Advertisement

iklan

USD/JPY Berusaha Bangkit Dari Level Terendah 4 Bulan

Polemik Government Shutdown AS dan kecaman Trump terhadap The Fed membuat USD tertekan. Namun, Dolar AS kini telah mulai naik terhadap Yen Jepang.

FirewoodFX

iklan

Advertisement

iklan

Dolar AS menguat pada hari Rabu (26/12) pagi, berusaha menghapus kerugian yang diderita terhadap Yen sepanjang pekan lalu. Selama sesi perdagangan hari Senin (24/12), Dolar AS sempat terperosok 0.54 persen terhadap Yen hingga menyentuh level paling rendah sejak akhir Agustus 2018. Namun pada pukul 09:28 WIB pagi ini, pair USD/JPY berada di kisaran 110.38, menjauhi level Low 110.14.

USDJPY Daily

Tidak hanya terhadap Dolar, Yen diketahui juga menguat signifikan ke level High 16 bulan versus Sterling, menguat terhadap Euro dan mata uang mayor lainnya. Penguatan Yen versus major currencies lain terjadi lantaran gejolak perekonomian global belum mereda. Outlook suram untuk kondisi di tahun 2019 juga semakin mengikis minat risiko di kalangan investor, sehingga mereka lebih memilih membeli aset safe haven seperti Yen dan Franc Swiss.

Kondisi tersebut semakin dipertegas oleh kenaikan harga emas menuju level High 6 bulan pada hari Senin, dia harga $1,269 per ounce. Di sisi lain, bursa saham AS turun tajam dan harga minyak mentah semakin anjlok. "Orang orang mengatakan bahwa ini (gejolak pasar ekuitas) menjadi Black Christmas," kata seorang trader veteran di sebuah bank besar Jepang.

 

Government Shutdown AS Belum Mencapai Titik Temu

Hingga saat ini, belum ada tanda-tanda dari kedua kubu, baik Partai Demokrat maupun Partai Republik, untuk mencari kesepakatan terkait anggaran pemerintah AS. Polemik Shutdown ini diprediksi akan terus berlanjut, terutama karena Presiden Trump tetap bersikeras ingin meloloskan anggaran untuk membangun dinding perbatasan AS-Meksiko.

Dibayangi Shutdown Pemerintah AS,

“Saya tidak bisa memberitahu Anda kapan (kantor) pemerintah akan dibuka kembali. Saya hanya bisa mengatakan bahwa pemerintahan tidak akan beroperasi sampai muncul kesepakatan terkait anggaran biaya tembok perbatasan. Itu (tembok) adalah penghalang untuk orang-orang yang berdatangan ke negeri ini dan narkoba," kata Trump.

 

Trump Kecam The Fed

Selain masalah Government Shutdown, kenaikan suku bunga The Fed pada pekan lalu ternyata berbuntut panjang. Hal itu karena Presiden Trump kembali melontarkan kecamannya terhadap Bank Sentral AS. Pada hari Senin (24/12) lalu, Trump mengatakan bahwa Fed adalah "satu-satunya masalah" bagi perekonomian AS. Statement Trump tersebut muncul setelah ia dikabarkan membahas pemecatan Ketua The Fed, Jerome Powell.

"Jika pembicaraan Trump tentang pemecatan Powell menjadi semakin realistis, maka itu akan merusak independensi Fed sebagai Bank Sentral, dan pada akhirnya kepercayaan investor terhadap Dolar AS akan berkurang," kata Ayako Sera, ekonom di Sumitomo Mitsui Trust Bank.

286757

Pandawa punya minat besar terhadap dunia kepenulisan dan sejak tahun 2010 aktif mengikuti perkembangan ekonomi dunia. Penulis juga seorang Trader Forex yang berpengalaman lebih dari 5 tahun dan hingga kini terus belajar untuk menjadi lebih baik.


28 Feb 2019

25 Mar 2019