Advertisement

iklan

Waspada! Hari Libur Jepang Bisa Picu Anomali Di Pasar Forex

Pada sesi Asia, USD/CHF sempat jungkir balik hingga 110 pips dalam tempo beberapa menit saja. Pemicunya: algo-trading yang bertepatan dengan hari libur Jepang.

Advertisement

iklan

FirewoodFX

iklan

Pada perdagangan sesi Asia tadi pagi (11/Februari), pasangan mata uang USD/CHF sempat bergolak sejenak. Swissy merosot secepat kilat hingga USD/CHF mencetak rekor tertinggi sejak bulan November pada level 1.009, tetapi kemudian langsung berbalik kembali ke kisaran 0.9990 dengan laju hampir sama. Jungkir balik Swissy ini menghasilkan perubahan sekitar 110 pips dalam hitungan menit. Padahal, rerata pergerakan harian USD/CHF biasanya hanya sekitar 50 pips per hari.

USDCHF H1

Saat berita ditulis pada awal sesi Eropa, USD/CHF telah bergerak relatif stabil di kisaran 1.004. Namun, gejolak pagi tadi menimbulkan pertanyaan, ada kabar apa?

Menurut sebuah laporan Bloomberg, kemerosotan sejenak Franc Swiss hingga nyaris 1 persen tersebut disebabkan karena tipisnya likuiditas pasar awal pekan ini, di tengah liburan bank-bank Jepang. Hal serupa juga pernah terjadi pada mata uang Yen terhadap Dolar Australia pada tanggal 3 Januari lalu. Pada saat itu, Yen melonjak kilat nyaris 8 persen, karena bank-bank Jepang tengah bersiap menghadapi libur tahun baru.

"Kurangnya likuiditas merupakan faktor lazim dalam peristiwa-peristiwa ini," ujar Rodrigo Catril, pakar strategi forex senior di National Australia Bank Ltd, Sydney. Lanjutnya lagi, "Para trader dan pakar kini punya kalender hari libur Jepang yang dicetak besar-besar di meja mereka!"

Menurut Catril, pergerakan tersebut mulanya mungkin dipicu oleh kesalahan saat menginput data. Hal itu mengakibatkan serangkaian eksekusi trading otomatis oleh robot-robot yang dikendalikan algoritma tertentu (tanpa pengawasan manusia).

Salah satu kliennya yang memasang posisi short pada USD/CHF telah memasukkan instruksi untuk melakukan buy (short-covering) atas pair ini jika pergerakannya berbalik naik. Instruksi tersebut ter-trigger pada level 1.0070. Namun, ketika klien tersebut dikabari bahwa instruksi telah ter-trigger, USD/CHF sudah jatuh kembali ke level 1.0020.

Berulangnya peristiwa seperti ini menandakan besarnya pengaruh HFT (High-Frequency Trading) yang memanfaatkan algoritma (robot trading) di lembaga-lembaga keuangan besar. Bagi trader kelas akar rumput, ini bisa jadi berarti bahwa kita bukan hanya perlu mewaspadai jadwal rilis berita-berita penting saja, melainkan juga jadwal hari libur pusat-pusat keuangan dunia seperti Tokyo, London, dan New York (baca juga: Waktu Trading Forex Paling Berbahaya).

287339

Alumnus Fakultas Ekonomi yang telah mengenal dunia trading sejak tahun 2011. Seorang News-junkie yang menyukai analisa fundamental, biasa trading forex dan saham menggunakan Moving Averages dan Fibonacci. Kini menulis topik seputar Currency, Stocks, Commodity, dan Personal Finance dalam bentuk berita maupun artikel sembari trading di sela jam kerja.


Restu
Saya dapat profit 30 pips dari kejadian di atas. Soalnya pas balik turun saya pasang sell terus pasang trailing stop ta tinggal tidur lagi.
A Muttaqiena
Wah, congratulations :)