Stocks, Commodity, dan Personal Finance dalam bentuk berita maupun artikel sembari trading di sela jam kerja.