OctaFx

iklan

Turun Tipis, Jobless Claims AS Gagal Penuhi Ekspektasi

Jobless Claims AS minggu lalu berkurang 1,000, belum mampu memenuhi ekspektasi pasar yang memproyeksikan penurunan sebesar 3,000 klaim.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Jumlah warga AS yang mengajukan klaim pengangguran turun tipis minggu lalu, mencerminkan pertumbuhan pekerjaan yang berkelanjutan setelah perlambatan di bulan Maret. Meski demikian, pelemahan Jobless Claims AS tersebut belum mampu memenuhi ekspektasi pasar yang mengharapkan penurunan lebih banyak.

 

Sedikit Diatas Ekspektasi, Jobless

 

 

Departemen Tenaga Kerja pada hari Kamis (19/April) merilis Initial Jobless Claims AS yang turun 1,000 menjadi 232,000, untuk perhitungan yang berakhir tanggal 14 April. Data klaim pengangguran malam ini sedikit lebih banyak dari ekspektasi ekonom dalam sebuah jajak pendapat sebelumnya, yang memprediksi klaim minggu lalu akan turun dari 233,000 menjadi 230,000.

Data NFP bulan Maret mencitrakan penambahan 103,000 pekerjaan, yang merupakan jumlah paling kecil dalam kurun waktu enam bulan. Sebagian besar ekonom berpendapat perlambatan NFP bukan disebabkan oleh kenaikan kuat pada bulan Februari, melainkan lebih disebabkan faktor cuaca yang menghambat aktivitas perekrutan tenaga kerja AS selama periode Maret.

Rata-rata pengerakan selama empat pekan yang sering digunakan untuk mengukur tren Jobless Claims AS meningkat sebesar 1,250 klaim menjadi 231,250 klaim hingga minggu lalu. Proses perhitungan klaim pengangguran masih dibalut berbagai permasalahan, seperti belum pulihnya pengambilan data di wilayah Puerto Riko dan Virgin Island akibat diterjang badai Irma tahun lalu.

 

Investor Greenback Lebih Perhatikan Kenaikan Yield Obligasi AS

Hasil mengecewakan dari Initial Jobless Claims AS malam ini rupanya tak menyebabkan pengaruh berarti bagi pergerakan Dolar. Didukung oleh kenaikan Yield obligasi AS bertenor 10 tahun sebesar 5 basis poin, USD mendapat kekuatan untuk menghadang reli Euro. Dalam beberapa hari terakhir, EUR/USD sebenarnya sudah bergerak lebih moderat, menggarisbawahi kewaspadaan Investor terhadap kemungkinan rally Euro kehabisan tenaga.

Pasangan mata uang tersebut sempat mencoba menyentuh level 1.24, tetapi pada pukul 20:39 WIB malam ini, pair EUR/USD diperdagangkan pada level 1.2375. Mengingat Euro sudah menguat sejak awal tahun, investor merasa gugup bahwa reli Euro sudah mendekati puncak. Upaya Bank Sentral Eropa (ECB) untuk melakukan pengetatan moneter dinilai lambat, sehingga tidak ada penyokong utama penguatan Euro.

283313

Pandawa punya minat besar terhadap dunia kepenulisan dan sejak tahun 2010 aktif mengikuti perkembangan ekonomi dunia. Penulis juga seorang Trader Forex yang berpengalaman lebih dari 5 tahun dan hingga kini terus belajar untuk menjadi lebih baik.