USD/JPY Turun Akibat Meningkatnya Konflik Perdagangan Global

Dolar AS jatuh terhadap Yen setelah media WSJ mengabarkan bahwa AS akan memblokir perusahaan teknologi dengan 25 persen kepemilikan China.

FirewoodFX

iklan

Advertisement

iklan

Seputarforex.com - Dolar AS melemah terhadap Yen di hari Senin (25/Juni) awal pekan ini. Meningkatnya tensi perdagangan global membuat para investor menghindari minat risiko. Yield obligasi pemerintah Amerika Serikat akhirnya melorot, diikuti dengan Dolar AS yang melemah terhadap mata uang safe haven.

 

ysdjpy

 

Saat berita ini ditulis, USD/JPY turun sebanyak 0.4 persen ke posisi 109.54, meneruskan penurunan yang terbentuk tadi malam. Pair tersebut juga sempat menyentuh level terendah sejak tanggal 11 Juni, yakni level 109.45 di awal pembukan sesi perdagangan hari ini.

 

Pemblokiran Perusahaan Teknologi Dengan 25% Kepemilikan China

Para investor kabur dari aset-aset berisiko setelah Wall Street Journal memberitakan bahwa Departemen Perdagangan AS sedang menggodok aturan perdagangan terbaru untuk China. Kali ini, negara pimpinan Donald Trump tersebut akan memblokir perusahaan teknologi yang setidaknya 25 persen sahamnya dimiliki China. Tujuannya, untuk menghindari pencaplokan perusahaan industri teknologi AS lebih jauh.

Padahal belum lama selang berita tersebut muncul, Trump sudah menggaungkan ancaman penerapan bea impor sebesar 20 persen terhadap mobil-mobil yang didatangkan dari Uni Eropa. Tak mau kalah, Uni Eropa menyatakan akan membalas ancaman tersebut dengan kebijakan serupa.

 

Investor Lebih Pertimbangkan Tensi Konflik Dagang

Kondisi semacam ini membuat Dolar AS melemah, dan Yen sebagai mata uang safe haven pun menguat. Kyosuke Suzuki, Direktur Bagian Forex dari Societe Generale mengatakan, "Dolar sudah goyah terhadap Yen gara-gara hubungan perdagangan AS dan Euro. Jika ada solusi positif dari konflik perdagangan tersebut, maka Dolar akan dilanda bargain hunting. Tetapi nyatanya tidak terjadi."

Suzuki melanjutkan, "Bahkan jikapun data-data ekonomi AS minggu ini terbukti kuat, Dolar AS tampaknya tak akan mengambil banyak penguatan karena kekahwatiran akan perdagangan belum jelas."

284101

Sudah aktif berkecimpung di dunia jurnalistik online dan content writer sejak tahun 2011. Mengenal dunia forex dan ekonomi untuk kemudian aktif sebagai jurnalis berita di Seputarforex.com sejak tahun 2013. Hingga kini masih aktif pula menulis di berbagai website di luar bidang forex serta sebagai penerjemah lepas.